
Athena dan Renal mengantar Okan dan keluarganya ke Bandara.
"The, mau ikut ke negara G nggak?" tanya Alan.
Athena mengangguk kemudian menggeleng.
"Apa tuh maksudnya?" tanya Okan.
"Mau tapi nggak sekarang, om" jawab Athena.
"Ada-ada aja nih si bocah" Okan mengacak rambut Athena.
"Anaknya aku bawa pulang deh, Ren" kata Indi.
"Ehh gak boleh" larang Renal.
"Om Renal posesif nih" ucap Alan.
"Harus posesif lah. Anak om cantik gini" bangga Renal.
"Ayo The ikut Tante aja." ajak Indi.
Athena memeluk Daddy nya.
"Nanti Daddy The rindu, kaciaaan" ucapnya menggoda Daddy nya.
"Malah kayak Teletubbies saling berpelukan" cibir Okan.
Renal dan Athena terkekeh mendengar cibirin Okan.
Okan melihat jam tangannya.
"Ren, The, om Okan pamit yah" pamit Okan. Ia mengelus rambut Athena.
"Maaf, om. The gak bisa nganter sampai dalam" ucap Athena.
"Nggak apa-apa, sayang." kata Renal.
Indi mencium pipi juga kening Athena.
"Jangan lupa yah kunjungi kami"
Athena mengangguk.
Athena berhi-five dengan Alan.
"Gue tunggu Lo, The. Jangan lupa ajak crush Lo juga"
Athena menginjak kaki Alan.
"Aku gak punya crush yah"
Alan terkekeh.
"Ulu ulu ngambek yah kakaknya Alan" goda Alan.
Ia memberikan sebuah kotak kepada Athena.
"Kado kecil dari kami" katanya.
"Terima kasih, Alan" Athena memeluk Alan sebentar.
Renal, Indi dan Okan yang melihatnya dari luar mobil terkekeh geli.
"Sayang banget udah punya crush masing-masing" ucap Okan.
"Yah mau gimana lagi. Udah takdirnya. Kebahagiaan mereka lebih penting" kata Renal.
"BYE!" teriak Athena dari atas mobil.
Okan, Indi dan Alan membalas lambaian tangan Athena. Hanya Renal yang benar-benar menemani mereka hingga ke ruang tunggu.
"Ren, titip Athena yah. Dia satu-satunya hal yang sangat berarti bagi Rafa, bagi kami semua" kata Okan.
Renal mengangguk.
"Itu udah pasti. Kamu dan Indi gak perlu khawatir. Dia punya banyak orang-orang dibelakangnya"
"I see"
Okan berdiri. Renal juga, mereka saling berpelukan sebentar.
"Kami pamit" ucap Indi.
"Safe flight kalian" kata Renal.
"Om, Alan pamit yah" Alan mencium punggung tangan Renal.
Renal menepuk bahu Alan.
"Okay, boy. Om tunggu yah" kata Renal.
Setelah melihat Okan dan keluarganya pergi, Renal kembali ke mobilnya. Athena sudah tertidur ternyata.
"The udah lama tidurnya?" tanya Renal pada Min.
"Baru beberapa menit yang lalu, tuan" jawab Min sopan.
Renal mengangguk.
"Silahkan jalan" katanya.
✨✨✨
Setelah kemarin mengantar Okan dan keluarga kecilnya, hari ini tiba saatnya Randi dan Angga yang meninggalkan Arunika.
Randi dan Angga pamit pada Lathief dan Aina. Mereka berdua yang menggantikan sosok orang tua bagi Randi dan Angga.
"Kalian gak tinggal lebih lama lagi?" tanya Aina sambil mengelus kepala Randi dan Angga yang duduk di anak tangga bawah. Aina duduk di anak tangga setelah yang di duduki oleh Randi dan Angga.
"Angga juga" sambung Angga.
"Hati Randi rasanya sakit sekali saat pulang ke sini tapi tidak melihat papa dan mama." Randi menumpukan kepalanya di lutut Aina yang tertutupi daster.
"Angga rasanya selalu pengen nangis saat tidak mendapati mama Arwini menyambut Angga di pintu rumah."
Aina tidak berhenti mengelus kepala dua lelaki yang kini sudah dewasa tersebut. Ia tidak hanya membesarkan Mika dan Alda, tapi juga membesarkan Rafa, Angga dan Randi.
"Semua itu sudah ketentuan yang Maha Kuasa, sayang. Kita semua akan dipanggil kembali ke pangkuan yang Maha Kuasa. Angga dan Randi belajar ikhlas, sabarnya di perbanyak. Belajar berdamai dengan keadaan. Rasanya memang sangat berat, tapi jika kita mencobanya, semuanya bisa terlewati. Tante Na juga tidak sekuat dulu, tidak muda lagi. Maaf kan Tante Na yah yang jarang mengunjungi kalian"
"Kami yang harusnya minta maaf karena jarang mengunjungi Tante Na" ucap Angga.
"Apaan nih peluk mama aku?" tanya Mika yang baru saja datang.
"Pelit banget" cibir Angga.
"Siang nanti aku dan Angga balik." beritahu Randi.
Mika mengangguk.
"Udah tahu"
"Jet nya udah tiba di bandara" beritahu Mika.
"Wah, gila nih, pake jet segala. Thanks, Ka" kata Angga.
"Bilang makasih nya ke bapak Lathief Arunika yah, aku hanya seorang pesuruh" ucap Mika.
Aina, Randi dan Angga tertawa mendengar ucapan Mika.
"Wahhh baru jadi pesuruh aja udah jadi komisaris utama yah" kata Randi sarkas sambil bertepuk tangan.
"Bagilah proxy nya" kata Angga.
"Ngapain minta proxy sama aku?"
"Orang-orang kamu udah terpercaya 100 persen" jawab Angga.
"Gue kasih Lo proxy tapi dengan syarat Lo kembali ke Arunika. Gimana?" tawar Mika.
"Aku juga mau, Ka. Tapi nggak sekarang. Tapi proxy nya harus yang perfect" kata Randi.
Mika mengangguk.
"Udah, lepasin mama aku" Mika duduk diantara Randi dan Angga.
Alda yang baru keluar dari pintu terkejut melihat pemandangan di depannya.
"Apaan nih gak panggil aku?" Alda kemudian duduk di depan Mika.
Athena yang baru tiba bersama Revan dan Azka pun cukup takjub akan posisi di depannya.
"The sayang, fotoin dong" suruh Angga.
Athena mengangguk. Ia mengeluarkan ponselnya kemudian memotret Oma bersama keempat anaknya.
"Papa gak diajak?" tanya Lathief yang masih memegang sabit di tangannya.
"Duduk di sampingnya mama, pa" kata Alda.
Lathief duduk di samping Aina, ia merangkul istrinya.
Athena lalu memotret mereka.
"Ayah, di panggil bunda. Katanya di minta buat siap-siap. Revan udah tampan nih" beritahu Revan pada Randi.
"Randi siap-siap dulu yah" pamitnya.
"Revan ikut ke rumah Oma apa di sini aja?" tanya Randi.
"Ikut, ayah" Revan melepaskan tangan Athena.
"Akak, Revan ke rumah sebelah yah" katanya.
Athena mengangguk.
"Papamu juga di minta buat siap-siap?" tanya Mika.
Azka mengangguk.
"Iya, om" jawabnya.
Angga juga pamit untuk bersiap-siap.
Tidak butuh waktu lama, semuanya sudah siap. Baik dari kubu Angga maupun Randi. Yang bertugas mengantar kali ini yah Mika.
"Randi pamit yah Tante Na" Randi memeluk tubuh Aina.
"Hati-hati sayang" ucap Aina. Ia mengelus pipi Randi yang sudah seperti anaknya sendiri.
Randi mencium tangan Aina.
Randi lalu pamit ke Lathief.
"Makasih om, udah di antar pake jet segala" ucapnya.
Lathief membuka kedua tangannya, meminta agar Randi memeluknya. Randi tentu saja memeluk Lathief.
"Jaga diri dan keluarga. Keluarga adalah yang nomor satu, ini buat Angga juga. Kerja boleh, tapi prioritas utama tetap keluarga" Angga dan Randi mengangguk.
Setelah pamit dengan Renal dan Alda juga, limos yang dikendarai oleh supir pribadi Mika berjalan meninggalkan kompleks Arunika.
"Yah, sepi lagi" ucap Athena.
"Iya, apalagi Onti Angel juga bakal balik" kata Alda.