
"Dulu opa sering ajak Oma dinner nggak?" tanya Athena.
Mereka masih berada di gedung AR Hotel.
"Sering banget. Kalau Oma lagi gak masak yah makan diluar" jawab Aina.
"Kan ada mbak"
"Beda lah sayang masakan istri sama Mbak." ucap Lathief.
"Iya deh opa" kata Athena.
Sebuah alunan piano terdengar dari meja sebelah. Pintu kembali terbuka, terlihat Alda yang membawa sebuah kue yang berukuran 30x30 cm di tangannya, Renal juga ikut berdiri di samping Alda.
Teriakan terdengar,
"HAPPY LEVEL UP DAY" orang-orang bertopeng itu berjalan menuju meja Athena.
Lathief dan Aina terkekeh mendengar ekspresi bingung dari cucunya.
"Berdiri gih. Hari ini kan The ulang tahun" Aina membantu Athena berdiri dari duduknya.
Ayra bertepuk tangan senang, ia sudah berdiri di samping mommy nya.
"Sadar kak" Nevan membuka topengnya, ia kemudian mencium pipi kakaknya.
"Selamat ulang tahun" Arvin kini yang memberikan kecupan di pipi sang kakak. Arion dan Bagas juga melakukan hal yang sama.
"Tiup lilinnya dulu sayang" ucap Alda lembut.
Athena memejamkan matanya sejenak, meminta segala hal yang baik untuk dirinya dan untuk orang-orang yang ia cintai.
Fyuhhh
Lilinnya mati.
Alda menyimpan kuenya di atas meja, ia kemudian memegang kedua pipi anak pertamanya.
"Semoga kakak sehat terus, diberikan usia yang panjang, langkahnya selalu diiringi dengan kebaikan dan kebijaksanaan" ia kemudian mencium kening anaknya.
Athena mengusap air matanya.
"Terima kasih, mom" ucapnya.
Kini giliran Renal yang memeluk putrinya.
"Anak Daddy nangis. Daddy gak berharap apa-apa lagi, The udah jadi seperti yang Daddy mau. Sayang terus yah sama Daddy"
Athena mengangguk mendengar permintaan Daddy nya.
Mika tertawa lebar saat Athena melihat ke arahnya.
"Anak papa yang paling cantik" ucapnya sambil membuka lebar kedua lengannya, menyambut Athena masuk ke dalam pelukannya.
Athena terkekeh.
"Miss you so badly, papa" ucapnya.
Mika mencium kening Athena.
"Papa juga rindu sekali."
"Mama juga rindu" Ivana ikut memeluk Athena.
Lathief merangkul pundak Aina. Mereka saling bertatapan.
"Tidak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan berkumpul bersama anak dan cucu" ucapnya.
"You did, sayang. Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan yang begitu besar ini ke dalam kehidupanku" kata Aina lirih.
Lathief mencium kening istrinya.
"Udah yuk duduk dulu. Ayra, sini duduk di samping kakak Arion" Arion memanggil Ayra.
Ayra menurut. Ia duduk di sampingnya Arion.
"Potong kuenya gih, akak The masih nangis soalnya." suruh Arion seenak jidat.
Ayra mengambil pisau kuenya, kemudian mulai memotong kuenya.
"Dek, bagian kak Nevan banyakin yah" pinta Nevan,ia ikut berdiri di sisi lain Ayra.
"Yang ulang tahun siapa yang potong kue siapa yang makan kue siapa" seloroh Bagas tapi tetap mencolek krim kuenya.
"Fix sih, hanya Arvin yang waras" kata Mika.
"Kalau dokter memang harus waras, om. Kalau pengusaha kayak kita-kita mah perlu geser dikit biar tetap waras" Bagas menimpali.
Renal dan Lathief terkekeh mendengar ucapan Bagas.
"Kak Arvin potongan besar atau yang kecil?" tanya Ayra.
"Yang sedang aja, dek" jawab Arvin. Ia baru mendekat saat Ayra menyebutkan namanya.
"Papa nggak di panggil?" tanya Mika saat semua anak laki-lakinya sudah mendapatkan jatah kue.
"Papa juga mau?" tanya Ayra balik.
Mika mengangguk.
"Daddy mau nggak?"
Renal mengangguk.
"Opa?"
"Potongannya yang kecil aja, sayang" jawab Lathief.
"Ayra gak makan kuenya?" tanya Ivana.
"Nanti, mama. Ayra yang terakhir, yang lain dulu" jawabnya.
Ia masih sibuk memotong kue untuk Aina, Alda, Athena dan Ivana.
"Kok adek yang potong sih?" tanya Alda.
"Akak The tadi masih nangis. Bang Arion udah lapar, makanya disuruh potong" jawab Ayra lancar.
Alda terkekeh mendengar jawaban anaknya.
"Terima kasih, sayang" ucap Aina saat Ayra memberikannya potongan kue.
"Sama-sama, Oma" jawab Ayra.
Anak kecil itu lalu memberikan kue yang potongannya paling besar kepada Athena.
"Akak The, selamat ulang tahun. Semoga makin sayang dan selalu sayang sama Ayra" ucapnya.
Athena terkekeh mendengar ucapan Ayra. Anak itu kini lebih cerewet.
"Terima kasih, sayang"
✨✨✨
"Idenya siapa ini?" tanya Athena.
"Opa" jawab Arion dan Nevan kompak.
"Opa niat banget" ucap Athena.
Mereka sudah kembali ke rumah. Lathief dan Aina sudah beristirahat. Begitu pun Mika dan Ivana. Sementara Renal dan Alda masih berada di kamar Ayra. Tersisa si kembar, Nevan, Bagas dan Athena.
"Mau kado apa kak?" tanya Bagas.
"Gak minta apa-apa lagi. Bagas udah banyak membantu kakak" jawab Athena.
"Maaf yah kak, secepatnya Nevan akan ambil alih apa yang bisa Nevan kerjakan" ucap Nevan.
Athena tersenyum. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Nevan yang kebetulan duduk di sampingnya.
"Nggak usah buru-buru. Nevan juga ada pekerjaan lain. Orang-orang kita juga sudah cukup"
"Kalau kuliah aku juga selesai, aku juga pasti bantuin kakak kok" Arvin ikut berbicara. Hanya dia yang butuh waktu lama untuk menyelesaikan kuliahnya.
"Kalian belajar yang baik aja. Selesai kan studi nya dengan baik, gak perlu terburu-buru. Masing-masing bada waktunya kok" Athena memberikan wejangan kepada ketiga adiknya.
Min datang sambil membawa kotak di tangannya.
"Buat nona Athena" katanya.
"Terima kasih, Min" ucap Athena.
"Dari siapa kak?" tanya Arion penasaran.
Athena memperhatikan setiap sisi kotaknya.
"Gak ada nama pengirimnya" jawab Athena.
Ia kemudian membuka kotak itu dihadapan adik-adiknya. Ada sebuah kartu ucapan dan juga sebuah gaun.
Dengan tangannya yang lincah, Bagas mengambil kartu ucapannya, kemudian membacanya dengan suara yang tak santai.
Happy birthday my favorit human.
See you next weekend.
nb: Pakai gaun yang ada dalam kotak
"Asiiik, surat dari yang terkasih" Bagas mulai mengeluarkan bakatnya.
"My favorit human, what a sweet sentence" Arion juga beraksi.
Athena hanya menggelengkan kepala heran.
"Udah yah, good night!" sarkas Athena. Ia tak lupa mengambil kartu ucapan yang ada ditangan Bagas. Ia kemudian berlari kecil menuju kamarnya. Ia segera mencari ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Raga.
^^^Athena MA^^^
^^^Thanks so much, my fav person^^^
Argantara Perdanakusuma
Udah sampai paketnya?
^^^Athena MA^^^
^^^Paketnya tiba beberapa menit yang lalu, tuan.^^^
^^^Min yang bawa.^^^
Argantara Perdanakusuma
Min memang bisa diandalkan.
Selamat bertambah usia, soon to be Mrs. Perdanakusuma.
^^^Athena MA^^^
^^^Terima kasih Mr. Perdanakusuma^^^
Athena kembali menyimpan ponselnya setelah membalas pesan Raga. Ia merasa sangat senang hari ini, keluarganya datang ke kota ini dan merayakan ulang tahunnya. Meskipun ia sendiri juga lupa akan hari ini.