
Menjelang gelap, dokter William datang kembali memeriksa keadaan Athena. Ia juga akan melepaskan infus yang sudah 2 hari tertempel manis di tangan Athena.
"Suhu tubuhnya sudah kembali normal. Makan yang teratur, minum vitamin juga susu biar lemasnya segera hilang. The masih pusing nggak?" tanya dokter William.
"Tidak terlalu dok. Kepalanya hanya nyut-nyutan sebentar, habis itu hilang. Gak seberat kemarin dok" jawab Athena.
Dokter William mengangguk.
"Infusnya dokter lepas yah. The tahan" beritahu dokter William.
Raga berdiri cukup jauh dari Athena. Aina lah yang mendampingi Athena di tempat tidur.
Ringisan pelan terdengar dari mulut Athena, juga tangisan lirih.
"Lho kok nangis?" tanya Aina sambil mengusap air mata cucunya.
"Sakit, Oma" jawab Athena.
"Udah kok, infusnya udah dokter lepas. Ingat pesan dokter tadi yah. The istirahat dulu. Sekolahnya nanti Senin aja" kata dokter William.
"Baik dokter, terima kasih" ucap Athena lembut.
"Saya permisi, Bu, The, dek" pamit dokter William.
"Terima kasih, dok, kak Nita" ucap Athena sekali lagi.
Dokter William dan asistennya diantar oleh Run hingga mobilnya.
"Kenapa berdiri di sana, Ga?" tanya Athena.
Raga berjalan mendekati tempat tidur Athena.
"Ngeri lihatnya" jawabnya.
Aina terkekeh mendengar jawaban Raga.
"Oma, The, Raga pamit dulu yah. Udah gelap soalnya" ucap Raga.
"Terima kasih yah nak udah jagain cucu Oma tadi" kata Aina.
"Bukan hal yang besar, Oma. The, lekas sehat yah"
"Makasih Raga udah jenguk The"
Raga mengangguk. Ia lalu mencium punggung tangan Aina dan mengacak rambut Athena sekilas.
"Hati-hati" ucap Athena saat Raga sudah berjalan membelakanginya.
Raga berbalik dan tersenyum.
"Okay" katanya.
Di teras ia bertemu Renal dan Alda yang baru pulang dari kegiatan sosialnya.
"Lho udah mau pulang?" tanya Alda.
"Iya, Tante." jawab Raga.
"Gak makan malam dulu?" tanya Renal.
"Nggak usah, om. Terima kasih. Raga pamit dulu" Raga kemudian mencium punggung tangan Renal dan Alda secara bergantian.
"Hati-hati" ucap Renal.
"Iya, om" katanya sopan.
Renal dan Alda baru memasuki rumah saat mobil Raga sudah meninggalkan halaman rumahnya.
Setelah mengganti pakaiannya, Alda memasuki kamar anaknya.
"Udah di lepas infusnya?" tanya Alda saat tidak lagi melihat infus ditangan anaknya.
"Udah, mom" jawab Athena.
"Cucu mama udah sehat, Al. Soalnya udah dapat obat mujarab" goda Aina.
"Iya, obatnya dokter William cukup ampuh, mom" Athena ikut berbicara.
Alda menepuk jidatnya pelan.
"Iya sayang, obat dokter William memang ampuh yah sampai bikin The udah baikan kayak gini" ucap Alda sambil mengelus rambut anaknya.
"Ayo makan malam dulu" ajak Alda.
"The mau makan di kamar atau di bawah?" tanya Aina.
"Di bawah aja, oma" jawab Athena.
"Yaudah, sini Oma dan mommy pegang The sambil jalan ke bawah" Alda dan Aina masing-masing berdiri di sisi Athena sambil memegang lengan Athena.
"Athena udah gak selemas kemarin, mom, Oma" katanya.
"Iya deh, yang habis lihat Raga langsung sehat" goda Aina.
Athena dan Alda terkekeh mendengar goadaan Aina.
"Bahagia sekali yah? sampai-sampai ketawa gak ngajak opa" tegur Lathief saat ketiga perempuan beda generasi itu menapaki lantai pertama.
"Cucunya tuh opa yang lagi bahagia, habis di kunjungin Raga soalnya" Alda ikut menggoda anaknya.
"Raga habis dari sini? Kok opa nggak tahu?" tanya Lathief.
"Tadi Raga yang jagain The sebelum mama datang" jawab Aina.
"Mama kok nggak bilang?" tanya Lathief.
"Emang papa mau ngapain?" tanya Alda.
"Kok besuknya telat sih? Gak dari kemarin?"
"Opa, Raga sedang bantu-bantu papanya di kantor. Makanya kemarin gak sempat besuk The" jawab Athena.
Athena mengangguk.
"Jadi apa?" tanya Aina.
"Jadi OB. Kadang bantu papanya juga" jawab Athena.
"Lho, kok OB?" tanya Lathief tak santai.
"Emang kenapa sih, pa?" tanya Aina heran.
"Raga belum tamat SMA, tempatnya yah cuma OB." jawab Alda membantu anaknya.
"Betul tuh mom" kata Athena.
"Ya nggak apa-apa juga sih. Uang The kan banyak, opa gak perlu khawatir kamu gak makan" Lathief mengangkat kedua bahunya acuh.
"Uang Daddy yang banyak, bisa beliin The makan" kata Athena.
"Iya-iya. Ayo makan dulu, opa lapar" Lathief menggandeng tangan cucunya ke ruang makan. Nampak Alda dan Aina sudah tiba lebih dulu, menantunya juga sudah menunggu untuk makan malam.
"Nevan di mana?" tanya Aina.
"Di rumah bang Mika, pa" jawab Renal.
"Ayo makan dulu." kata Aina.
"The mau bubur ayam aja?" tanya Alda.
"Iya, mom" jawabnya.
"Papa juga mau" ucap Lathief.
"Tumben papa minta" heran Alda tapi tetap mengambil piring untuk di isi bubur ayam.
"Lihat punya The, papa juga pengen" kata Lathief jujur.
Aina hanya menggelengkan kepalanya. Suaminya ada-ada saja untuk menggoda cucunya.
"Dari kecil The makan ini terus" ucap Lathief.
"Enak, opa" kata Athena.
✨✨✨
Setelah makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Mika, Ivana, Nevan, Arvin juga Arion turut hadir mengisi ruang keluarga.
"I want to show something to you'll" ucap Aina.
Ia terlihat mengotak atik ponselnya.
Ting Ting Ting
Notifikasi terdengar di ponsel masing-masing. Athena yang tidak membawa ponselnya hanya bisa menunggu salah satu anggota keluarganya untuk memperlihatkan apa yang omanya maksud.
"So sweet" komentar Alda pertama.
"Bang Raga datang ternyata" komentar Arion.
"Akak The curang nih, gak kasih tahu Nevan. Bang Raganya gak dibagi-bagi." kesal Nevan.
"Moodnya kakak langsung bagus habis di besuk Raga. Tahu gitu, Daddy langsung panggil Raga aja daripada dokter William" ucap Renal.
"Apaan sih?" tanya Athena penasaran.
"The, sini deh duduk di samping opa" panggil Lathief.
Athena berdiri dari duduknya.
"Awas The, papa bakal kirim The ke RelFath" Mika menakut-nakuti anaknya.
"Papa" tegur Ivana.
Semua mata memandang ke arah Athena yang duduk tanpa canggung di sebelah sang penguasa.
Lathief memperlihatkan layar ponselnya pada Athena. Nampak Athena dan Raga sama-sama tidur. Athena tidur di tempat tidur, sedangkan Raga tidur di sofa single sambil menggenggam tangan Athena.
"You know Raga likes you?" tanya Lathief.
"I know" jawab Athena.
"What will you do?"
"Tetap pada jalan yang The susun. Bersekolah, jadi orang yang bermanfaat dan jadi orang yang hebat seperti opa."
"The tahu alasan Raga bantu-bantu papanya? Sampai gak nemuin The hampir sebulan ini?"
"Tahu, opa. Raga sedang menapaki tangga pertamanya agar tidak datang dengan tangan kosong untuk mengambil The dari opa suatu hari nanti"
"The tahu kan opa gak pernah minta Raga berusaha sekeras itu?"
"Iya, opa. The tahu, The gak bakal ngambek sama opa." jawab Athena lempeng.
"Baguslah. Opa sayang The banyak-banyak." Lathief membawa Athena ke pelukannya.
"The juga sayang sama opa, so big" ucap Athena.
"Mika kira cucunya bakal di asing kan" kata Mika.
"Kalau The diasingkan, Opanya juga ikut yah nak yah" Lathief merangkul bahu Athena.
Renal selalu takjub akan sikap mertuanya terhadap anaknya. Wajar jika Athena menjadikan Lathief sebagai Role mode nya.
"Bagus kan hasil potret mama?" tanya Aina.
"Lain kali pakai efek, Oma" kata Arion.
"Oke sayang" Aina membentuk jarinya sebagai tanda oke.