
Athena turun dari panggung, ia memapah Opanya yang sejak tadi sibuk mengusap air matanya.
"Opa jangan sedih lagi. Kan hari ini lagi ulang tahun" goda Athena.
Lathief terkekeh. Cucunya ini benar-benar luar biasa.
"Terima kasih sudah memberikan hadiah istimewa buat opa"
"Sama-sama, opa" Athena mendudukkan Lathief.
Ia kemudian mencium punggung Alda, tak lupa mendapatkan balasan ciuman dikedua pipinya. Athena lalu mencium punggung tangan Renal, yang Renal balas dengan mencium puncak kepala anaknya. Hal itu juga Athena lakukan pada Mika dan Ivana.
"Selamat sayang" Mika memeluk Athena cukup lama.
"Pa, kakak kapan dilepasin?" tanya Arion.
"Mau peluk juga pasti" kata Mika.
Arion mengangguk.
Mika lalu melepaskan pelukannya pada Athena. Arvin, Arion dan Nevan memeluk Athena.
"Ayra gak diajak?" tanya anak kecil itu.
Semuanya terkekeh mendengar pertanyaan Ayra. Athena memeluk adik perempuannya, tak lupa menyematkan ciuman di pipi gembul sang adik.
Athena lalu berjongkok di depan omanya yang sedang duduk di kursi.
"Terima kasih, Oma" ucap Athena.
Aina terkekeh mendengar ucapan cucunya. Ia mengelus rambut cucunya.
"Oma yang seharusnya bilang terima kasih. The udah berhasil jadi anak yang baik, membuat kami semua menangis bahagia. You did, sayang" Aina mencium kening Athena, membawa Athena masuk ke dalam pelukannya.
Hal itu tentu menjadi tontonan orang-orang yang hanya bisa melihatnya dari jarak yang cukup jauh, sebab orang-orang Arunika sudah berlalu lalang sejak tadi untuk menjaga privasi keluarga Arunika. Kini mereka semua tahu, kenapa Athena bisa mempunyai circle nya sendiri, karena ia benar-benar layak.
"Jadi Athena yang masakin kalian itu anaknya Bu Alda?" tanya Diandra pada sekelompok anak muda di depannya.
"Iya, mi" jawab Kevin.
"Fany aja gak tahu lho" kata Fany.
"Dwi juga gak tahu" Dwi mengaku.
"Gue aja tahunya waktu dia habis ujian beberapa bulan lalu" Wildan mengakui.
"Damage nya luar biasa" kata Wenda.
"Sayang aja tadi gak sempat motret wajah Athena pas cium Opanya" kata Evan.
"Hooh, gak terpikir kan gitu kan" Eris mengiyakan.
"Kamu udah tahu Van?" tanya Lana.
Vania mengangguk.
"Udah tahu cukup lama. Waktu besuk dia di rumah sakit" jawab Vania.
"Mereka benar-benar keren" kagum Diandra.
"Kalau anaknya modelan Athena mah, orang tuanya gak perlu dipertanyakan. Orang tuanya pasti lebih keren. Apalagi mereka adalah seorang Arunika, keluarga yang hampir menguasai seperdua semesta" ucap Evan.
"Foto dulu yuk" usul Fany.
"Eh, hampir lupa" kata Wenda.
Mereka berfoto, dari satu keluarga hingga yang lain, sampai semuanya bergabung dalam satu frame.
"Lo gak foto sama Athena, Ga?" tanya Kevin.
"Tunggu bentar, The lagi foto keluarga kayaknya" jawab Raga.
Mereka hanya bisa melihat dari kejauhan betapa harmonisnya keluarga Arunika.
"Raga dimana The?" tanya Ivana.
"Di luar, ma. Lagi ngumpul sama teman-teman" jawab Athena.
"Gak nyamperin?" tanya Alda.
"Nanti, mom. Foto dulu yang banyak"
"The, jangan lupa foto sendiri. Oma mau bawa ke RelFath buat dipajang" Aina mengingatkan.
"Siap, Oma"
Athena lalu melepas jas dan toganya, ia berdiri dengan anggun sambil tersenyum dan melihat ke arah kamera.
"Aku juga dong foto sama kakak tapi gak pake jas" Nevan mendekati sang kakak.
"Sekalian deh foto keluarga tahun ini di sini aja" usul Renal.
"Boleh" kata Mika.
Aina dan Lathief duduk di depan. Dibelakang mereka ada Alda dan Ivana, masing-masing didampingi sang suami. Alda berdiri dibelakang Lathief, disisi kanannya ada Renal dan Nevan. Sementara Athena berdiri di depan Nevan dan Ayra berdiri di depannya. Dibelakang Aina ada Ivana. Di sisi kirinya ada Mika dan Arion. Sementara Arvin sejajar dengan Athena yang berdiri agak di depan saudaranya.
"Udah, sana samperin Raga dan teman-temannya" suruh Alda.
Athena mengangguk.
"Sampai jumpa di rumah" katanya sebelum meninggalkan keluarganya yang akan langsung pulang ke kompleks Arunika.
"Wehh, lulusan terbaik dan termuda kita udah datang nih" goda Wildan.
"Lulusan terbaik, termuda, dia yang punya universitas pula" Darren menimpali.
Athena hanya menghela napasnya pasrah.
"Congratulation, The" ucap Fany.
Dwi juga melakukan hal yang sama.
"Fan, fotoin kami dong" Kata Kevin.
Mereka berenam berbaris melengkung sambil tersenyum manis, dengan masing-masing jas dan toganya. Kevin bahkan ikut mengenakan jas dan toga wisudanya.
"Bisa-bisanya kalian lulus dalam waktu bersamaan" kata Dwi iri.
"Ya bisalah. Gue aja ngebut banget gak mau wisuda sendiri" kata Darren.
"Lo kalau gak mau lulus sendiri, tinggi gue aja Dwi" kata Fany tanpa dosa.
"Nungguin Lo wisuda yah gue bakal kena DO duluan"
"Yeh, Maimunah. Asal Lo tahu, pendidikan dokter gue tinggal nunggu jadwal ujian" ucap Fany pamer.
"Habis ini lanjut magister, biar nanti gue wisuda profesi Lo pada wisuda magister. Asyik bener" Fany berandai-andai.
"Ayo, makan siang dulu" ajak Athena.
"Akhirnya dikasih makan juga" celetuk Irvandi yang baru datang bersama Bastian.
"Sorry telat" ucap Bastian.
"Telat banget malah. Datang-datang dapat hot news, Athena MA adalah seorang Arunika" kata Irvandi.
"Mau makan nggak nih?" tanya Raga.
"Ya mau lah" kompak Wildan, Darren, Kevin, Irvandi dan Bastian. Eros dan Raga hanya menggelengkan kepalanya. Sementara Athena, Fany dan Dwi cekikikan.
Athena berangkat ke restoran bersama Raga.
"Tadi orang-orang pada ngomongin kamu" kata Raga.
"Udah aku duga sih." ucap Athena.
"Hari ini opa ulang tahun?" Raga memastikan.
"Iya. Aku cuman bisa ngasih hadiah lewat cara tadi. Soalnya opa udah minta sejak dulu. Timing nya pas sih, bersyukur banget aku"
Raga mengelus rambut gadis di sampingnya.
"Kamu udah lakuin yang terbaik. Tidak ada orang yang meragukan mu. Tidak ada orang yang mempertanyakan siapa kamu, karena kamu berbicara lewat tindakan. Proud of you"
"Selamat yah, namanya jadi makin panjang. Argantara Perdanakusuma S.M . Asyik" seru Athena.
"Masih lebih panjang nama kamu, The. Athena Mahendra Arunika S.H , S.M."
"Mau lanjut magister?" tanya Athena.
Raga mengangguk.
"Kerja sambil kuliah" jawabnya.
"Kamu jadi berangkat ke kota C?" tanya Raga.
"Jadi. Sebelum tahun pelajaran baru, Ayra ikut soalnya" jawab Athena.
"Tunggu aku yah The. Jangan lirik cowok lain." peringat Raga.
Athena terkekeh kecil mendengar peringatan Raga.
"Siap, bapak Raga"
Entah kemana hubungan mereka akan dibawa. Athena dan Raga sama-sama nyaman atas hubungan tanpa status yang mereka jalani, berharap takdir berpihak kepada mereka. Jarak tentu bukan penghalang bagi dua orang yang sama-sama merindu.