
Athena baru saja menyandang gelar sarjana hukum. Ia memilih untuk menyelesaikan kuliahnya di fakultas hukum dulu. Athena bisa menyandang gelar SH dalam kurun waktu 3,5 tahun. Untuk jurusan manajemen, ia masih dalam tahap penelitian. Athena berharap bisa menyelesaikan nya juga secepat mungkin.
Semua pihak keluarga merasa begitu bangga saat mengetahui Athena keluar dari ruang sidang dan mendapatkan gelar baru. Meskipun tidak menyaksikan secara langsung, rasa haru bahagia mereka rasakan. Bukan hal yang mudah bagi anak cucu mereka mengambil 2 jurusan sekaligus.
Waktu begitu cepat berlalu. Arvin memilih untuk masuk FK, sedangkan Arion memilih jurusan hubungan internasional. Nevan juga sudah menjadi seorang mahasiswa. Ia mengambil jurusan manajemen, sama seperti kakaknya. Ayra, si mungil juga sudah duduk di bangku kelas 3 SD.
Athena sidang ditemani ketiga orang adiknya juga member Desa Kenangan. Athena keluar dari ruang sidang dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Nevan langsung saja memeluk kakaknya, memberikan buket uang dollar. Arvin dan Arion juga melakukan hal yang sama kepada kakak mereka. Mereka berempat kuliah di universitas yang sama, tanpa ada yang tahu jika mereka adalah seorang Arunika.
"Selamat The" ucap Eros .
"Thanks yah semuanya. Udah nemanin aku sidang hari ini" kata Athena.
"Nggak gratis dong" Kata Kevin yang bahkan terbang dari negara seberang demi menghadiri sidang Athena.
"Bang Kevin perhitungan banget" cibir Nevan.
Kevin hanya mengedikkan bahunya acuh. Satu tahun belakangan Nevan selalu berada disisi kakaknya. Ia bagai seorang bodyguard.
"Ayo, makan siang dulu. Aku yang traktir" ajak Athena.
"Horeee, makan-makan" seru Wildan dan Darren senang.
Tidak sedikit orang yang memandang Athena dengan pandangan iri. Semua perempuan tentu saja ingin berada di posisi Athena. Aldo mundur perlahan saat si kembar mulai kuliah. Arion dengan tegas melarang Aldo mendekati kakaknya. Circle Athena adalah impian para mahasiswa di universitas Arunika. Di kelilingi pria tampan dan berduit dan tentu saja cerdas, itu adalah hal yang membuat orang-orang ingin menjadi seorang Athena.
"Kak The sama bang Raga aja" kata Arvin.
Athena mengangguk. Ia membuka pintu penumpang mobil Raga. Nevan, Arvin dan Arion berada di mobil yang sama. Sedangkan ke empat orang lainnya masing-masing membawa mobil.
"Selamat! Udah jadi sarjana aja sekarang" ucap Raga.
"Thanks, Ga. Makasih untuk selalu berada di samping aku"
Raga mengelus kepala Athena.
"Aku yang harusnya bilang makasih. Makasih udah mau bertahan nunggu aku"
"Nanti wisudanya barengan yah? Atau ujian meja di hari yang sam saja?" usul Athena.
"Boleh deh." Raga setuju.
Sudah 3 tahun berlalu, Raga dan Athena terlihat semakin dekat. Mereka bahkan tidak canggung lagi saling menautkan tangan di depan teman-temannya. Apalagi pasca kejadian di mana Aldo ditatar habis oleh Arion, dengan menjadikan Raga sebagai alasan kenapa Aldo harus mundur dan merasa malu sebagai laki-laki untuk mendekati Athena yang sudah jadi milik Raga. Hari itu nyaris terjadi perkelahian, tapi hanya dengan satu tepukan tangan, perkelahian itu sebatas angan. Orang-orang Arunika lebih dulu berdiri melindungi majikannya. Arion meskipun kocak, ia punya cara tersendiri mengungkapkan kasih sayangnya.
Mereka memasuki AN resto. Tanpa memesan, pelayan di sini sudah sangat hapal makanan kesukaan mereka semua, terutama keempat orang yang sangat mereka hormati.
"Kalau gue sidang, Lo pada juga mesti terbang ke negara sana. " kata Kevin.
"Pas Lo wisuda aja deh" kata Wildan.
"Terserah, yang penting Lo ada dan dalam formasi lengkap" Kevin mengiyakan.
"Raga udah nunggu jadwal sidang, anak teknik apa kabar?" tanya Eros.
"Amanlah." jawab Darren.
"Lagi ngebut juga ini, ayah udah sering mengeluh sakit pinggang" lanjut Darren.
Semuanya terkekeh mendengar jawaban Darren.
"Nevan masih santai yah? Arion juga?" tanya Kevin.
"Cukup santai, bang." jawab Arion.
"Kalau Arvin gak usah ditanya yah" kata Eros.
"Gak usah ditanya, bang. Sibuknya luar biasa" Arvin menimpali.
Kuliah di FK bukan hal yang mudah. Tapi ia satu-satunya harapan sang opa. Kakaknya sudah mengambil jurusan manajemen dan hukum, Arion memilih untuk menjadi bagian dari fakultas sospol, Nevan juga memilih manajemen.
"Nikmatin, Vin" kata Raga.
Setelah makan siang, Athena pulang bersama ketiga saudaranya. Ia langsung saja memeluk Alda yang sedang duduk di sofa ruang keluarga. Tangisnya pecah.
Alda mengusap rambut anaknya, mencoba menenangkannya.
"You did, dear. Athena sayangnya mommy sudah melakukan yang terbaik"
"Kakak nangis?" tanya Ayra yang datang sambil membawa air mineral ditangannya. Tadi Alda mengeluh haus.
"Kakak lagi manja, sama seperti Ayra." Jawab Alda.
Ayra duduk di sisi kiri mommy nya, memeluk lengan sang mommy.
"Tadi kakak keren banget waktu lagi sidang." puji Alda.
Setelah lebih tenang, Athena tidak lagi menyembunyikan wajahnya. Ia malah menyandarkan kepalanya di bahu sang mommy.
"Ini mommy nya kakak" Athena mencoba melepaskan tangan Ayra dari lengan Alda.
"Mommy nya Ayra ihh" Ayra tidak mau kalah.
"Mommy nya Nevan dong." Kata Nevan yang memeluk leher Alda dari belakang.
Alda terkekeh mendapatkan perlakuan manja anak-anaknya.
"Iya, semuanya anak mommy" kata Alda.
Renal datang sambil membawa bucket uang dollar di tangannya. Buket nya lumayan besar, lebih tinggi dari badan Ayra.
"Keren" Ayra bertepuk tangan melihat buket uang yang sangat cantik.
"Kasih ke kakak The sayang" suruh Renal.
Ayra membawa bucket nya dengan susah payah, beberapa kali ia tersandung.
"Buat kakak The" ucap Ayra.
"Wah, terima kasih sayang" Athena mencium pipi Ayra.
Renal mencium lama kening anaknya.
"Selamat, sayang" ucapnya.
Athena memeluk Daddy nya cukup lama, menyalurkan seluruh rasa terima kasihnya.
"Ayra juga mau dipeluk Daddy" ucap anak kecil itu.
Renal terkekeh. Ia membawa Ayra kepelukannya.
"Daddy curang, bikin yang lebih besar" iri Nevan.
"Iya lah. Masa kalah sama anak sendiri" Renal tidak mau kalah.
Alda terkekeh mendengar percakapan sepasang ayah dan anak di depannya.
"Ayra nanti mau jadi apa sayang?" tanya Renal.
"Jadi dokter, seperti uncle Brian" jawab Ayra.
"Wah, keren dong" Renal mengusap rambut Ayra.
✨✨✨
Athena memotret dua bucket bunga yang ia dapatkan hari ini, kemudian menjadikannya insta story. Ia menambahkan kalimat 'Big thanks to my king and prince'
Banyak yang me-replay ceritanya, mengucapkan selamat atas pencapaiannya. Athena berjalan ke meja belajarnya. Ia lalu memberi tanda ceklis pada 'Wish list nya yang sengaja ia tempelkan pada lemari bukunya. Wish list nya ia beri nama "Athena Mahendra Arunika , S. H" .
Hari ini benar-benar menjadi hari yang sangat bersejarah baginya.