
3 bulan kemudian.
Setelah dirawat selama satu minggu full di rumah sakit, Ayra bisa keluar dengan keadaan baik-baik saja.
Beberapa hari lagi Athena akan kembali ke Athena's Island. Aiden sudah bisa diajak kemana-mana sekarang. Vania dan Alda akan bergantian mengajak cucunya.
"Ayra mana mom?" tanya Athena saat melihat mommy nya datang seorang diri.
"Adek lagi ikut daddy." jawab Alda.
Alda sedang memangku cucu laki-lakinya.
"Omaa" cucu perempuannya yang lain memanggil.
Alda menoleh melihat cucunya.
"Kenapa sayang?"
Anne menyuapi omanya sepotong buah naga. Tangan balita itu sudah belepotan dengan warna ungu.
"Pinter cucu oma. Terima kasih yah" ucap Alda setelah berhasil menelan potongan buah yang Anne berikan.
Kepala Anne hanya mengangguk. Balita itu kembali menghadap ke televisi yang sedang menayangkan serial kartun.
"Anaknya pinter-pinter ini" ucap Alda.
"Iya, mom. Anne gak terlalu ribet, asalkan ada makanan aja, terus diberi mainan. Aiden juga anteng aja" Athena mengiyakan.
Sudah tiga bulan Athena menjadi mama dengan dua orang anak yang usianya cukup berdekatan. Ini tentu bukan hal yang mudah, tapi ia sangat menikmatinya. Sekarang mungkin masih cukup mudah, karena mommy dan mama mertuanya masih turun tangan membantu dirinya. Ia berharap di pulau Athena pun sama, diberikan kekuatan dan kesabaran dalam membesarkan dua orang anak yang masih di bawah umur.
"Dulu waktu kakak dan Nevan kecil juga sama kok, gak neko-neko." ucap Alda. Melihat kedua cucunya yang lucu-lucu kerap kali membuat dirinya kembali hidup di masa lampau.
"The pasti nakal yah mom, suka nyusahin mommy" terka Athena.
"The lebih ke sering ngambek, sih. Mommy ingat dulu The sampai jalan sendiri ke rumah oma opa, terus ikut mereka ke puncak. Pulang dari puncak pun gak mau pulang ke rumah. Padahal masih kecil itu lho"
"Emang iya, mom?"
Alda mengangguk. Ia tersenyum.
"Sekarang jadi perempuan yang hebat. Sudah memiliki suami dan dua orang anak. Time flies so fast."
Athena mencium pipi mommy nya dari samping.
"Aku pindahin Aidan dulu, mom." katanya kemudian mengambil Aidan dari pangkuan sang mommy.
Tidak lama kemudian, Athena kembali ke ruang keluarga.
"Biss" Anne memperlihatkan mangkuknya yang sudah kosong. Potongan buahnya ternyata sudah habis.
Alda terkekeh pelan, Athena juga sama.
"Mommy mandiin yah sayang?" tawar Alda.
"Ehh, aku aja mommy. Mommy istirahat aja. Sejak tadi momong Aidan terus" larang Athena.
"Udah, mommy aja. The masak gih, bentar lagi suami The akan pulang." Alda mengingatkan.
Athena mengangguk pasrah. Ia lalu berjalan ke dapur dan mulai memasak makan malam.
"Anak-anak mana?" tanya Raga yang baru saja tiba. Ia mengambil air mineral di dalam kulkas dan membawanya ke mini bar.
"Adek tidur, kakak lagi dimandiin sama omanya" jawab Athena.
"Aku buatin kopi mau?" tanya Athena.
Raga menggeleng.
"Nggak usah, The. Aku mau mandi dulu" kata Raga.
Setelah memandikan cucu perempuannya, Alda pamit pulang.
"Mommy pulang yah sayang. Raga juga udah ada kan"
"Nggak nginap di sini aja?" tawar Athena.
"Ehh, ngawur." Alda terkekeh.
"Sayang, oma pulang dulu yah. Kakak main sama mamanya yah" Alda mengelus rambut halus cucunya.
"Kut" kata Anne. Ia mengangkat kedua tangannya minta digendong.
"Ehh" kaget Athena.
Alda malah tersenyum senang.
"Mau ikut oma pulang? Main sama aunty Aii?"
Kepala Anne mengangguk cepat.
"The, mommy bawa pulang yah?"
"Nggak akan rewel ini mah. Lagian ada Ayra kok, pasti anteng sama aunty nya" kata Alda yakin.
"Kenapa, mom?" tanya Raga yang baru keluar dari kamarnya. Mereka masih menempati kamar yang ada di bawah. Hanya kamar Anne yang berada di atas, tapi jika tidur, balita itu tidur di kamar kedua orang tuanya.
"Anaknya mau ikut lho Ga" Athena lah yang menjawab pertanyaan suaminya.
"Ehh" Raga sama kagetnya. Baru kali ini putrinya pengen ikut.
"Mau ikut pulang sama oma?" tanya Raga pada anaknya. Ia jongkok di depan sang anak.
Lagi-lagi hanya anggukan kepala yang Anne berikan.
"Mama dan papa nggak ikut lho" kata Raga.
"Kut yoma"
"Nggak nyariin mama kan?"
"No"
"Janji gak akan repotin oma ,opa dan Aii kan?"
Anne mengangguk.
"The, bekal buat Kakak mana?" tanya Raga.
"Ehh, anaknya dibiarin pergi" lirih Athena.
"Cuma semalam ini kok" kata Alda.
"Kalau keterusan macam mana, mom?" tanya Athena tapi tetap menyiapkan keperluan Anne.
"Yah bagus dong. Kakak tinggalin aja sama mommy" jawab Alda enteng.
Raga menghela napasnya pasrah. Kalau bukan Vania yang rewel minta Anne, yah tentu saja ada Alda yang menyaingi.
"Kakak mau ninggalin mama?" tanya Athena.
"Kut yoma"
"Ayo sayang, salim dulu sama papa dan mamanya" ucap Alda. Di tangannya sudah ada paper bag yang berisi susu dan pakaian tidur Anne.
Anne mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Say bye-bye to mama and papa" Alda menggandeng tangan kecil cucunya.
"Bu bayyy" tangan kecil Anne melambai-lambai pada kedua orang tuanya.
"Raga anterin deh mom" tawar Raga.
"Jangan lebay lah. Ini masih sore, rumah mommy juga hanya beberapa meter dari sini" omel Alda.
Raga menggaruk belakang lehernya salah tingkah.
Setelah makan, Raga menelpon Daddy nya, mempertanyakan keadaan anak perempuannya. Selain jawaban, Raga tentu mendapat cibiran sebagai papa posesif dari mertuanya itu.
"Kok aku gak bisa tidur yah?" keluh Raga.
Athena menatap suaminya.
"Padahal kamu gak ada minum kopi lho"
"Kepikiran kakak sih." jujur Raga.
Athena cengo menatap suaminya. Ia bukan tidak merasa gelisah karena putri nya tidak di sini, tapi ia tidak segalau Raga.
"Anaknya udah enak, tidur pulas sama opa dan omanya, kamu malah gak tenang" kata Athena.
"Atau aku jemput aja kali yah?"
Tangan Athena refleks menepuk lengan suaminya.
"Ngawur deh"
"Kamu sih gak tahu gimana galaunya aku. Biasanya main dulu, terus minumin susu, nemanin bersih-bersih, lalu kelonin kakak, habis itu cium terus ngucapin selamat malam. Malam ini beda, kakak sama oma opanya" curhat Raga.
"Ini baru rumah oma opanya lho, jaraknya juga gak jauh-jauh amat. Gimana nanti kalau anaknya besar, terus minta sekolah di luar, atau nikah, terus gak tinggal sama kamu lagi"
"Kakak aku kurung di rumah aja, temanin kamu. Biar aku dan Aidan yang cari uang"
"Kasihan anak aku, papanya super posesif" lirih Athena.
"Seandainya ada cara untuk menghentikan waktu, aku pasti gunain sekarang. Aku gak rela lihat anak-anak tumbuh dengan cepat, terus ninggalin kita"
Athena memeluk suaminya.
"Anak-anak adalah titipan, Ga. Kita hanya perlu berusaha keras memberikan segala hal terbaik yang kita bisa kepada mereka. Mereka mutlak milik sang pencipta" ucap Athena.
Raga mencium kening istrinya.