Athena

Athena
Silent night



Athena seakan ingat sesuatu. Tasnya yang berisi pakaian Anne masih berada di hotel.


"Pak, tolong ke hotel XXXXX sebentar" ucap Athena.


Raga ingin bertanya, tapi ia tahu diri untuk tidak memancing kekesalan Athena.


Dengan patuh supir yang mengendarai mobil menuju hotel yang disebut kan Athena.


Athena turun dari mobil diikuti Raga yang berjalan di belakangnya. Dengan cekatan Athena merapikan perlengkapannya dan check out dari hotel.


Raga tidak mengira Athena akan memilih untuk beristirahat di hotel ini, padahal ia punya rumah dan hotel keluarganya juga ada. Ia tentu mengacungi jempol untuk istrinya yang tidak meninggalkan jejak. Pulang nanti, ia harus mengucapkan terima kasih kepada Renal karena telah mengirimnya datang ke negera ini, sehingga bisa menemukan kembali istrinya.


Anne sudah tertidur dalam gendongan Athena. Dengan pelan Athena menidurkan Anne di atas kasur. Ia melihat sekelilingnya, kamar ini masih seperti dulu, saat ia masih kecil. Dulu, di waktu libur sekolah, ia dan Nevan akan ikut daddy dan mommy nya untuk business trip, sehingga ia bisa tahu negara ini. Apalagi daddy nya juga memilih untuk menanam aset di sini, jadilah ia beberapa kali menginjakkan kaki di negara ini. Negara ini memiliki daya tarik yang luar biasa, makanya Athena juga ikut membuat rumah sederhana di salah satu kota negara ini.


Pintu kamar mandi terbuka, nampak Raga yang terlihat lebih segar setelah mandi. Padahal ini sudah menunjukkan pukul 12 malam. Athena dengan cepat berdiri, ia menggantikan Raga menggunakan kamar mandi. Mereka harus segera beristirahat karena malam semakin larut.


Setelah selesai bersih-bersih dan mengganti pakaiannya dengan piyama, Athena ikut bergabung di tempat tidur. Raga tidur di sisi kiri Anne, sedangkan Athena membaringkan tubuhnya di sisi kanan Anne. Kecanggungan tentu saja terjadi diantara mereka, lebih tepatnya Raga yang tidak tahu harus bagaimana. Jika kemarin-kemarin dirinya yang diam jika marah, kini Athena lah yang lebih memilih diam.


Athena menutup matanya, satu tangannya memeluk tubuh kecil anaknya. Setelah di rasa aman, barulah Raga mencium kening istrinya dan Anne.


"Sleep well kesayangan papa" ucapnya.


Tangan panjangnya ia gunakan memeluk pinggang Athena.


Athena terbangun saat mendengar suara desisan, ia tentu kaget saat mendapati tangan Raga memeluk dirinya, tapi dengan cepat perhatian nya teralihkan saat melihat Anne yang merengek kecil. Tangan Athena spontan memegang kening anaknya, juga lehernya, suhu tubuh Anne cukup panas.


Dengan pelan Athena melepaskan tangan Raga dari pinggangnya, kemudian menggendong putri kecilnya. Dengan satu tangannya ia berusaha membuat susu, hingga sepasang tangan lain membantunya menuang air panas ke dalam botol susu.


"Kenapa gak minta tolong?" tanya Raga.


"Kamu tadi tidur" jawab Athena.


"Kenapa gak bangunin aku?"


Athena hanya menggelengkan kepalanya, tidak tahu harus menjawab apa. Ia mendudukkan dirinya di sofa, sambil memangku Anne dan menantunya minum susu. Pipi bayi itu sudah berwarna merah jambu, tandanya panasnya cukup tinggi.


Raga memegang kening anaknya, ia merasakan panas pada telapak tangannya. Tanpa di suruh, ia mencari kompres bayi yang selalu Athena siapkan di tas perlengkapan Anne.


Bayi itu masih mendesis. Setelah berhasil meminumkan susu, Athena mendudukkan Anne, barulah Raga menempelkan kompres tersebut di belakang anaknya, juga di kening Anne.


"Kamu tidur gih" ucap Athena.


"Kamu ikut tidur. Coba baringkan Anne dulu" kata Raga.


Tanpa mendebat, Athena kembali ke tempat tidur dan membaringkan tubuh kecil Anne. Ia mencoba menidurkan Anne dengan mengusap kening bayi tersebut, tapi bayi itu enggan tertidur. Ia sedang terkena demam.


"Coba skin to skin aja" ucap Raga.


"Kalau kamu gak mau, biar aku" ucap Raga lagi.


Athena menggeleng. Raga pasti kelelahan, suaminya butuh istirahat. Ia lalu melepaskan pakaian Anne hingga menyisakan popok, kemudian membuka kancing piyamanya.


Sedari tadi pandangan Raga tidak lepas dari apa yang Athena lakukan.


"Kamu baring gih. Bantalnya kalau bisa agak tinggi" katanya.


Athena mengangguk.


"Gini aja?" tanya Raga.


"Iya" jawab Athena. Ia memeluk tubuh kecil anaknya menggunakan kedua tangannya.


Sebelum menutup tubuh bagian belakang Anne dengan selimut, Raga menyempatkan mencium pipi anaknya, yang tentu saja bagian lain juga ikut terkena.


"Ga, tolong deh" tegur Athena.


Raga terkekeh pelan. Ia kemudian mendekatkan bantalnya lebih dekat dengan sang istri.


Raga mencium kening istrinya.


"Kalau capek, bilang. Ntar gantian" ucapnya.


Athena mengangguk.


"Kamu tidur gih" katanya.


Seolah tersihir akan perkataan istrinya, Raga benar-benar tertidur dengan sangat lelap. Bisa jadi juga karena keberadaan Athena di dekatnya. Sudah cukup lama mereka berpisah, tidak tidur bersama. Sekarang mereka bersama dan berada ditempat tidur yang sama, hal itu tentu saja membawa ketenangan dalam diri Raga setelah sekian lama dilanda gelisah karena tidak tahu keberadaan sang istri dan anaknya.


Athena menoleh ke arah Raga. Suaminya masih sama tampannya, hanya saja raut wajah kelelahan tak lepas dari wajah suaminya. Lingkaran hitam yang mengelilingi matanya cukup tersamarkan. Melihat hal tersebut membuat Athena merasakan perasaan bersalah yang sangat besar. Ia belum bisa menjadi istri yang baik. Ia pergi tanpa pamit kepada suaminya. Seharusnya langkah yang ia ambil adalah mereka berbicara dengan baik-baik.


Anne menggeliat di atas tubuhnya, anak itu belum tertidur pulas. Suhu tubuhnya cukup panas, tapi Anne juga kedinginan. Athena berharap langkah skin to skin ini bisa membuat anaknya lebih tenang dan segera tertidur.


Hari sudah pagi, Raga membuka matanya. Pemandangan di depannya benar-benar terlihat sangat indah. Anne tertidur pulas di atas tubuh mamanya sambil menghadap ke dirinya. Kedua sudut bibir Raga terangkat membentuk senyuman. Ia seolah merasa mimpi melihat keberadaan istrinya dan anaknya tertidur di depannya.


✨✨✨


Athena mengucek matanya. Anne sudah tidak lagi berada di dekapannya, mungkin Raga sedang menemani Anne. Matanya tertuju pada jam dinding yang sudah menunjukkan angka 8 waktu setempat, ia ternyata bangun se-siang ini.


Dengan cepat Athena merapikan tempat tidur dan mandi. Ia kemudian melangkah keluar kamar sambil membawa kotak yang berisi 3 botol susu yang belum dibersihkan. Di ruang keluarga ia melihat Raga yang sedang menjadikan pangkuan nya sebagai tempat tidur untuk Anne.


Athena melanjutkan langkahnya ke dapur, ia membersihkan botol susu Anne.


"Kamu udah sarapan?" tanya Athena. Ia berdiri di dekat sofa bed yang ditempati Raga duduk.


Raga menoleh menatap istrinya.


"Belum" jawabnya.


"Tunggu bentar yah, aku akan minta mbak buat bikin sarapannya"


"Kamu aja" ucap Raga.


"Gimana?" tanya Athena.


"Kamu aja yang bikin sarapannya boleh?"


Athena mengangguk mengerti. Ia lalu kembali ke dapur.