
Setelah makan malam, mereka turun ke penthouse untuk beristirahat. Masing-masing mempunyai kamar di penthouse.
Setelah mengganti bajunya menggunakan piyama yang bergambar bunga-bunga, Athena membuka ponselnya. Ada file yang Nevan kirim, ternyata foto-fotonya saat pertama kali menerima bunga di bandara juga saat perayaan ulang tahunnya di rooftoop tadi.
Athena memilih satu foto, dimana saat ia akan meniup lilin. Tubuh tegap papanya tidak nampak di foto itu, sepertinya fotografer nya sengaja. Ada satu foto lain yang menampakkan Mika.
athenaaa Daddy said "Selamat berpetualang di usia 15"
ffany OMG, untung buka i* selarut ini. Happy b'day luvv
dwiyah Happy b'day girl who kind hearted ♥️
athenaaa thank u @ffany @dwiyah
Setelah membalas komentar temannya, Athena tertidur. Mungkin karena kelelahan.
Jam sudah menunjukkan angka 8. Semua orang sudah sarapan kecuali Athena, tentu saja. Baru kali ini terlambat bangun.
"Dek, coba cek anak kami di kamar" suruh Aina.
Alda mengangguk. Ia berjalan menuju kamar anaknya. Di daun pintu anaknya tertulis 'Dewi Kebijaksanaan' . Alda masih akan menggeleng heran jika melihatnya. Tentu saja itu bukan kerjaan anaknya, tapi papanya, Lathief.
Alda membuka pintu kamar anaknya menggunakan sidik jarinya. Keamanan penthouse ini tidak perlu diragukan lagi.
Alda berjalan menuju tempat tidur anaknya. Anaknya masih tertidur begitu pulas. Ia tidak akan mengganggunya. Athena akan bangun sendiri. Lagian ini adalah hari libur. Alda memaklumi Athena yang kelelahan, tidur adalah hal yang terbaik untuk mengumpulkan kembali tenaga yang telah terkuras.
Alda kemudian kembali ke ruang keluarga.
"Dia masih tidur, ma" beritahu Athena.
"Mungkin dia kelelahan, ma. Kemarin waktunya habis di perjalanan hingga malam, sampai sini kita rayain ulang tahun dia."
Aina tersenyum mendengar ucapan anak dan menantunya. Kedua orang ini selalu kompak.
"Mama sayang kalian" ucap Aina.
"Kami juga sayang mama" balas Alda dan Ivana kompak.
Para lelaki di keluarga Arunika sedang melakukan olahraga. Lathief yang tubuhnya sudah tidak sekuat dulu lagi bahkan tidak ingin ketinggalan.
✨✨✨
Athena membuka matanya. Tidurnya terasa begitu nyenyak. Matanya terasa berat untuk dibuka. Tidak seperti saat di desa, ia akan bangun saat matahari juga akan mulai terbit.
Athena melihat sekitarnya. Cat kamarnya berwarna putih abu-abu.
'Di penthouse ternyata' ucapnya lirih.
Ia kembali melihat dinding, lebih tepatnya jam yang tertempel di dinding.
"Jam 10 pagi?" entah siapa yang ia tanya.
Ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah mandi, kamarnya sudah rapi. Ia memilih mengenakan rok hari ini, juga baju kaos yang berwarna pink. Matanya terlihat bengkak, mungkin karena tidur terlalu lama. Ia mengurai rambutnya, membuatnya Curly di ujungnya, tak lupa poninya menutup dahinya.
Ia lalu membuka pintu kamarnya. Semua keluarganya sedang berada di ruang tamu.
Semua mata memandang ke arah suara langkah kaki, padahal Athena sudah berusaha melangkah sepelan mungkin.
"Putri tidurnya udah bangun, yah Ren" kata Mika.
"Hooh, nyaman aman tidurnya" Renal ikut menggoda anaknya.
"Putri tidur kesayangan bapak Lathief Arunika" sambung Mika.
"Kesayangan Renaldi Maheswari juga" Renal menyebutkan namanya sendiri.
Athena terkekeh mendengar godaan papa dan daddy nya.
Ia memilih duduk di karpet bersama ketiga adiknya.
"I* akak The rame banget" beritahu Nevan.
"Emang iya?" tanya Athena.
"Iya, ini lihat kak" Arvin mendekatkan ponselnya ke Athena.
"Ehh, banyak yang komentar" kaget Athena.
"Belum buka hp?" tanya Nevan.
"Belum" jawabnya.
"Sana kak, buka hp dulu" suruh Arion.
"Udah berani yah nyuruh kakak sekarang?" tanya Athena dengan ekspresi yang dibuat marah.
"Akak The gak cocok pasang ekspresi begitu. Jatuhnya malah imut, bikin orang tertawa" kata Arvin dengan nada datarnya.
"HAHAHAHA" tawa orang-orang disana meledak mendengar perkataan Arvin.
Athena mengelus rambut Arvin.
"Jadi kakak imut?" tanya Athena.
Arvin mengangguk jujur.
"Baiklah, orang imut ini pamit untuk makan" katanya kemudian berjalan ke dapur.
Athena melihat meja makan. Ada ayam goreng kesukaannya. Ayam yang direbus terlebih dahulu dengan bumbu dan sereh juga kunyit, kemudian di goreng. Juga sambel terasi kesukaannya.
Ia makan sendiri dengan lahap. Tertidur ternyata membuat perut lapar.
Setelah makan, ia ke kamarnya sebentar untuk mengambil ponselnya yang tadi ia isi daya.
Ia membuka aplikasi I* nya, membaca komentar teman-temannya yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Ini baru kali pertama ia mempublikasikan foto dirinya yang sedang berulang tahun. Tentu saja banyak yang kaget, pemilik hari lahir 5 September itu membagikan fotonya meskipun hanya terlihat dari samping.
Ia membuka grup Anak Desa , banyak pesan yang belum Athena baca.
Eros Widjayanto Ohh, The ulang tahun tapi gak ngomong.
Darren Handika Hooh, kita terlihat kayak teman jahat gitu, gak tahu apa-apa tentang The. Mana pisahnya dihari yang sama pula.
Kevin O'Leary Happy birthday koki kamii.
Argantara Perdanakusuma Hppy b'day
Darren Handika singkat amat
Argantara Perdanakusuma Yang penting jelas
Kevin O'Leary ohh, udah jelas ternyata.
Wildansyah Putra Habede, The. Sorry banget ngucapinnya telat gini, seharusnya waktu kita semua di jalan aja kali yah. Sekarang udah pindah hari.
Eros Widjayanto Yang ultah udah tidur. Tidur Lo semua.
Darren Handika Siyaaap bapak Eros.
Kevin O'Leary jangan lupa traktirannya yah Athena cantiiik.
Wildansyah Putra baru aja gue mau ngetik kayak yang di atas.
Kevin O'Leary Sorry, Dan. Gue yang duluan
Wildansyah Putra Bye!
Saat sedang asyik-asyiknya membaca ucapan dari teman-temannya, layar telpon berganti. Ada telpon masuk dengan id Eros Widjayanto . Athena tak langsung mengangkatnya, ia mendiamkan nya sejenak.
"Halo, Eros"
"Iya"
"Lagi nggak di rumah."
"Di hotel AR"
"Okey, The tunggu"
Eros menelpon, katanya ada perubahan jadwal presentasi mendadak. Dan mereka harus bersiap mulai sekarang. Sewaktu-waktu jadwal keluar dan mereka harus presentasi saat itu juga.
"Mommy, yang lain kemana?" tanya Athena.
"Opa dan Oma sedang istirahat. Papa dan mama Ivana sedang keluar. Adik-adik The sedang bermain play station, Daddy lagi di dapur ambil minum" jawab Aina.
Athena mengangguk.
"Mom, tadi Eros nelpon. Katanya ada perubahan jadwal presentasi. Dan random gitu jadwalnya. Eros minta buat ngumpul, sebenarnya minta di rumah, tapi aku bilang lagi di luar, lagi di hotel ini. Terus mintanya ketemu di resto hotel" cerita Athena.
Alda mengelus rambut anaknya.
"Yaudah, sana siap-siap gih. Nanti mommy beritahu Min buat siapin makan buat The dan teman-teman" kata Alda.
"Jangan Min, mom. Mereka pernah lihat Min. Minta orang lain aja"
"Mommy sampai lupa"
✨✨✨
Athena datang lebih cepat. Ia sedang membaca laporannya. Sesekali melihat ponselnya, memastikan posisi temannya dimana.
Sebuah alunan melodi dari panggung terdengar.
HAPPY BIRTHDAY TO YOU
HAPPY BIRTHDAY TO YOU
HAPPY BIRTHDAY
HAPPY BIRTHDAY
HAPPY BIRTHDAY Athena
Fany memegang sebuah kue tart dengan hiasan bunga mawar diatasnya. Di samping Fany ada Eros dan Kevin. Sementara Raga, Wildan dan Darren berdiri di belakang.
Athena berdiri, menyambut teman-temannya.
"Tiup lilinnya dulu dong The" suruh Fany.
Athena terkekeh. Ia lalu meniup lilinnya.
"Pada repot segala" ucap Athena.
"Gak repot kok" kata Darren yang sudah duduk manis.
"Dedek gemesh udah 15 tahun aja" Kevin mengacak rambut Athena.
"The, sorry, gue dipaksa anak-anak bohong. Jadwal presentasi nya gak diubah kok." jujur Eros.
Athena terkekeh mendengar pengakuan Eros.
"Pantas tiba-tiba gitu. Seharusnya ada di grup angkatan kan yah" kata Athena.
"Sorry The" ucap Fany.
"Never mind" kata Athena.
"The, Lo gak minat traktir gue?" tanya Wildan.
Athena terkekeh.
"Nunggu bentar yah. Tadi aku udah pesan kok"
"Serius The?" tanya Darren.
Athena mengangguk.
"Ini pertama kalinya buat aku ulang tahun dengan teman. Pernah sih waktu kecil, tapi udah lupa." jujur Athena.
"Lo sih, terlalu tertutup gitu" kata Kevin.
"Bukan tertutup, Vin. Tapi menjaga privasi yah The" bela Raga.
"Betul banget, Ga" Athena mengiyakan ucapan Raga.
Tak lama, makanan yang di pesan oleh Athena, ehh bukan, oleh Alda tertata rapi di depan 7 remaja yang berbeda gender. Dua remaja perempuan dan lima remaja laki-laki.
"Niat banget The pesan sebanyak ini" kata Kevin.
"Lebih niat kalian, udah samperin ngasih surprise padahal masih capek pasti"
"Masih butuh tidur" jujur Wildan.
"Di kasur yang empuk" sambung Darren.
"Harus banget makan sambil curhat?" tanya Raga.
"Harus, Ga. Biar makannya gak kaku" jawab Fany.
Raga hanya berdecih mendengar jawaban Fany. Padahal ia sendiri kadang makan sambil bercerita.
Athena terkekeh kecil mendengar perdebatan ringan teman-temannya. Ada yang berubah dalam hidupnya, ia tidak lagi takut untuk berteman. Mereka semua cukup membuat dirinya merasa aman dan nyaman. Ulang tahunnya kali ini berbeda, tidak hanya dirayakan bersama keluarga tapi juga temannya. Meskipun di dua tempat yang berbeda.