
Athena terbangun saat hari sudah sore. Ia bergegas ke dapur untuk membantu Vania memasak makan malam.
"Udah bangun sayang?"
Athena meringis tidak enak.
"Iya, ma" jawabnya.
"Mama mau masak apa?" tanya Athena.
"Coto enak kali yah" Vania meminta pendapat menantunya.
Mata Athena berbinar.
"Boleh deh ma" katanya.
Vania dan Athena larut dalam perbincangan ringan ala mertua dan menantu.
"Papa di mana, ma?" tanya Athena.
"Papanya siapa nih? Papa Baskara atau papanya Anne?" goda Vania.
"Dua-duanya deh ma, biar adil"
"Kalau papa Baskara lagi ke depan, pamerin cucunya. Kalau papanya Anne, mama minta tolong buat beli buah di minimarket depan" jawab Vania.
"Di pamerin kemana, ma?" tanya Athena.
"Ke rumahnya Eris dia. Katanya om Evan pulang"
"Pulang liburan atau menetap, ma?"
"Seperti nya menetap. Eros kayaknya udah mau nikah"
"Ehh, iya ma?"
"Iya, sayang. Tante Wenda yang bilang sih, senang banget dianya"
"Akhirnya, gak sampai lama perginya. Fany pasti senang banget nih"
"Fany juga pulang lho." beritahu Vania.
Setelah selesai pendidikan dokternya, Fany memilih untuk pendidikan profesi di luar kota. Hal itu yang menyebabkan Athena jarang melihat keberadaan sahabatnya. Dwi juga kini sibuk menata karir nya.
"Ma, anggur aja kan yah sama pear?" tanya Raga. Lelaki itu menenteng dua kresek di masing-masing tangannya.
"Jeruk nggak beli?"
"Beli, ma. Jeruk kan wajib ada" jawab Raga.
Ia menyimpan kreseknya di atas meja pantry, kemudian mencuci tangannya. Sebelum meninggalkan dapur, ia tak lupa mengacak pelan rambut istrinya.
"Mama senang lihat kalian hangat begini" ucap Vania.
Athena tersenyum.
"Maafin anak mama, yah sayang."
"Nggak apa-apa, ma. Anggap aja yang kemarin ujian buat rumah tangga kami" kata Athena bijak.
Menjelang malam, Baskara baru tiba sambil mendorong stroller Anne.
"Papa jalan kaki?" tanya Athena.
"Iya, dong. Biar sehat" Baskara menjawab pertanyaan menantunya.
"Palingan Wenda tuh yang repotin diri sendiri oas lihat Anne" tebak Vania.
"Nah, betul itu. Wenda orangnya gregetan, sampai pipi Anne merah karena di cium-cium terus " lapor Baskara.
Athena dan Vania terkekeh.
"Pa, ma, aku bawa Anne ke atas dulu, sekalian bersihin badannya " pamit Athena. Ia menggendong anaknya menuju kamarnya.
"Papa juga mandi dulu deh" Baskara memasuki kamarnya diikuti Vania.
Raga yang baru keluar dari kamar mandi terkekeh pelan melihat anaknya yang berjingkrak di atas kasur. Anaknya sudah tidak mau diam.
"Anak papa udah pulang. Habis dari mana hmm?" Raga menciumi perut Anne hingga anak itu tergelak lucu.
Suara tawa Anne membuat Athena buru-buru keluar dari walk in clothes. Ia kira anaknya kenapa, ternyata sedang bermain dengan papanya.
"Sana pakai baju dulu, udah aku gantung kok. Anne mau aku bersihin badannya" suruh Athena.
"Siap, mama" Raga mencium sekilas pelipis istrinya.
Melihat suaminya sudah memasuki walk in clothes, Athena kemudian mengangkat anaknya menuju kamar mandi. Ia menyetel airnya dengan suhu tertentu, yang akan membuat Anne merasa nyaman.
Tidak butuh waktu lama bagi Athena untuk membersihkan badan anaknya.
"Ma mama ma ma" ocehnya saat Anne dibaringkan, tubuh kecilnya diolesi minyak telon.
"Pinter anak mama" Athena tentu saja membalas setiap ocehan anaknya.
"Harum banget anak papa" Raga keluar dari walk in clothes.
"Lama banget make bajunya" heran Athena.
Raga meringis. Tadi ia juga memeriksa pekerjaan nya di dalam sana.
"Tadi juga meriksa email, The" katanya pelan.
Athena menghela napasnya.
"Lagi make baju aja papa tetap kerja yah sayang" cibirnya. Ia mencium pipi anaknya. Wangi Anne tidak pernah tertolak, selalu membuat candu.
"Papa mah apa atuh sayang, gak kayak mama. Kalau mama mah tinggal napas aja, duit mengalir deras, papa mah gak kerja yah kita gak makan"
"Lagi jaman banget yah merendah untuk meroket"
Tawa Raga pecah mendengar ucapan istrinya.
"Ayo makan malam dulu" ajak Athena.
Raga mengikuti langkah istrinya menuju lantai bawah bersama Anne yang berada dalam dekapannya. Terlihat Baskara dan Vania sudah menunggu.
"Harum banget cucu kakek" Ucap Baskara, ia berdiri dan mengambil tempat duduk khusus anak, menyimpannya diantara dirinya dan Raga.
"Pa, aku mau suapin Anne lho" kata Athena.
"Papa aja, ada Raga juga kok. Ayo makan dulu" Baskara tentu saja memanjakan cucunya.
"Udah, biarin aja The. Kita cukup makan dengan santui aja" ucap Vania.
Athena terkekeh.
Mereka makan malam dengan khidmat, suasananya begitu hangat. Perbincangan ringan juga celotehan Anne mengiringi makan malam kali ini.