Athena

Athena
I found you



Sepuluh hari berlalu sejak Athena hilang tanpa jejak. Keadaan Raga jangan ditanya lagi, ia sudah menyerupai zombie hidup.


"Raga, jangan lupa istirahat. Daddy gak mau yah lihat kamu sakit" Renal mengunjungi kantor menantunya bersama Alda yang menemaninya.


"The dimana yah dad?" tanya Raga.


Renal menghela napasnya.


"Daddy gak tahu dimana keberadaan anak daddy, tapi daddy yakin kalau The pasti baik-baik saja"


"Iya, tenang saja, nak. Sejauh ini The belum mengirimkan tanda-tanda emergency, itu artinya The dan Anne baik-baik saja" Alda ikut menenangkan menantunya.


"Terima kasih, dad, mom, sudah mengerti Raga. Maaf, Raga belum bisa memberikan kebahagiaan untuk The" ucap Raga tidak enak.


Jika di pikir-pikir, kedua mertuanya seharusnya marah kepada dirinya, sama seperti yang Vania lakukan pada dirinya. Tapi, Renal dan Alda malah kebalikannya. Mereka hanya bertanya apa penyebabnya sehingga bisa begini, kemudian mereka mencoba memahami dan selanjutnya adalah memberikan pengertian kepada menantunya.


"Kamu siap-siap, gih. Daddy sudah mengkonfirmasi keberangkatan kamu." Renal menepuk pundak menantunya.


"Sampai kan permintaan maaf Daddy kepada kolega yang ada di sana. Nevan juga sedang sibuk di Renalda's Island, makanya gak bisa menggantikan daddy. Maafkan daddy yah sudah membuat kamu kerepotan " ucap Renal.


"Tidak masalah, daddy" Raga tentu dengan senang hati membatu mertuanya untuk menghadiri acara jamuan makan malam yang ada di benua sana.


"Kalau begitu mommy dan daddy pamit, yah. Jangan lupa istirahat sebelum menghadiri jamuan nya." Alda mengusap rambut menantunya.


"Iya, mommy. Terima kasih dad, mom" ucap Raga. Ia mencium punggung tangan Renal dan Alda bergantian, kemudian mengantarnya hingga ke depan pintu lift.


Melihat kedua mertuanya sudah di dalam lift, Raga berbalik menuju ruangannya. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya dulu sebelum pulang ke rumah dan bersiap-siap. Pandangannya tiba-tiba terhenti pada bingkai foto yang ada di sudut mejanya, fotonya bersama Athena dan juga Anne saat mereka masih berada di mansion Athena. Ia mengusap bingkai tersebut, kemudian melanjutkan pekerjaannya.


✨✨✨


Dini hari waktu negara X, barulah Raga sampai di kediaman Renal yang ada di sini. Kediamannya tidak jauh berbeda dari rumahnya yang ada di Arunika, megah dan besar, juga berada di kompleks kalangan elite. Ia tentu tidak merasa kesusahan sama sekali, Raga hanya perlu bernapas dan berjalan, karena semua kebutuhannya terpenuhi dengan baik.


Raga akan beristirahat sesuai dengan perintah Renal dan Alda, setidaknya wajahnya akan sedikit lebih berseri saat ia bangun nanti.


Pakaian untuk menghadiri jamuan makan malam bahkan sudah disediakan, ia hanya tinggal menyiapkan badannya untuk mengenakan pakaian tersebut. Setelan jas berwarna biru malam melekat sempurna di badannya yang atletis.


Raga baru tahu jika keluarga istrinya juga menanam aset di negera X ini. Entah seberapa banyak kekayaan yang mereka miliki. Bahkan untuk sekelas Anne saja sudah mempunyai aset yang diberikan oleh keluarga pihak Athena.


Sepatu gelap mengkilap turun dari mobil mewah. Mobil keluaran terbaru yang jumlahnya masih terbatas di bumi. Raga tentu tidak meragukan bagaimana keluarga istrinya bisa mendapatkan nya. Hanya dengan mengedipkan matanya, semuanya bisa berada dalam genggamannya.


Ini adalah kali pertama bagi Raga mendapatkan tugas khusus dari mertuanya. Entah bagaimana bisa, para eksekutif kelas kakap ini bisa mengenalnya, circle Renal benar-benar tidak main-main. Mungkin jika ia kelepasan bercerita di depan teman-temannya, ia akan mendapat pujian tak lupa makian dari Darren si mulut licin.


Raga sesekali tersenyum dan membalas jabatan tangan orang-orang yang menyapa nya. Ia baru tahu jika jamuan makan malam ini adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh para eksekutif ini lewat iuran. Tiap bulan mereka akan menyetor iuran pada orang yang telah dipercaya untuk membuat kegiatan ini.


"Bang Ragaa" panggil seseorang.


Raga menoleh. Kenapa Arion bisa ada di sini dan ia tidak mengetahui nya?


"Kamu juga di sini?" tanya Raga.


Arion mengangguk.


"Di suruh papa" jawabnya.


Raga mengerti.


"Hotel papa"


"Ketebak sih. Kalau gak hotel yah apartemen, atau mungkin rumah" ucap Raga.


Arion terkekeh.


Jam 11 malam acaranya selesai. Raga menawarkan Arion untuk beristirahat di rumah Renal sebelum pulang besok hari, tapi Arion menolaknya dengan alasan ia akan bertemu dengan teman lamanya.


Di gelapnya malam, Raga melihat sekelilingnya. Tidak terlalu banyak mobil yang berlalu-lalang di kota ini. Pantas udaranya masih sejuk, kotanya juga cukup asri meski dilihat saat malam hari begini.


Pandangan Raga terpaku apada seorang wanita yang digendongan nya ada seorang anak kecil.


"Berhenti, pak" ucapnya tiba-tiba.


Mobil berhenti dengan tiba-tiba, Raga dengan cepat keluar dari mobil dan berlari menuju wanita yang ia lihat tadi. Jantungnya berdegup begitu kencang, istrinya ada disini. Langkahnya kian melambat dan berlutut di depan istrinya.


Athena yang sedang meminumkan susu pada Anne, begitu terkejut saat mendapati Raga berlutut di depannya.


"Maafin aku" ucap Raga. Ia menyembunyikan wajahnya di lutut istrinya, posisinya masih berlutut.


"Ga, ayo berdiri" Athena meminta Raga untuk berdiri. Ia tidak ingin menjadi bahan perhatian orang-orang.


Tidak ingin membuat Athena makin marah, Raga berdiri, ia mengusap wajah Anne yang melihatnya.


"Pa pa pa " oceh Anne sambil bertepuk tangan.


Raga terpaku mendengar ocehan Anne. Anaknya sudah bisa memanggilnya papa. Athena tentu sama terkejutnya. Bisa-bisanya Anne lebih dulu bisa memanggil papanya ketimbang dirinya, mamanya.


Raga tersenyum sumringah, panggilan anaknya terdengar begitu merdu.


"Kita pulang yah." ucapnya pada Athena.


Athena mengangguk pasrah. Sudah cukup lama dirinya pergi meninggalkan suaminya. Hatinya juga sudah cukup tenang, makanya ia bisa sampai di pusat kota negara S. Ia sudah berada di tempat ini sejak dua hari yang lalu. Ia meninggalkan rumahnya saat dirinya sudah merasa lebih baik.


"Nona" sapa sang supir.


"Selamat malam, pak" Athena tentu menyapa balik sopir daddy nya jika berkunjung ke negara ini.


Perjalanan pulang ke rumah Renal diiringi dengan ocehan Anne bersama Raga.


"Anak papa pinter nih, udah bisa panggil papa yah sayang yah" Raga menoel pipi Anne.


Mulut Anne terbuka membentuk tawa, rupanya anak itu begitu senang bisa bertemu papanya.


"Rindu sama papa yah" Raga mencium tangan anaknya.


Tawa Anne kembali terdengar.


"Baby A, sayangnya papa" Raga kembali menemani Anne berbicara.


Sejak tadi Athena hanya diam. Ia lebih memilih melihat pemandangan jalan negara X saat malam hari. Entah apa yang akan terjadi nanti, entah bagaimana ia dan Raga akan berinteraksi kembali. Dan yang menjadi pertanyannya adalah kenapa Raga bisa sampai berada di negara apa eksekutif kelas kakap ini?