Athena

Athena
A mom of 2 Childs



Ada beberapa hal yang berubah dari rencana Athena selama 2 tahun terakhir. Misalnya, ia berencana untuk tinggal di pulau Athena hingga Aidan berusia 5 tahun, tapi realitanya, ia malah kembali hidup di kota ini dengan usia Aidan yang masih dua tahun lebih. Dan masih ada beberapa rencana lainnya yang tidak sempat ia realisasi kan.


Kepergian para tetuanya seolah menyadarkan kembali kepada mereka bahwa yang direncanakan tidak selalu berujung pada kenyataan. But overall, Athena tentu menjalaninya dengan sepenuh hati. Kembali hidup di kota A juga bukan sesuatu yang merugikan, ia akan hidup bersama kedua orang tuanya, bersama mertuanya, menemani mereka menghabiskan masa tuanya bersama sang cucu.


Mika dan Ivana memilih untuk menenangkan diri di pulau RelFath. Pilihan itu dibuatnya setelah 6 bulan Lathief dan Aina pergi. Mereka berkunjung ke kota A jika ada keperluan, seperti saat resepsi Arvin kemarin, saat Alda merengek merindukan kakaknya atau Ivana yang merindukan Ayra.


Nevan dan Arion betah berlama-lama di pulau masing-masing. Mereka benar-benar menjadi incaran para gadis dan juga para pengusaha untuk menjadikan mereka berdua sebagai relasi kerja, jika beruntung mereka tentu berharap lebih untuk menggaet salah satu dari mereka menjadi menantu.


Athena sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk suami dan kedua anaknya. Suaminya akan bekerja, Anne akan ke sekolah dan Aidan akan ke preschool.


Raga turun dari tangga sambil menggandeng tangan kedua anaknya. Aidan akan selalu berada di sisi sebelah kanan papanya, sementara Anne akan berada di sisi kiri papanya.


Anne dan Raga sudah tentu rapi dengan seragamnya masing-masing. Sementara Aidan masih dengan piyama tidurnya.


"Selamat pagi para kesayangan mama" sapa Athena saat melihat ketiga kesayangannya sudah memasuki area dapur.


Menu untuk sarapan sudah tertata di atas meja. Tiga porsi bubur ayam dan beberapa lapis roti dengan isian daging.


Raga membantu Anne dan Aidan untuk duduk di kursinya masing-masing. Sementara Athena menuangkan susu untuk dua anaknya.


"Sarapan yang pinter yah" ucap Athena.


"Siap, mama" kompak Anne dan Aidan.


"Sarapannya jangan lupa dihabiskan" Kini Raga yang mengingatkan.


"Iya, papa" hanya Anne yang menanggapi, karena Aidan sudah asyik makan meskipun masih belepotan.


Menjadi orang tua dengan 2 anak balita yang umurnya berdekatan selalu punya seninya sendiri. Ada perasaan tersendiri yang akan Athena dan Raga kenang suatu hari nanti. Apalagi jika keduanya sama-sama sedang tantrum, rasanya Athena akan ikut menangis melihatnya.


Setelah sarapan, Athena lebih dulu menguncir rambut Anne yang tadi masih tergerai. Setelah selesai, barulah ia mengantar suami dan anak pertamanya hingga di teras rumah.


"Bekalnya nanti dimakan yah kak, papa juga" pesan Athena.


"Siap, mama" kompak Raga dan Anne.


Anne mencium punggung tangan Athena, lalu memeluk adiknya yang berdiri di samping mamanya.


"Kakak sekolah dulu yah ma, dek" pamitnya.


Kini gantian Athena yang mencium punggung tangan Raga, diikuti Aidan.


"Hati-hati di jalan." pesan Athena.


Raga mencium kening istrinya, tak lupa juga mencium pipi jagoannya.


"Bubay pa, ka" Aidan melambaikan tangannya pada mobil yang akan mengantarkan papa dan kakaknya menuju tempat tujuannya masing-masing.


Setiap hari sekolah, Raga akan berangkat bersama Anne. Raga tentu mengantar anaknya terlebih dahulu ke sekolah sebelum ia sendiri ke kantornya.


Anne mencium punggung tangan Raga.


"Kakak sekolah dulu pa" ucap anak kecil itu.


Raga mencium kening anak perempuannya, sebelum turun dari mobil untuk mengantarnya hingga ke pintu kelas.


"Yang pinter yah sekolahnya." pesan Raga


Raga terkekeh mendengar ucapan anaknya. Ia melihat hingga Anne duduk di kursinya, barulah ia sendiri meninggalkan sekolah Anne dan melanjutkan perjalanannya menuju kantornya. Kegiatan ini adalah rutinitasnya setiap hari sekolah. Ia akan. melakukan segala hal terbaik yang bisa ia upayakan untuk kepentingan istri dan anak-anaknya. Hal ini tentu tidak akan terulang di masa depan, anak-anaknya akan tumbuh besar dan bisa melakukannya sendiri.


Sementara di rumah, ia sedang memandikan Aidan. Preschool tempat Aidan sekolah mulai agak siang. Athena akan mengantarkan Aidan ke preschool dan menunggu hingga anaknya pulang, kemudian ke sekolah Anne dan kembali menunggu di sana hingga Anne selesai dengan proses belajarnya. Sama seperti Raga, Athena tentu akan melakukan segala cara terbaik untuk anak-anaknya. Ini tentu tidak terulang. Selagi anak-anak masih kecil, masih bergantung kepada mereka, mereka tentu dengan senang hati memberikan yang terbaik.


"Koya temu man" oceh Aidan yang duduk di kursi yang letaknya sebelah pengemudi.


"Iya, ke sekolah. Ketemu teman yah dek yah" Athena menanggapi ocehan anak laki-lakinya.


Jam 10 pagi, Athena sudah berada di sekolah Anne. Aidan berada di sekolah hanya 75 menit.


"Ta Ann" teriak Aidan saat melihat kakaknya keluar dari pintu kelas.


Senyum Anne merekah melihat mama dan adiknya. Anak kecil itu selalu merasa senang jika dijemput oleh keluarganya.


"Halo dek, mama" Anne mencium sekilas pipi adiknya sebelum mencium punggung tangan mamanya.


"Anak mama pinter nih" Athena mengelus kepala anaknya menggunakan tangannya yang bebas, karena sebelahnya lagi menggenggam tangan kecil Aidan.


"Puyang" ajak Aidan dengan semangat.


"Baiklah, mari kita pulang" Athena masing-masing menggandeng tangan anaknya.


A mother of two children, begitu orang-orang akan menyebutnya.


Setelah sampai di rumah, Athena tentu saja membantu kedua anaknya untuk berganti pakaian, lalu membawa anaknya ke sudut ruang keluarga yang terdapat Playground mini. Ada beberapa jenis mainan di dalam sana. Athena tentu tak lupa memberikan snack kesukaan kedua anaknya.


"Kak, tolong yah jagain adiknya. Mama mau masak dulu" ucap Athena.


"Iya, mama"


"Adek, yang pinter yah mainnya, kakaknya di sayang"


"Ya ma"


Setelah mendengar jawaban kedua anaknya, barulah Athena beranjak meninggalkan ruang keluarga dan berjalan menuju dapur. Di dapur ia tentu masih bingung untuk menentukan menu hari ini. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ia tentu dilanda kebingungan untuk menentukan menu tiap hari. Ia harus pintar-pintar dalam menentukan menu, berharap para penghuni rumahnya tidak bosan dengan masakannya.


Pilihan Athena jatuh pada ayam mentega. Tapi tetap memasak sup sebagai pelengkap juga untuk Aidan. Pencernaan Aidan belum bekerja secara maksimal. Sedangkan Anne, belakangan ini ia bisa mencicipi apapun yang tidak terlalu keras dan juga tidak pedas.


"Nenek" seruan dari anak-anaknya membuat Athena menoleh. Ia berjalan ke depan dan melihat mertua perempuannya sedang berkunjung.


"Mama" Athena dengan cepat menjabat tangan Vania, tak lupa mencium punggung tangan nya.


"Sayang" Dengan lembut Vania mengelus rambut menantunya.


"Kesini nya sama siapa, ma?" Athena celingak-celinguk.


"Mama tadi diantar sopir, sayang. Tapi mama suruh kembali ke rumah. Nanti dijemput papa kok"


"Bentar yah ma, The buatin minum dulu. Sayang, gak boleh yah repotin nenek. Main yang pinter"


"Siap, mama" Anne dan Aidan kembali berseru.


Vania terkekeh.


"Udah, sana. Mama mau main sama cucu-cucu mama."