
Raga, Athena dan Ayra sedang dalam perjalanan ke kota C. Mereka memilih untuk berangkat malam ini, karena besok Ayra akan kembali sekolah, Athena juga kembali bekerja.
"Ngantuk dek?" tanya Athena saat melihat Ayra sudah menguap.
"Iya,kak" jawab anak kecil itu.
"Yaudah, tidur dulu nggak apa-apa. Nanti kakak bangunin" Athena mengelus rambut adiknya.
Ayra menyandarkan kepalanya di dada Athena.
Jam 11 malam, barulah mereka tiba di kediaman Athena. Raga dengan hati-hati menggendong Ayra hingga ke kamar gadis kecil itu.
"Koper aku mana?" tanya Raga.
Ia membawa koper kecil yang berisi pakaiannya.
"Udah di kamar. Kamu ke kamar duluan gih. Aku ke Ayra dulu bentar"
Alih-alih memasuki kamar Athena, Raga malah mengikuti Athena memasuki kamar Ayra. Ia bisa melihat bagaimana lembutnya Athena saat mencium kening Ayra, juga saat mengucapkan selamat malam pada gadis kecil yang sudah terlelap itu.
"Udah?" tanya Raga.
"Ehh, ngikutin?Aku kira kamu ke kamar duluan" Athena menutup daun pintu kamar Ayra, lalu melingkarkan tangannya di lengan Raga.
"Enak banget jadi Ayra, dapat kecupan tiap malam"
"Ehh, Raga mah" Athena memukul pelan lengan Raga.
Raga terkekeh mendapat pukulan pelan di lengannya.
"Kamu bersih-bersih dulu. Aku mau ambil air minum di bawah" kata Athena.
Raga mengangguk, ia mencium pelipis Athena sekilas sebelum perempuan itu meninggalkan kamar mereka.
Raga memeluk Athena dari belakang, ia mengelus perut perempuan itu yang ditutupi dengan piyama.
Athena memegang tangan Raga yang ada di perutnya.
"Kamu kenapa gak nyentuh aku?Aku gak menarik?" tanya Athena.
"Nggak The. Aku pengen banget, tapi tunggu setelah kita resepsi" jawab lelaki itu.
Lelaki mana yang tidak akan tergoda saat berdua dengan perempuan, tidur di kamar yang sama, dan mereka juga tentu dalam status halal untuk melakukannya.
"Nggak bohong kan?" tanya Athena.
Raga membalikkan badan Athena agar menghadap ke arahnya. Ia menggelengkan kepalanya.
"Aku pernah bohong sama kamu?"
Athena menggeleng.
Raga tersenyum, ia mencium sudut bibir Athena, hingga terjadi pertukaran saliva diantara dua orang dewasa tersebut.
"Udah yuk, tidur. Aku takut kebablasan" Raga menyembunyikan wajah Athena di dada bidangnya.
Athena memekuk pinggang Raga.
"Selamat malam" gumam nya.
"Selamat malam juga, sayang" ucap Raga. Ia lalu mencium puncak kepala istrinya.
Ini adalah pagi kedua setelah Athena menjadi seorang istri. Setiap pagi ia akan bangun lebih awal untuk membuat sarapan.
"Kamu nggak apa-apa sarapannya pake bubur ayam?" tanya Athena.
"Ayra kakak yang anterin yah?" tawar Raga.
"Nggak ngerepotin?" tanya Anak kecil itu.
Raga mengacak pelan rambut Ayra.
"Nggak. Kan sekarang Ayra sudah jadi adiknya bang Raga juga"
"Terima kasih, kak" ucapnya.
Ini adalah bagian baru dalam kehidupan Athena dan Raga. Sudah seharusnya mereka saling beradaptasi dengan lingkungan baru. Seperti pagi ini Raga mencoba membiasakan dirinya sarapan dengan bubur ayam, dan akan mengantarkan Ayra ke sekolah, juga mengantarkan Athena ke kantor.
"Pulang nanti bang Raga yang jemput yah. Ayra tunggu nya di depan pos security." kata Raga.
Ayra mengangguk. Ia kemudian mencium punggung tangan Athena dan Raga sebelum turun dari mobil.
"Bye kakak!" Ayra melambaikan tangannya.
Raga kembali menginjak pedal gasnya.
"Habis anterin kamu, aku ke apartemen yah. Siang nanti aku jemput Ayra. Kamu bisa luangin waktu untuk makan siang bersama?"
"Iya, Ga. Kamu jemput aku makan siang setelah jemput Ayra dari sekolahnya." jawab Athena.
"Baiklah sayang. Semangat kerjanya" Raga mencium kening istrinya.
Athena juga mencium punggung tangan Raga dan mengecup pipi Raga sekilas.
"Hati-hati nyetirnya" ucapnya.
Raga mengangguk. Ia melihat Athena memasuki kantornya. Setelah tidak terlihat lagi, barulah ia meninggalkan area kantor istrinya.
"Wehh, pengantin baru nihh" goda Hana.
Athena terkekeh mendengar godaan Hana.
"Selamat menempuh hidup baru, The. Cantik banget kemarin, aku sampai pangling liatny" kagum Hana.
Ya, para sahabat-sahabat Athena tetap bisa melihat proses akad hingga selesai lewat link yang Athena kirimkan kepada mereka.
"Kok gue kayak kenal yah daddy lo?" Yudha bertanya.
"Kenal dimana?" tanya Athena.
"Gue sering lihat deh. Ehh, pak Bagas juga ada disana yah, terus manggil lo dengan sebutan kak" Yudha dan berpikir kritis adalah suatu kesatuan yang tidak terpisahkan.
"Yeuh, rame kali yang ada disana" kata Hana.
"Tapi The, emang lo sedekat itu dengan pak Bagas?"
"Iya, kami dekat. Makanya diundang langsung untuk menghadiri acara akad aku kemarin" jawab Athena.
"Bisa-bisanya lo masuk kerja sehari setelah nikah" takjub Yudha.
"Ya gimana lagi. Kemarin habis hilang kabar 3 pekan, malu lah kalau mesti hilang kabar lagi" ringis Athena.
"Ya kan lo tetap re-sign" timpal Hana.
"Setidaknya aku keluar dengan cara yang baik-baik deh, bukan karena kebanyakan hilang kabar dan SP 2"
Yudha dan Hana terkekeh mendengar ucapan Athena.