Athena

Athena
Sebuah Keluarga



Hari ini Raga harus kembali ke kantor, tapi sebelum ke kantor nya, ia tentu mengantar Athena terlebih dahulu pulang ke rumah mereka. Drama Vania yang menginginkan Athena dan Anne tinggal lebih lama membuat Raga menghela napasnya, berharap stok sabar yang ia miliki bertambah, mau bagaimana pun Vania adalah ratunya. Athena dengan kelembutan dan kebijaksanaan nya berhasil membujuk Vania agar mengizinkan mereka pulang.


"Mama drama banget" ucap Raga saat mereka sudah dalam perjalanan pulang.


"Mau gimana lagi, Ga. Namanya juga orang tua." Athena memberi pengertian kepada suaminya.


"Waktu kamu nggak ada, mama sampai marahin aku, nggak mau lihat aku di rumahnya. Ehh sekalinya kamu datang, kamu malah di tahan. Aku bingung, yang anaknya mama itu kamu atau aku sih?" curhat Raga.


Athena terkekeh mendengar curhatan suaminya. Benar, tidak semua orang seberuntung dirinya dalam hal keluarga. Sebelum menikah Athena besar dalam ruang lingkup keluarga yang penuh kehangatan, setelah menikah, ia mendapatkan cinta kasih mertuanya.


"pa pa"


"Papanya ngambek yah sayang?" Athena meladeni ocehan Anne.


"Papa nggak ngambek sayang. Papa hanya heran dengan nenek" Raga mengelus kepala anaknya.


Mobil berhenti di depan rumah mereka. Raga turun dan mengangkat tas yang berisi keperluan anak dan istrinya. Setelah itu barulah ia pamit untuk bekerja.


"Aku berangkat yah. Sayangnya papa, papa kerja dulu yah" Raga mencium kening istrinya, tak lupa juga ke dua pipi anaknya.


"Hati-hati" ucap Athena.


Raga tersenyum dan mengangguk. Ia kembali mengendarai mobilnya menuju kantornya.


Athena mendudukkan Anne di atas kereta, sementara dirinya menelpon Min, memberitahukan kepulangannya.


Athena menghela napasnya, ia melihat sekelilingnya, rumahnya tetap terawat selama ini. Lama berpikir, ia memindahkan Anne ke ruang keluarga. Dimana sudah ada karpet tebal yang segala sisinya diberi pelindung, di dalamnya juga ada banyak mainan, tak lupa memberikan empeng pada bayi itu.


"Sayang, mama masak dulu yah. Anak mama main yah di sini" Athena mengelus lembut kepala anaknya.


Anne hanya mengangguk dan bertepuk tangan.


Ruang bermain ini berada di sudut ruang keluarga, spot terbaik bagi Athena agar bisa memantau anaknya dari dapur. Ia masih belum mau memakai jasa baby sitter atau pun tukang masak.


Bersamaan dengan masakannya yang sudah jadi, suara langkah kaki terdengar. Athena dengan cepat berlari memeluk mommy dan daddy nya.


"I miss you so big" ucapnya.


Renal mengelus rambut anaknya.


"Daddy juga sayang"


"Mommy apa lagi" Alda sama senangnya saat Raga memberitahu jika anaknya sudah berada di rumah.


"Ma ma ma" suara anak kecil itu menginterupsi acara lepas kangen antara anak perempuan dengan kedua orang tuanya.


Renal terkekeh. Ia mencium kening Athena, sebelum ikut duduk di karpet bersama cucunya.


"Cucu opa juga kangen yah?" ia tak lupa mencium pipi gembul cucunya.


"Gemesin tahu, mom" Athena terkekeh.


"Mommy dan daddy tunggu bentar yah, The susun makanannya dulu, habis itu kita makan sama-sama" Athena pamit untuk ke dapur.


"Iya sayang" jawab Alda, kemudian ikut bergabung bersama suami dan cucunya.


Beberapa menit kemudian, Athena memanggil agar mommy dan daddy nya segera ke ruang makan. Ini belum cukup siang, tapi Athena merasa lapar. Anne juga belum makan, pagi tadi hanya minum susu.


"Anne sini sayang, mama suapin" Athena mendekatkan kursi bayi milik Anne lebih dekat ke arahnya.


"Daddy aja, The" Renal menahan kursi bayi Anne.


"Nanti daddy terganggu lho makannya" kata Athena.


"Biarin lah, The. Daddy kamu juga mau itu, rindu cucunya kali" Alda menengahi.


Athena mengangguk pasrah.


Suara langkah kaki terdengar buru-buru, semua pandangan melihat ke arah sumber suara, ternyata Ayra sudah pulang sekolah. Langsung saja ia memeluk tubuh kakaknya.


Athena terkekeh, ia mengelus kepala adiknya.


"Adik kakak rindu yah?"


"Sangat rindu" jawabnya.


"Aii aii aii"


Ayra menoleh pada bayi itu, ia tertawa kecil, lalu mendekati anak dari kakaknya.


"Halo baby A" sapa nya.


"Aii"


"Panggil A y r a" suruh Ayra.


"Aiii" oceh Anne.


"Ehh, adik bayi udah bisa manggil aunty kecilnya nih" Renal mengelus rambut putri bungsunya.


"Gemes dad" Ayra mencubit pelan pipi baby A.


"Adek cuci tangan dulu sayang, habis itu makan. Ini kita tungguin"


"Baik, mommy" patuh Ayra.


Ia menyimpan tanya di kursi kosong, lalu menuju wastafel untuk mencuci tangannya dan ikut bergabung dengan yang lain untuk menyantap makan menuju siang.