Athena

Athena
Mereka Khawatir



"See you next weekend, dear" ucap Renal sambil memeluk anaknya.


"Jaga kesehatan yah" pesan Mika setelah melepaskan pelukannya.


Athena mengangguk. Ia melambaikan tangannya kepada kedua lelaki yang disayanginya.


Min kembali mengantar Athena ke resort yang telah Abraham sewa.


"Udah puas menghilangnya?" pertanyaan pertama yang Athena dapat setelah ia melangkahkan kakinya masuk ke resort.


Athena menghentikan langkahnya.


"Kalau belum puas, sana gih pergi lagi" Raga kembali mengeluarkan bisanya.


"Tenang, Ga" ucap Kevin. Ia menepuk pundak Raga yang duduk di sampingnya. Raga berbicara tanpa melihat Athena, itu tandanya Raga sudah diambang kemarahan.


"Maa maa af" ucap Athena pelan.


"The, duduk" perintah Eros.


Athena duduk di sofa single, hanya itu yang tersisa. Semua orang kini memandangnya, kecuali Raga.


"Lo ingat kata gue semalam?" tanya Eros.


Athena mengangguk.


"Kalau ditanya, jawab" ucap Raga pedas.


"Ingat" jawab Athena pelan.


"Gue bilang apa?" tanya Eros.


"Berkabar terus setiap pindah posisi" jawab Athena.


"Lo udah lakuin itu?" tanya Eros.


Athena mengangguk.


"Aku chat di grup, nulis posisi aku dengan lengkap. Aku bahkan gak pindah posisi selain kesini" jawab Athena tenang.


"Lo nggak lihat jam?" tanya Raga emosi.


"Jam 9 malam" jawab Athena.


"Dan Lo pergi sejak siang hari. Atau kebiasaan Lo di kota A memang seperti itu?" tuduh Raga.


Athena mengangguk.


"Lo nggak baca grup The?" tanya Kevin.


Athena menggeleng.


"Nggak" jawabnya.


Kevin mengangguk.


"Yaudah, sana istirahat. Setidaknya Lo baik-baik aja." kata Kevin menengahi.


Athena mengangguk. Ia lalu berdiri dari duduknya, tak lupa membawa kantongannya yang dari luarnya saja orang bisa menebak harga dari brand tersebut.


Athena mengunci kamarnya. Ia menyimpan Tote bag nya di depan meja make up, kemudian melemparkan dirinya ke kasur. Ia mengusap air matanya yang sempat mengalir. Ini kali pertama ia diteriaki seperti tadi.


Ia lalu membuka ponselnya. Membuka grup Anak Desa.


...ANAK DESA...


16.31 waktu setempat


Eros Widjayanto The, are you okay?


Wildansyah Putra The, lagi dimana?


17.15 waktu setempat


Eros Widjayanto The, pulang jam berapa? Anak-anak udah pada di resort.


Darren Handika Hooh, dimana Lo? Ibu belum pulang. Gue lapar ^_^


19.25 waktu setempat


20.51 waktu setempat


Argantara Perdanakusuma Gak usah pulang sekalian.


Kevin O'Leary Mulutnya Raga.


Darren Handika Raga cuman khawatir. Jangan masukin hati.


Wildansyah Putra Eros gak mau diam, ke pintu terus. Barangkali Lo pulang.


Eros Widjayanto The, u okay?


Percakapan terakhir adalah pertanyaan dari Eros. Ia benar-benar merasa bersalah tidak memperhatikan ponselnya. Ia hanya memegang ponselnya saat berselfie dengan Daddy dan papanya.


Mereka pantas khawatir. Kabar terakhirnya adalah saat ia memberitahukan lokasinya pada teman-temannya. Ia bahkan pulang selarut ini. Mereka pasti sangat khawatir tadi, mereka dibebankan untuk menjaga Athena. Mereka pasti akan dicaci maki jika terjadi sesuatu dengan Athena.


Athena menghirup napasnya lebih lama. Mencoba menenangkan dirinya. Ia berharap keadaan esok hari akan membaik, seperti sedia kala.


✨✨✨


Athena terbangun lebih pagi hari ini, tidak lagi kesiangan seperti kemarin. Dari jendela kamarnya, ia bisa melihat Vania, Diandra, Lana, Wenda dan Windi sedang senam. Sesekali Athena terkekeh saat melihat gerakan Lana yang begitu luwes. Ia lalu mengambil ponselnya, kemudian berjalan ke taman belakang dimana para ibu-ibu sedang senam.


"Ehh, udah bangun sayang?" tanya Vania.


"Udah, Tante." Jawab Athena kemudian tersenyum.


"Sini, The. Senam bareng-bareng." ajak Lana.


Athena menyimpan ponselnya di gasebo, tak lupa melepaskan alas kakinya. Ia benar-benar ikut senam. Ia masih mengenakan celana piyama dan baju kaos, rambutnya di kuncir kuda.


Setelah di rasa cukup, mereka duduk di gasebo. Athena memilih duduk di kursi malas yang tersedia tepat di samping gasebo.


"The, kok matanya bengkak gitu?" tanya Wenda.


Athena mengusap pinggir matanya. Matanya memang seperti itu. Jika ia habis menangis, matanya akan bengkak. Tidak peduli ia menangis hanya sebentar atau lama sekalipun.


"Semalam waktu pulang kelilipan, Tante" jawab Athena.


"Matanya emang sensitif yah?" tanya Lana.


Athena mengangguk.


"Semalam kelilipan, air mata The keluar. Yah jadinya seperti ini" jelas Athena.


Kelima ibu-ibu tersebut mengangguk mengerti.


"Maaf yah, semalam kami pulang larut, gak sempat masakin kalian." ucap Vania.


"Nggak apa-apa, Tante. The juga pulangnya udah jam 9 malam. Habis diajak dinner sama Daddy" kata Athena.


"Syukurlah" Vania tersenyum.


"Tante nggak masak?" tanya Athena.


Mereka semua menggeleng.


"Delivery aja yah. Semuanya pada capek." jawab Windi.


Athena mengangguk mengerti.


"The pamit ke kamar yah, Tante semuanya. Mau bersih-bersih dulu" pamit Athena sopan.


"Kami juga mau bersih-bersih kok. Kalau bisa yah lanjut tidur" kata Diandra.


Athena terkekeh mendengar perkataan Diandra. Ia menaiki tangga yang menghubungkan lantai dasar dan lantai dua. Di ujung tangga, Athena berpapasan dengan Raga.


"Sorry" ucap Raga.


"Seharusnya aku yang bilang gitu. Maaf udah bikin kalian semua khawatir" kata Athena.


Raga mengangguk.


"Sana bersih-bersih" suruh Raga.


Athena bergegas memasuki kamarnya, tak lupa menguncinya agar ia bisa dengan leluasa berbuat semaunya.