Athena

Athena
Rumah Eros



Jadwal presentasi sudah keluar. Kelompok yang diketuai oleh Eros berada di daftar terakhir. Mereka harus menguasai materinya masing-masing hingga dua pekan ke depan.


Yah, mereka sudah selama itu berada di kota A, menjalankan aktivitas seperti biasa. Seperti kesepakatan saat di desa, mereka akan berkumpul setiap hari Kamis di cafe O.


"Bunda udah nanyain, kapan ke rumah?" tanya Eros.


"Sabtu lah, agak siangan tapi" jawab Darren cepat.


"Kalau pagi emang kenapa?" tanya Kevin.


"Yah gue masih tidurlah" jawab Darren sewot.


"Jam berapaan?" tanya Athena.


"Jam 11 gitu The, biar bisa makan siang di rumah, habis itu ngemil kentang deh" jawab Eros.


"Oke, bapak Eros" kata Wildan.


"Lo nggak minta jemput The?" tanya Raga.


Athena menggeleng.


"Ada bang ojek kok" jawab Athena.


"Kok Lo suka naik ojek?" tanya Kevin heran.


"Biar sampainya cepet" jawab Athena.


"Sa ae Lo" cibir Darren.


Athena hanya mengedikkan bahunya acuh.


"Mbak" panggil Eros.


Pelayan cafe mendekati mereka.


"ada yang bisa saya bantu?"


"Bill nya, mbak" jawab Kevin.


"Mohon tunggu bentar yah mbak, mas" ucap mbak tadi sebelum meninggalkan meja 99.


"Ini mas" pelayan tadi menyerahkan bill yang diminta oleh Eros.


Semua menaruh dompetnya di atas meja.


"Pilih mbak, yang mana aja" suruh Athena.


Ada yang baru lagi dengan mereka. Pernah saat mereka pertama kali kembali berkumpul di cafe O, Raga dan Kevin bertengkar karena mereka berdua masing-masing ingin membayar semuanya. Athena ada ide. Ia meminta semua temannya untuk mengeluarkan dompet dan menaruhnya di atas meja. Meminta pelayan untuk memilih salah satu dompet tersebut. Pemilik dompet yang dipilih akan membayar semua pesanan mereka.


Pelayan itu memilih dompet berwarna hitam.


"Punya siapa nih?" tanya Eros.


"Aku" jawab Athena.


"Lo gak ada dompet yang agak feminim dikit The? Warnanya hitam pula" tanya Darren.


Athena menggeleng. Dompet ini yang selalu menemaninya kemanapun.


Athena melihat berapa banyak yang harus ia bayar. Ia lalu membuka tasnya dan mengambil uang sebanyak yang tertera pada bill.


"Dompetnya dimana uangnya dimana. Heran gue" seloroh Wildan.


Athena terkekeh mendengar ucapan Wildan.


"Dompetnya kecil, gak bisa buat nyimpan uang" kata Athena.


"Kayak Lo gak gitu aja Wil" bela Darren.


Karena proses bayar membayar sudah selesai, mereka semua saling pamit dan pulang.


✨✨✨


Setelah makan malam, seperti biasa anggota keluarga Renal akan berkumpul di ruang keluarga.


"Mom, bundanya Eros ngajakin ke rumahnya" beritahu Athena.


"Mau ngapain disana, nak?" tanya Renal mendahului Athena.


"Kata Eros, beliau bakal buatin The dan teman-teman kentang kayak yang dibuat Bu desa. Itu lho, kentangnya di rebus terus ditaburi pake kelapa parut dan gula pasir" jawab Athena.


"Kesananya barengan kan yah?" tanya Alda.


"Iya, ada Fany juga kok" jawab Athena.


"Tapi mom, aku udah janji waktu di bus kalau aku bakal bawa kue bolu kukus buatan mommy" lanjut Athena.


Alda terkekeh melihat ekspresi anaknya yang masih lugu jika sedang bercerita.


"Iya, nanti yah mommy buatin" katanya.


"Mommy, Nevan juga mau kue bolu" pinta Nevan.


"Di kulkas masih ada kayaknya" kata Alda.


Athena berdiri.


"Bentar yah. The lihat dulu. Daddy gak nitip kopi? Nevan dan mommy mau coklat panas nggak?" tawar Athena.


"The ambil kuenya aja. Kopi dan coklat panasnya biar mbak yang bikin" kata Renal.


Athena mengangguk. Ia tidak ingin membantah ucapan Daddy nya.


✨✨✨


Seperti kesepakatan beberapa hari lalu, Athena sudah berdiri di depan gerbang rumah Eros. Ia ragu untuk masuk.


Tin tin


Suara klakson membuat Athena mencari sumber suara tersebut. Nissan GT-R berhenti tepat di depannya. Jendelanya terbuka, dan nampaklah wajah Raga.


"Lo gak masuk?" tanya Raga.


"Maluu" jawab Athena.


"Gak usah malu. Sini, masuk bareng gue aja" ajak Raga.


"Naik mobil?" tanya Athena.


Athena mengangguk mengerti. Ia kemudian membuka pintu mobil penumpang bagian depan.


"Lo udah lama berdiri kayak tadi?" tanya Raga lagi.


"Baru 5 menitan kayaknya" jawab Athena.


"Security nya gak liat Lo?"


"Nggak kali, makanya gak dibukain gerbang"


"Waktu kamu, security nya langsung bukain gerbang" kata Athena.


"Kan gue bunyiin klakson mobil The" Raga mulai greget.


"Iya yah" ucap Athena pelan.


Raga memarkirkan mobilnya di carport milik Eros.


"Katanya gak mau di jemput" sembur Kevin.


"Tapi kok datangnya samaan" Wildan ikut menyembur.


"Mana bajunya cuople-an pula" sambung Darren.


Athena dan Raga kompak melihat ke baju mereka. Yah, mereka sama-sama mengenakan baju berwarna navy. Jika Raga dipadukan dengan celana selutut berwarna abu-abu, maka Athena memadukannya dengan celana kulot sebetis berwarna coklat muda.


"Nggak yah. Tadi aku nebeng di mobil Raga" kata Athena.


Raga mengangguk mengiyakan.


"Nih anak berdiri di depan kayak orang hilang. Makanya aku nebengin sampai masuk sini" jelas Raga.


"Wah udah ada The rupanya. Masuk The" sambut Eros.


"Terima kasih" ucap The mengikuti langkah Eros.


Di ruang keluarga sudah ada Fany dan Wenda yang terlihat sedang asyik bercerita.


"The" seru Fany senang.


Wenda ikut berdiri.


"Selamat datang sayang." sapa Wenda.


"Terima kasih, Tante. Ini ada titipan dari mommy" Athena menyerahkan sebuah paper bag yang berisi 3 buah bolu kukus.


"Buat gue ya The?" tanya Kevin seenak jidat yang langsung dihadiahi tarikan maut di telinga nya.


"Buat Tante, yah" galak Wenda.


Eros menggelengkan kepalanya heran. Bundanya akan selalu berubah menjadi macan jika berhadapan dengan Kevin, Wildan dan Darren.


"Padahal The udah janji buat bawain Wildan" ucap Wildan.


"Kuenya bagi 3 yah Tante. Buat Tante sepertiga bagian, buat Darren sepertiga bagian, buat ibu seperempat bagian" rayu Darren.


Wenda memutar bola matanya mendengar rayuan Darren. Ia jadi ikut penasaran ingin mencicipi kue buatan mommy Athena. Kata Eros, kue yang Athena buat rasanya enak banget, apalagi yang ini, mommy Athena yang buat, pasti rasanya makin enak.


"Kalian tunggu sini. Jangan ada yang berani buka kulkas. Okay?" tanya Wenda meminta persetujuan bocah-bocahnya.


"Okay" kompak Darren, Wildan dan Kevin.


"Aduh, maaf The. Datang-datang langsung disuguhi pemandangan kayak tadi" ucap Eros tak enak.


Athena terkekeh. Ia duduk di samping Fany.


"Santailah Eros. Mereka bertiga memang minta ditukar tambah"


"Jahat banget The mulutnya" kata Fany.


"Sesekali ,Fan"


"Ehh, rumah kamu juga di kompleks ini?" tanya Athena.


Fany mengangguk.


"Dua rumah ke kanan, itu rumah gue" jawab Fany.


"Tetanggaku pacarku" goda Athena.


"Supaya ngirit The kalau mau ngapel" kata Eros.


Wenda kembali sambil membawa nampan yang berisi cemilan, ice coklat dan tentu saja bolu kukus yang sudah dipotong-potong cantik.


"Yeaay" seru Wildan, Darren dan Kevin kemudian mendekati meja. Mereka duduk di karpet berbulu, mengelilingi sisi meja.


"Kuenya enak banget, The." puji Darren.


"Hooh. Tante Wenda cantik, kulkasnya jangan dikunci yah" mohon Wildan.


Wenda menggeleng menolak permohonan Wildan. Ia lalu pamit untuk ke belakang.


Semua pada sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Wildan, Darren dan Kevin sudah duduk di depan PlayStation.


Fany dan Eros terlihat sibuk melihat brosur kesehatan. Raga yang masih bertahan duduk di karpet pun terlihat sibuk dengan ponselnya. Athena yang paling enak, menikmati setiap slice kripik singkong.


"Lo suka kripik singkong?" tanya Raga pada Athena yang sejak tadi mengunyah kripik singkong.


"Suka. Kriuk kriuk gitu" jawab Athena.


"Itu mama yang buat" beritahu Raga.


"Serius?"


Raga mengangguk.


"Lo mau?"


"MAUU" jawab Athena cepat.


"Mau apa The?" tanya Fany.


"Hah? Apa?" tanya Athena.


"Tadi katanya mau. Mau apa?" tanya Fany.


"Mau minum" jawab Athena lalu mengambil air mineral di depannya.