
Setelah bersih-bersih sebentar, Athena keluar dengan wajah yang berseri-seri. Ia memegang ponselnya di tangan kirinya.
"Akak Theee" teriak para bocah perempuan saat melihat Athena. Athena terkekeh. Bocah laki-laki hanya menoleh sekilas kemudian kembali bermain bola dengan Eros, Wildan, Darren, Kevin dan Raga.
Ayra dengan cepat berjalan menuju Athena. Anak paling mini itu memeluk lutut Athena.
"Wah, ada Ayra juga" kata Athena.
Ayra tertawa.
Setelah puas bermain, masing-masing mengambil air mineral gelas yang tadi dibeli Kevin di pertigaan depan sekolah. Harganya tentu tidak sama dengan di kota.
"Udah puas mainnya?" tanya Eros.
"Belum" jawab bocah laki-laki serempak.
"Jadi lanjut babak kedua nih?" tanya Wildan.
"Iyaaa" jawab mereka lagi.
Para lelaki remaja juga para bocah laki-laki kembali melanjutkan permainannya.
"Akak The udah mau balik yah?" tanya yang rambutnya kikis, tapi sekarang sudah sebahu.
"Iya, sayang." jawab Athena.
"Gak kesini lagi?" tanya anak lain.
Athena tersenyum.
"Kakak gak bisa janji akan kesini lagi atau nggak, tapi kalau kakak ada waktu luang dan keadaaan memungkinkan, kakak pasti bakal kesini lagi" jawab Athena.
"Kalian yang semangat belajarnya, yah. Yang rajin ke sekolahnya." pesan Athena.
"Nanti kalau aku udah besar, udah punya uang, aku akan ke rumah akak The" kata yang rambutnya sudah sebahu.
"Wahh, hebat nih" Athena mengacak pelan rambut anak itu.
"Aku juga"
"Aku juga"
"Aku juga"
Mereka bersahut-sahutan. Athena senang mendengarnya.
Ayra menarik pinggir baju The.
"Iya uga" katanya pelan.
Athena tersenyum.
"Kakak tunggu lho yah" kata Athena.
Mereka semua mengangguk.
"Mau liat adik-adiknya kakak nggak?" tanya Athena.
"Mau"
"Mau"
"Mau kak"
jawab mereka semangat.
Athena lalu melakukan panggilan video call ke Nevan. Tadi ia sudah janjian dengan si kembar juga. Saat videonya sudah terhubung, tiga orang remaja tampan melambaikan tangannya.
"Halo" sapa Athena.
"Mereka udah datang?" tanya Arvin diseberang sana.
"Udah, ini"
"Ayo adik-adik bilang halo kakak" kata Athena.
"HALO KAKAK" teriak para bocah perempuan dengan kompak.
"Gemesnya" ucap Arion.
"Bawa pulang akak The" kata Nevan seenak jidat.
Athena terkekeh mendengar ucapan ngawur adiknya.
"Nanti mamanya pada nyari yah dek yah?" tanya Athena pada anak-anak.
"IYAA" jawab mereka serempak.
"Kak, paket Snack nya udah tiba kan?" tanya Arvin.
"Udah. Tadi sekalian para om" jawab Athena pelan.
Ketiga remaja tampan itu mengangguk.
"Seru banget kayaknya" ucap seseorang dibelakang The.
Prang
Ponsel Athena terjatuh.
"Sorry, The. Gue gak tahu Lo kagetan" kata Darren sambil mengambil ponsel Athena.
Athena tentu saja tidak kagetan, ia hanya takut seseorang melihat dengan siapa ia melalukan panggilan video call.
"Nggak apa-apa, Wil" Athena terkekeh kecil setelah sadar dari kagetnya.
"Tapi hp Lo jatuh. Nggak nyala juga" kata Wildan yang mencoba menekan tombol on-off ponsel Athena.
"Nggak apa-apa. Santai kok" Athena mengambil ponselnya dari tangan Wildan.
"Yah, udah mati" terdengar lirihan dari anak-anak.
"Maaf, yah adik-adik. Tadi kakak kaget, gak sengaja jatuhin ponselnya. Terus panggilannya mati deh." jelas Athena.
Anak-anak itu mengangguk paham.
"Wahh, pada pinter-pinter ni" kata Athena.
"Wil, udah selesai mainnya?" tanya Athena.
Wildan menepuk jidatnya. Ia jadi lupa tujuannya mendatangi Athena tadi.
"Kata Eros dibagi aja. Bakalan hujan kayaknya"
Athena mengangguk.
"Pada mau hadiah nggak?" tanya Athena.
"Mau mau mau" jawab mereka.
Athena terkekeh.
Anak-anak itu berbaris rapi seperti aba-aba yang Eros berikan.
Athena menggendong Ayra yang enggan jauh darinya.
"Kita kesana yah"
"Iya" oceh Ayra.
Athena tersenyum.
Drone milik Raga sudah mengudara sejak tadi untuk mengabadikan momen ini.
Kevin menyebutkan satu persatu nama yang tertera di sudut paper bag.
"Pada suka nggak hadiahnya?" tanya Wildan.
"Suka" jawab mereka padahal paper bag nya belum di buka.
"Ini buat Ayra yah" Athena memberikan paper bag untuk Ayra pada kakaknya.
Ayra memeluk leher Athena.
"Maacii" ucapnya.
Athena mengelus rambut Ayra.
"Sama-sama, sayang" kata Athena.
"Pada mau foto nggak?" tanya Kevin.
"MAUU" jawab mereka.
Mereka kembali berfoto bersama.
"Kakak dan kakak-kakak yang lain pamit yah adik-adik. Kalian yang rajin belajarnya, semangat sekolahnya. Maafin kami yah kalau kami ada buat kalian kesel" kata Eros.
"Nanti kesini lagi kan?" tanya bocah laki-laki.
"Wah, kami gak bisa janji kalau soal yang ini" kata Wildan.
"Yahh" mereka mendesah kecewa mendengar jawaban Wildan.
"Jangan sedih. Kan tadi udah dapat hadiah." Raga ikut berbicara.
"Iya kak" serempak mereka.
"Kalian boleh pulang. Kakak gak ngusir, tapi langit sudah sangat gelap karena akan hujan." Eros memberi pengertian.
"Yaaah" mereka kembali merasakan kekecewaan.
"Hati-hati yah pulangnya. Kamu bawa Ayra juga hati-hati. Paketnya gak berat kan?" tanya Athena.
kakak Ayra meringis mendengar pertanyaan Athena.
Athena terkekeh.
"Ayra, kakak The pamit yah. Jangan sedih yah, dek" Athena memberi pengertian pada Ayra.
Anak kecil itu mengangguk.
"Ciaci" katanya kemudian tersenyum.
Athena mencium seluruh permukaan wajah Ayra.
"Terima kasih, sayang" ucap Athena.
"Bentar yah." Athena berlari masuk ke dalam kamarnya.
Ia memasangkan sebuah kalung di leher kecil Ayra.
"Kakaknya Ayra, ini hadiah kecil buat Ayra dari kakak. Tolong dijaga yah adiknya, disayang juga. Kalung ini gak bakal terlepas kok dari leher Ayra. Sekali kalungnya dikunci, gak akan bisa terlepas. Kalungnya juga akan membesar seiring perkembangan Ayra" jelas Athena.
Kakaknya Ayra mengusap air matanya.
"Terima kasih, kak" ucapnya.
Athena mengelus rambut anak lelaki itu. Ia kembali mencium pipi Ayra lama.
"Ayra dan kakak pulang yah sayang. Nanti dianter kak Raga"
Kedua bocak itu mengangguk.
"Hati-hati Ga bawa mereka" pesan Athena.
"Siap nona" ledek Raga.
Athena terkekeh mendengar ledekan Raga. Ia melambaikan tangannya, membalas lambaian tangan Ayra dan kakaknya.
Athena mengusap air matanya cepat. Ia tidak ingin terlihat cengeng dihadapan teman-temannya.
"Segitu sayangnya Lo sama bocah mini itu?" tanya Wildan.
Athena mengangguk.
"Rasanya pengen bawa dia pulang ke kota A." jawab Athena.
"Yah jangan sampai The. Ayra juga punya orang tua." kata Kevin.
"Iya, makanya nggak aku bawa beneran."
"Kalung tadi emang didesain seperti itu?" tanya Eros penasaran.
"Iya. Ini seperti kalung aku" Athena memperlihatkan kalungnya yang selalu tersembunyi dalam kerah bajunya.
"Kalungnya kamu pake sejak kapan?" tanya Darren.
"Sejak umur 4 tahun kata mommy" jawab Athena.
"Dan gak perlah Lo lepas?" tanya Wildan ikut penasaran.
Kevin hanya diam menanti jawaban atas pertanyaan teman-temannya yang baru kali ini penasaran tentang barang wanita.
Athena menggeleng.
"Nggak bisa. Kamu coba tarik deh" suruh Athena.
"Nanti leher Lo sakit" kata Kevin.
"Coba aja. Atau Lo coba lepas dari sambungannya"
Wildan benar-benar mencoba melepaskan kalung yang Athena pakai, tapi tidak bisa.
"Susah. Sambungannya terkunci mati gitu." kata Wildan.
"Serius Wil?" tanya Eros.
Wildan mengangguk.