
"Ayra tidur?" tanya Raga pada Athena yang sedang berbaring sambil mengusap dahi Ayra. Ke dua perempuan itu sedang berada di kamar pribadi yang ada ada ruangan Raga.
"Iya" jawab Athena. Ia bangun dari tidurnya dan keluar dari kamar pribadi tersebut.
Raga tentu saja mengikuti istrinya.
"Kamu gak istirahat?" tanyanya.
Athena menggelengkan kepalanya.
Raga lalu merebahkan badannya di sofa, menjadit paha Athena sebagai bantalnya.
"Tadi dari mana sebelum ke sini?"
"Nemenin Ayra beli alat lukis di toko Z. Daddy dan Nevan sibuk. Ayra sebenarnya minta Min yang antar, tapi karena aku juga mau kesini, yaudah sekalian aku ajak Ayra. Untung aja Ayra ikut, setidaknya aku nggak sendirian nunggu kamu tadi" jawab Athena jujur.
"Maafin aku yah?"
"Maaf untuk apa?" tanya Athena.
"Maaf karena aku buat kamu nunggu lama" jawab Raga.
"Aku yang salah, gak bilang dulu kalau mau ke sini" kata Athena.
Raga menyembunyikan wajahnya di perut Athena, dan memeluk pinggang istrinya. Tanpa di suruh Athena tentu saja mengusap rambut Raga.
"Nanti pulangnya barengan yah."
"Iya, Ga. Sana kerja lagi"
"Nanti, The. Nyaman juga begini" ucap Raga.
"Yaudah, merem gih. Siapa tahu bisa tidur" kata Athena.
"Terus kamu gimana?"
"Yah aku duduk aja, sambil main ponsel" jawab Athena enteng.
"Aku pinjem pahanya bentar yah" ucap Raga.
Athena membalasnya dengan acakan pelan pada rambut Raga.
Jam menunjukkan angka 4 sore, mereka bertiga bersiap-siap untuk pulang ke rumah.
"Ayra nyenyak banget tidurnya" kekeh Raga.
Ayra menutup wajahnya malu yang mengundang tawa Athena.
"Mau kulineran dulu nggak?" tawar Raga.
"Kamu nggak capek?"
"Kan tadi udah istirahat" jawab Raga.
"Adek, mau jajan dulu nggak?" tanya Athena pada Ayra yang duduk sendiri di belakang.
"Mau kak. Pengen makan pentolan" jawab Ayra senang.
"Oke deh, ayo kita cari jajan" seru Athena.
Raga menjalankan mobilnya menuju tempat kulineran yang sangat terkenal di kota A. Penjual berjejer rapi, saling berhadapan. Masing-masing memamerkan masakannya yang aromanya begitu menggugah selera.
"Jas aku dilepas aja yah?" Raga meminta pendapat Athena.
"Senyaman nya kamu aja." jawab Athena.
Raga melepaskan jasnya, menyisakan kemeja berwarna biru laut yang lengannya ia gulung hingga ke sikutnya.
Mereka lalu berjalan menyusuri penjual jajanan, dengan Ayra yang berada di tengah, diapit oleh Athena dan Raga.
"Pesan minum dulu yah baru lanjut cari kedai pentolan?"
"Iya, kak"
Mereka berjalan menuju stand penjual berbagai macam jus. Athena memesan 1 jus jeruk dan 2 jus alpukat. Barulah setelahnya ia mencari kedai pentolan. Pentolan ini terbuat dari somai yang dibentuk kecil, yang diaduk dengan telur, diberi daun bawang dan juga penyedap rasa, lalu di goreng. Setelah matang, para penikmatnya bisa menambahkan bumbu kacang, kecap dan sambel.
"Pelan-pelan Ra, makannya" tegur Raga saat melihat Ayra yang makan terburu-buru.
Ayra nyengir merasa malu.
"Kebiasaan nih kalau ketemu pentolan suka buru-buru makannya" kata Athena.
"Nggak lagi deh, janji" Ayra mengangkat tangannya yang membentuk huruf V.
Sebelum pulang, Athena juga membeli gorengan untuk mommy dan daddy nya. Tak lupa tahu bulat untuk dirinya.
"Kamu mau apa Ga?" tanya Athena.
"Tahu bulat aja" jawab Raga.
Athena mengangguk.
Mereka bertiga tentu saja menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disana. Seorang lelaki tampan dan dua orang wanita yang sangat cantik.
"Gak ada lagi kan?" tanya Raga.
"Nggak ada, kak. Langsung pulang aja, Ayra rindu mommy" jawab anak kecil itu.
"Kan tadi seharian sama terus. Nganterin Ayra ke toko alat lukis, temanin Ayra belajar, tidurin Ayra terus tadi temanin Ayra jajan." kata Ayra polos.
Athena dan Raga terkekeh mendengar cerocos-an Ayra.
"Aku tadi lihat kak Raga di resto depan toko. Tapi kakak The bilang Ayra salah lihat. Iya sih Ayra pasti salah lihat, kan tadi kak Raga habis kerja" Ayra lagi-lagi mendumel.
"Emang mirip?" tanya Raga.
"Kalau dari samping mirip, kak heheh" jawab Ayra.
"Muka kak Raga berarti pasaran dong yah"
"Mana ada muka pasaran" Athena terkekeh.
Raga menginjak pedal rem nya saat sudah sampai di depan rumah 03.
"Ga, aku mampir bentar boleh? Mau bantuin adek bawa barang-barangnya." tanya Athena.
Raga mengangguk.
"Boleh. Aku bersih-bersih dulu. Habis itu nyusul kamu" jawab Raga.
Athena membuka pintu mobilnya, kemudian turun.
"Terima kasih, kak" ucap Ayra sebelum membuka pintu belakang.
Seperti katanya tadi, ditangan Athena ada 2 paper bag yang berisi alat lukis dan juga buku-buku Ayra. Sementara Ayra membawa gorengan yang dibeli oleh kakaknya.
"Ehh, pantesan tadi siang pamit gak pulang-pulang" omel Alda.
Ayra hanya meringis lucu dan segera memeluk mommy nya.
"Tadi Athena ajak ke kantornya Raga, mom" bela Athena pada adiknya.
"Yaudah, ayo masuk dulu. Udah mau gelap ini" Alda merangkul kedua anak perempuannya memasuki rumahnya.
Di ruang keluarga nampak Renal yang sedang sibuk dengan tab nya . Ia menoleh saat mendengar suara langkah kaki yang lebih dari satu.
"Anak-anak daddy habis dari mana nih?" tanyanya. Ia mencium kening kedua anaknya secara bergantian.
"Ayra temanin kakak The ke kantornya bang Raga, dad. Tadi juga Ayra dianterin buat beli alat lukis" jawab Ayra.
"Maaf yah, tadi kerjaan daddy cukup padat. Ayra sampai repotin kakak" ucap Renal.
"Tidak masalah, tuan. Hamba senang melakukannya" canda Athena yang mengundang tawa Renal, Alda dan Ayra.
"Ini The beli gorengan. Mari kita makaaan" serunya.
"Repot segala, padahal yang di datengin rumahnya sendiri" ucap Alda.
Ia memindahkan gorengannya ke piring yang Ayra ambil di dapur.
"Raga dimana kak?" tanya Renal.
"Tadi kembali dulu ke rumah. Mau bersih-bersih dulu katanya" jawab Athena.
Renal mengangguk.
"Ayra, bersih-bersih dulu sayang. Ini udah malam lho" suruh Alda.
"Siap mom" Ayra celingukan.
"Paper bag nya mana kak?" tanyanya
"Di meja dekat tangga" jawab Athena.
"Terima kasih yah kak" ucapnya sebelum meninggalkan ruang keluarga
"Nevan mana mom?" tanya Athena. Nevan beberapa hari ini belum menampakkan dirinya di depannya.
"Kemarin dulu pamit ke pulau Renalda." jawab Alda.
"Udah mengembara aja dia" ucap Athena.
"Ya mau gimana lagi. Mau nggak mau yah tetap ngurus pulau." kata Renal.
"Pulau Athena gimana, kak? Belum ada rencana buat ke sana?" tanya Alda.
"Raga lagi ada proyek baru, mom. Mungkin setelah itu baru bisa bergerak kesana" jawab Athena.
Raga datang setelah Athena menjawab pertanyaan mommy nya.
"Selamat malam, dad, mom" sapanya.
"Selamat malam, son. Sini gabung makan gorengan" ajak Alda.
"Kamu pegang proyek apa Ga?" tanya Renal.
"Pembangunan apartemen, dad. Yang dekat batas kota" jawab Raga.
"Yang kerja sama dengan Devanka Group yah?"
"Iya, dad" Raga mengangguk.
Renal mengangguk mengerti.