Athena

Athena
Just for Ayra



"Regan, pulangnya nanti malam nggak apa-apa kan?" tanya Athena pada anak lelaki itu.


"Nggak apa-apa, kakak." jawab Regan.


"Emang Regan kenapa kak? Kok pulangnya malam?" tanya Ayra.


"Ada dong, rahasia. Anak kecil gak boleh kepo" Athena menggoda adiknya.


Ayra memberenggut lucu hingga mengundang tawa Athena.


"Adek kalau cemberut pengen aku cubit pipinya" kata Tristan.


"Gemesin yah?" Athena mengelus kepala Ayra.


"Iya, kak" jawab Tristan dan Regan bersamaan.


Tidak lama kemudian, Min memasuki rumah sambil menenteng dua paper bag.


"Udah mau gelap, sana kalian mandi dulu. Kan tadi habis sepedaan" suruh Athena.


"Itu baju buat Tristan dan Regan, masing-masing ada kok namanya" kata Athena.


"Terima kasih, kak" ucap keduanya.


"Ayra juga mandi?" tanya Ayra pada Athena.


"Hooh, harus mandi. Ayo, mandi dulu." ajak Athena.


Ayra adalah pribadi yang cukup malas dalam hal mandi. Kadang kalau benar-benar malas, ia hanya mandi saat pagi hari sebelum ke sekolah.


"Masuk gih, pakai baju yang kakak gantung yah" pesan Athena.


"Siap, kakak" ucap Ayra pasrah. Ia kemudian membuka pintu kamarnya dan bergegas membersihkan dirinya.


Setelah mandi, barulah ia memasuki walk in clothes yang ada dalam kamarnya. Ia terkejut saat mendapati gaun berwarna merah muda tepat di depannya.


Ia segera berlari ke kamar kakaknya.


"Kakak" teriaknya di depan pintu.


Athena yang juga baru selesai mandi pun membuka pintunya.


"Kenapa dek?" tanya nya.


Ayra langsung memeluk kakaknya.


"Terima kasih, gaunnya sangat cantik" ucapnya.


Athena terkekeh, ia mengelus rambut adiknya yang masih menggunakan kimono mandi.


"Kalau cantik, yah di pakai dong. Kakak juga belum pakaian ini. Nanti Ayra ke kamar kakak buat rapihin rambutnya" kata Athena.


"Baik, kak. Siap" Ayra terlihat begitu senang,ia berjalan sambil melompat seperti penari balet.


Setelah mengenakan gaunnya, Ayra kembali memasuki kamar kakaknya.


"Mau kayak gimana rambutnya?" tanya Athena.


"Mau kayak princess, tapi rambutnya di kepang" jawab Ayra.


"Baiklah." Athena dengan telaten mulai mengepang rambut adiknya hingga membentuk untaian yang begitu cantik dan rapi.


"You look so beautiful" ucap Athena memuji adiknya.


Ayra melihat wajahnya di cermin, ia benar-benar terlihat seperti princess. Apalagi dengan gaun yang melekat ditubuhnya.


"Thank you so much, akak The" perempuan itu mencium pipi kakaknya.


Athena tersenyum.


"Tunggu bentar yah, kakak rapihin dulu rambut kakak" kata Athena.


Ayra mengangguk. Ia duduk di bibir kasur milik kakaknya sambil melihat kakaknya berdandan.


Setelah semuanya siap, Athena dan Ayra bergegas turun ke lantai 1 rumah. Ternyata sudah ada Raga. Raga mengenakan setelan jas yang warnanya sama dengan Tristan dan Regan.


"Aku kayak lihat bapak dua anak" ucap Athena.


"Aku juga kayak lihat ibu dan anak perempuannya" balas Raga.


Keduanya terkekeh.


"Adik Ayra begitu manis" ucap Tristan.


Regan mengangguk mengiyakan ucapan Tristan.


"Bagas belum selesai?" tanya Athena.


"I'm here, kak. Tadi keasyikan lihat keluarga bahagia dari tangga" kini Bagas yang menjawab pertanyaan kakaknya.


"Ngaco ihh" kata Athena.


"Bagas serius kak. Akak The jadi ibunya, bang Raga ayahnya, dan ketiga krucil ini adalah anaknya. Waaaw, terlihat sebagai keluarga yang sempurna"


"Udah yuk, kita berangkat" ajak Raga.


"Bentar dulu, Bang. Aku fotoin kalian deh" paksa Bagas. Bukan Bagas namanya kalau tidak bisa melakukan hal yang ia inginkan. Ia mendudukkan Raga dan Athena di kursi, sementara Tristan dan Ayra berada di sisi sebelah kiri Athena dan Regan berada di sebelah kanan Raga.


"Yuk, berangkat" kini Bagas yang mengajak setelah berhasil mengabadikan momen malam ini.


Mereka lalu menaiki Limosin yang sama saat Athena berulang tahun.


"Bagas, kamu apa-apa an?" tanya Athena saat melihat grup keluarganya.


"Bagas lagi berbagi kebahagiaan, kak. Lihat saja opa Raka begitu senang. Daddy nya kakak bahkan sudah ngode mau gendong cucu" ceplos Bagas.


"Bagas mah" cemberut Athena.


Raga menepuk pelan pundak Athena .


"Bagas hanya menggoda kamu lho The" katanya.


"Akak The kalau nikah ajak Regan juga yah " pinta anak yang minim bicara itu.


Athena yang mendengarnya jadi terkekeh kecil.


"Okay, boy" ucapnya.


"Jadi kapan bang Raga melamar kakak?" tanya Bagas.


"Udah beberapa bulan yang lalu." jawab Raga enteng.


"Ehh, bener kak?" Bagas tidak percaya.


Athena mengangguk.


Menyadari ada yang tidak beres, Bagas menghentikan rasa ingin tahunya. Ia kembali larut bersama para krucil.


Mobil sampai di depan hotel, ternyata sudah ada Brian dan Brandon yang menunggu.


"Kasian jadi obat nyamuk" ledek Brandon.


"Kasian bener, om. Pengen nangis rasanya jadi penonton keluarga bahagia" ucap Bagas dramatis.


"Cari jodoh sana" tukas Brian.


"Lagi usaha ini, om" kata Bagas.


"Wah, tampan sekali anak ayah" Brian mengelus rambut cepak anaknya.


"Thanks, ayah" ucap Tristan.


"Ayra juga cantik banget, kayak princess" kini Brandon yang memuji kecantikan anak dari saudaranya.


"terima kasih uncle Brandon" ucap Ayra.


"Regan juga sama tampan nya nih. Pokoknya kita semua tampan dan cantik malam ini" kata Brandon.


Menggunakan lift khusus, mereka tidak butuh waktu lama untuk sampai di roof top hotel. Dekorasi yang sederhana namun elegan dapat mereka lihat. Ini hanya untuk seorang gadis kecil yang baru menginjak usia 9 tahun.


"Kok nangis?" tanya Athena.


"Ayra senang, kak." ucapnya.


"Kalau senang jangan nangis dong" Athena mengusap pelan pipi adiknya.


"Ayra berdoa dulu gih" suruh Bagas.


Anak kecil itu memejamkan matanya dan berdoa dalam hati.


Fyuhhh


Lilinnya mati.


"YEAAAAAAY" heboh Athena, Bagas dan Tristan.


"Kita makan dulu yah. Setelah makan baru potong kuenya" kata Athena


"Iya, kakak"


Mereka menikmati hidangan makan malam di atap gedung hotel dengan perasaan bahagia dan rindu. Tidak ada alasan bagi Ayra untuk bersedih, tapi rindunya juga tentu selalu ada.


Ia bertekad, di masa depan ia akan tumbuh menjadi sangat tangguh untuk membalas segala kebaikan yang telah ia rasakan selama bersama keluarga ini. Ia tidak pernah benar-benar merasakan sendiri saat berada dalam keluarga ini. Cinta dan kasih sayang yang ia dapatkan sangat tulus, tanpa tapi juga bukan drama.


"Besok jemput aku boleh?" tanya Athena pada Raga.


"Iya, aku jemput. Pagi atau sore?"


"Menjelang makan siang aja gimana?"


"Boleh." Raga mengelus rambut Athena.


"Nggak sibuk kan?" tanya Athena memastikan.


"Nggak, sayang"


"Yaudah, besok pagi menjelang siang aku tunggu yah. Kamu hati-hati di jalan"


Raga mengecup kening Athena, sebelum meninggalkan gadis itu di teras rumahnya.


Athena melambaikan tangannya sampai mobil Raga tidak lagi terlihat. Ia kemudian memasuki rumahnya. Tadi setelah dinner, Ayra ikut pulang bersama Tristan, Regan, Brian dan Brandon. Sementara Bagas izin untuk pulang lebih malam.