Athena

Athena
Familia



"Udah siap?" tanya Aina.


"Udah, Oma" jawab Athena sambil menggandeng tangan omanya keluar rumah. Lathief sudah duduk di kursi penumpang bagian depan, dekat sopir. Athena dan Aina duduk di di kursi penumpang bagian tengah.


Hari masih gelap. Jam masih menunjukkan angka 05.15 pagi.


"Berangkat sekarang, Run" perintah Lathief.


Run mengangguk.


"Baik tuan" jawab Run sopan.


Run mulai menginjak pedal gas mobil. Min dan Ram berada di mobil lain yang berangkat lebih dulu. Ada dua mobil lain yang mengikuti mobil yang membawa Aina, Lathief dan Athena.


"Gak sabar pengen makan anggur setelah metik dari pohonnya langsung" kata Athena.


"Anggurnya segar yah The, beda gitu kalau udah dimasukin kulkas"


"Iya, Oma"


Athena menguap, ia dengan cepat menutup mulutnya.


Ia mengambil bantal leher yang ada di tempat duduk paling belakang. Ia lalu memasang di lehernya.


"Oma, The ngantuk banget. Gak apa-apa kan Oma ngobrolnya sama opa dulu, sama Min juga?" tanya Athena.


Aina mengelus rambut cucunya.


"Nggak apa-apa, sayang" jawab Aina lembut.


Min tanpa diminta menyetel kursi mobil membentuk bed. Ia juga mengubah tempat duduk Aina menjadi bed.


Athena tertidur setelah meletakkan kepalanya pada sandaran kursi mobil yang tetap lebih tinggi.


Aina menyelimuti cucunya menggunakan selimut kecil yang sudah tersedia di atas mobil. Cuaca cukup dingin saat mobil sudah melewati batas kota.


"Pa, baju rajut nya di pakai" Aina mengingat kan suaminya.


"Iya, ma" kata Lathief. Ia memakai baju rajut panjang yang memang Aina siapkan.


Mobil terparkir rapi di halaman villa. Ada banyak mobil yang berjejer, nyaris menutupi hijaunya rumput di halaman.


"Sayang, bangun" Aina mencium pipi cucunya, membangunkan nya dengan lembut.


Athena membuka matanya secara berlahan.


"Udah sampai, sayang" beritahu Aina.


Athena mengangguk. Ia melilitkan selimut kecil itu dibahunya hingga menutupi tubuh bagian atasnya.


Athena keluar dari mobil, ia melihat sekitarnya. Ada banyak mobil di sini, bisa dipastikan orang-orang yang ada dalam villa juga sangat banyak. Yang ia tahu ini hanya liburan keluarga, hanya ada Daddy, mommy, Nevan, papa Mika, mama Aina, opa dan juga opa.


Aina menggandeng tangan cucunya.


"Kok banyak banget mobilnya?" tanya Athena heran.


"Ayo masuk, lihat siapa aja yang datang." ajak Athena tanpa menjawab pertanyaan cucunya.


"Kakaaaak" tiga anak laki-laki berlari menghampirinya.


Apollo, Revan dan Azka. Revan adalah anak dari Randi dan Inayah, sedangkan Azka adalah anaknya Angga dan Dewi.


"Halo sayang" sapa Athena sambil mengelus kepala Apollo, Revan dan Azka secara bergantian.


"I miss you so much" kata Revan. Yah, Randi membawa anak dan istrinya ke negara D setelah kepergian Erlan dan Priska sekitar setahun lalu.


"Me too" kata Azka yang tak mau kalah.


"Apollo juga " kata Apollo.


Athena terkekeh melihat ketiganya yang masih memeluk pinggangnya.


"Iya. Akak The juga merindukan kalian" katanya.


"Ada apa nih? Kok peluk kakaknya kak Nevan?" tanya Nevan.


"Lepasin lepasin" Nevan melepaskan tangan Apollo, Revan dan Azka dari pinggang kakaknya.


Ketiga bocah itu hanya pasrah saat Nevan melepaskan tangannya. Nevan lalu menggandeng tangan kakaknya memasuki villa.


"Huwaaa" suara tangisan terdengar dari teras villa.


"Nevan, mereka nangis" Athena hendak melepaskan tangan Nevan yang melilit lengannya, tapi tidak bisa.


"Biarin. Biar Om Alex, Om Randi dan Om Angga tahu rasa ngejek Nevan. Pake bilangin manja" ucap Nevan puas.


Athena hanya menggelengkan kepalanya heran. Adiknya ini ada-ada saja.


"Sayaaang" teriak Angel heboh sambil merentangkan tangannya.


"Onty Angel" Athena berseru senang. Ia sudah lama tidak bertemu Angel.


"Oma Dina mana?" tanya Athena.


"I'm here, dear" jawab seseorang dari belakang Athena.


Athena melepaskan pelukannya, ia lalu menoleh ke belakang. Nampak Dina yang terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.


"I Miss you so badly, Oma" ucap Athena.


"Oma juga sangat merindukan The. " kata Dina.


Yah, Dina dan Raka juga memilih untuk tinggal di Turki bersama Angel.


"The sekarang sangat tinggi, lebih tinggi dari Oma" kata Dina.


"Tentu saja Dina. Cucu kita yang satu ini begitu suka mengunyah" kata Aina yang sepertinya baru selesai berganti baju.


"Wah, pantas saja ia sudah setinggi ini." Dina sekali lagi mencium pipi Athena.


Dina dan Aina lalu saling berpelukan, bercipika cipiki.


"The senang lihat dua Oma The secara bersamaan gini." ucap Athena.


"Ohh sayang, kamu manis sekali" kata Dina.


"Cucu perempuan kita memang semanis itu, Dina. Kamu harus tinggal lebih lama untuk melihat sikap manisnya lagi" pinta Aina.


"Seandainya bisa, Aina. Bagas pasti akan ikut tinggal. Anak itu seperti perangko, selalu menempel" kata Dina.


Bagas, anak Rian dan Angel yang sudah berumur 13 tahun.


"Padahal ia sudah sebesar itu" heran Aina.


"Entahlah" pasrah Dina.


Athena melangkah ke dapur. Ia melihat orang-orang berlalu lalang, masing-masing sibuk dengan pekerjaannya. Ia melihat sang mommy sedang mencuci sayur, mama Ivana sedang menggoreng ayam, nampak Dian, Dewi, Inayah dan juga Adel yang sedang sibuk.


"Lho, kapan datangnya sayang?" tanya Dian saat menyadari keberadaan Athena yang sedang duduk di kursi meja bar yang membatasi dapur dengan ruang makan.


Semua mata memandang ke arah Athena.


"Belum lama kok" jawabnya kemudian meringis lucu.


"Anaknya makin cantik, Al" puji Inayah.


"Iya dong, siapa dulu mommy nya" ucap Alda bangga kemudian mengedipkan sebelah matanya ke arah Athena.


Athena terkekeh melihat tingkah laku mommy nya.


"Sarah kemana?" tanya Athena pada Dian.


"Sarah lagi ke rumah kakeknya, sayang. Gak mau ikut sama Tante" jawab Dian.


"Padahal seru kalau lagi liburan gini. Baru berkumpul lagi setelah sekian lama" kata Athena.


"Iya, seharusnya kita semua sering-sering aja ngumpulnya" kata Dewi semangat.


"Ya kali kita semua tinggalnya di kota ini. Kenyataannya mah harus naik pesawat dulu baru bisa tatap muka langsung" kata Inayah.


"Gantian lah. Liburan selanjutnya ke rumah kalian lagi" kata Ivana.


"Nah, bener" Alda mengiyakan ucapan iparnya.


"Butuh bantuan Athena nggak?" tanya Athena lembut.


"Nggak usah sayang. The lihat-lihat aja yah" jawab Dewi lembut.


Athena mengangguk. Ia lalu membuka ponselnya. Ada pesan dari Raga.


Argantara Perdanakusuma


Udah sampai di puncak?


^^^Athena MA^^^


^^^Udah. Beberapa menit yang lalu.^^^


Argantara Perdanakusuma


Pulangnya kapan?


^^^Athena MA^^^


^^^Pekan depan sepertinya. Kenapa?^^^


Argantara Perdanakusuma


Nggak apa-apa. Tanya aja


^^^Athena MA^^^


^^^Raga mulai gj nihh^^^


Argantara Perdanakusuma


Yaudah, lanjut gih. Have fun, Athena


^^^Athena MA^^^


^^^Thank you.^^^


Athena lalu menyimpan ponselnya di meja bar depannya.