Athena

Athena
Kota C



Pagi sekali Athena akan terbangun kemudian berolahraga sebentar, barulah setelahnya ia membangunkan Ayra kemudian bersih-bersih sebelum berangkat ke kantor. Untuk sarapannya, di rumah ini ada dua orang yang bertugas memasak, 2 orang yang bertugas bersih-bersih rumah, dua orang bertugas di taman dan tentu saja ada Min, Run dan Ram. Ram bertugas untuk mengawal Ayra hingga menjadi supir untuk bocah itu.


"Selamat pagi, dek!" sapa Athena saat melihat Ayra sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Selamat pagi, kakak!" Ayra membalas sapaan kakaknya.


Di depan merek sudah terhidang bubur ayam kesukaan Athena dan Ayra.


"Ayra udah ada teman belum di sekolah?" tanya Athena.


"Udah dong kak" jawab Ayra antusias.


"Wah hebat nih adiknya akak The, udah bisa bersosialisasi dengan cepat" Athena mengelus rambut adiknya.


"Rambutnya mau dimodel bagaimana?" tanya Athena sambil memegang sisir di tangannya.


"Mau kepang aja, kak" jawab Ayra.


Menata rambut Ayra sudah menjadi rutinitas pagi bagi Athena selama mereka hidup di kota C.


Athena mulai mengepang rambut adiknya yang sudah panjang hingga nyaris sejajar dengan pinggang anak itu.


"Udah, dek" beritahu Athena.


Ayra berlari kecil menuju cermin yang tertempel di meja make up.


"Thank you, kak" ucapnya


Athena mengangguk.


"Ayo, bentar lagi udah jam 7 lho. Ram udah nungguin di depan"


Ayra kemudian menggendong tasnya, tak lupa mencium punggung tangan kakaknya.


Setelah mobil yang membawa Ayra tidak terlihat lagi, Athena kembali masuk ke rumahnya untuk bersiap-siap ke kantor. Athena bekerja di salah satu cabang perusahaan property milik Daddy nya sebagai staf biasa. Tidak banyak yang mengetahui identitasnya sebagai anak dari pemilik perusahaan. Sehari-hari pun ia berangkat naik motor, sementara Min mengikutinya menggunakan mobil.


"Selamat pagi, The" sapa seorang lelaki.


"Selamat pagi, pak Andika" balas Athena.


Athena sedang menunggu lift untuk sampai di lantai 3 gedung ini.


Andika adalah kepala divisi tempat Athena bekerja. Ia cukup terkenal dikalangan staf perempuan di kantornya karena memiliki wajah yang cukup tampan dan juga tubuh yang proporsional.


"Datang sendiri?"


"Iya, pak" jawab Athena sopan.


Pintu lift terbuka, mereka kemudian memasuki lift.


Kehadiran Athena di perusahaan menjadi buah bibir para karyawan. Ia terkenal karena kecantikannya juga kecekatannya dalam bekerja. Melihat Athena bersama Andika tentu saja menjadi pemandangan yang membuat para karyawan iri. Ketampanan dan kecantikan mereka membuat orang-orang berpikiran terlalu jauh.


"Saya duluan, pak" pamit Athena.


Ruangan Andika berada tepat di ruangan Athena yang terdapat 3 meja kerja.


"Selamat pagi!" sapa Athena sebelum menarik kursi kerjanya.


"Morning too The" balas Yudhana.


"Tadi udah datang, turun bentar beli kopi" beritahu Yudha.


Athena mengangguk mengerti. Jam kerja dimulai jam 9 pagi, tapi semua karyawan harus datang 30 menit sebelum jam kerja.


Pintu ruang kerja Athena kembali terbuka, Hana masuk sambil menenteng paper bag kecil yang berisi 3 cup kopi.


"Thanks, Han" ucap Athena saat Hana meletakkan segelas kopi di depannya.


"Urwell" Hana duduk di kursi kerjanya sambil mengotak atik komputernya.


"Orang-orang di cafetaria pada ngomongin Lo dan pak Andika" Hana memulai profesi keduanya hari ini, yaitu membawa berita.


"Pada ngomongin apa?"


"Katanya kalian tadi ngobrol gitu" jawab Hana.


"Bukan ngobrol sih, lebih ke saling menyapa aja sambil nunggu lift" Athena meluruskan.


"Lagian sih ada-ada aja mereka.Kayak gak ada kesibukan lain aja" Yudha menimpali.


"Namanya juga orang-orang" ucap Hana.


"Gak usah ditanggepin, The" kata Yudha.


"Thanks ya udah baik banget sama aku"


Yudha dan Hana mengangguk mendengar ucapan Athena.


Pukul 4 sore, Athena dan kedua temannya sudah bersiap-siap untuk pulang.


"Berkas-berkas nya sudah siap?" tanya Andika


Semuanya menghentikan kegiatannya masing-masing.


"Udah, pak" jawab Yudha.


"Baiklah, kalian boleh pulang" kata Andika kemudian meninggalkan ruangan bawahannya.


"tumben tanya-tanya" kata Hana pelan.


Athena hanya mengedikkan bahunya acuh.


"Lo naik motor kan The?" tanya Hana.


"Iya, kenapa?"


"Gue boleh nebeng gak sampai pertigaan depan?"


"Boleh. Ayo"


"Tunggu gue juga lah" Yudha berjalan diantara dua teman satu devisinya.


Athena membonceng Hana hingga pertigaan, kemudian melanjutkan perjalanannya hingga sampai di kediaman milik sang opa.


Athena tadi menerima pesan dari Jake, jika Ayra sedang berada di rumah Brian. Ini adalah akhir pekan, berarti Jake berada di samping sang anak meskipun hanya dua hari. Bukan hanya sekali dua kali Jake meminta agar Ayra ikut bersamanya, tapi berkali-kali. Namun hasilnya tetap sama, Ayra ingin selalu berada di dekat Athena. Anak kecil itu bahkan ikut pindah ke kota C saat tahu kakaknya akan bekerja di kota ini.


Athena membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum merebahkan dirinya di kasur king size miliknya.