
Ada yang berbeda hari ini, Athena bangun dalam pelukan mommy nya. Seorang perempuan yang dengan suka rela membesarkan dia, menjaganya, memberikannya cinta dan kasih sayang yang tiada batasnya. Ia lalu menoleh ke samping, adik kecilnya juga masih tertidur. Ia lalu mencium kening dua wanita yang di sayangi nya.
"Ehh, udah pagi?" tanya Alda. Ia merasakan kecukupan di keningnya.
"Selamat pagi, mommy" ucap Athena, yang dibalas kecupan di kening nya.
"Rasanya pagi terlalu cepat menyapa, The akan mendapatkan teman tidur yang baru" Alda terkekeh setelah mengatakannya.
"Mommy" Athena memeluk mommy nya.
"Udah yuk, siap-siap. Matanya di kompres dulu itu, masih aga bengkak soalnya" Alda segera bangun dari tidurnya dan menyiapkan kompresan untuk Athena.
"Terima kasih, mommy" ucap Athena. Ia lalu mengompres matanya.
"Adiknya di bangunin yah. Mommy keluar dulu"
"Iya, mommy" patuh Athena.
Setelah di rasa cukup, Athena membereskan kembali kompresannya. Ia kemudian menepuk pelan pipi adiknya.
"Ayra, ayo bangun" ucapnya lembut.
Ayra yang merasa terganggu pun membuka matanya perlahan.
"Ayo sayang, siap-siap"
"Iya, kakak" Ayra bangun dari tidurnya kemudian kembali ke kamarnya sendiri.
Mbak Mita memasuki kamar Athena.
"Kamarnya akan saya bersihkan sekarang, nona"
"Iya, Mbak. The mandi dulu. Kalau tukang riasnya sudah datang, minta tunggu di kamar tamu saja mbak"
"Baik, nona"
Athena kemudian berlalu memasuki kamar mandinya.
✨✨✨
Athena sudah siap dengan baju adatnya. Warnanya masih sama, tapi modelnya yang dibuat berbeda. Pihak dari keluarganya juga mengenakan pakaian yang senada, warna yang sama tapi juga model yang berbeda. Sementara untuk yang kali, mereka mengenakan jas berwarna silver dengan sarung tenun yang melengkapinya.
"Deg-degan nggak?" tanya Ivana.
"Jantung The rasanya mau copot, ma." Athena meringis saat mengatakannya.
Angel yang mendengarnya pun menjadi terkekeh.
"Tetap rileks, okay? Aunty dan mama Ivana temanin The kok" Angel menepuk pelan bahu Athena.
"Raga pasti bakal menganga melihat kecantikan anak mama hari ini."
"Tentu saja. Ekspresi datarnya akan berganti dengan ekspresi takjub setelah ia melihat kecantikan putri kita" Angel sama menggebu-gebu nya saat mengatakannya.
"Iya, apalagi mereka sudah cukup lama tidak bertemu." Ivana menyetujui.
"Kapan terakhir ketemu The?" tanya Angel.
"Waktu mengurus surat-surat pernikahan, Aunty. Udah lama" jawab Athena.
"Lama gak ketemu, pas ketemu sudah jadi istri" ucap Ivana.
"Mereka udah datang" seru Angel saat melihat Tv besar di depannya.
Renal sengaja mengatur demikian, agar Athena bisa melihat saat Raga mengucapkan ijab kabul.
"Raga juga sama tampannya. Auranya begitu menguar" puji Ivana.
Raga tentu saja mengenakan pakaian adat yang sama dengan Athena. Bedanya, baju Raga berlengan panjang yang dibuat sedemikian rupa begitu elegan.
Terlihat Raga sudah duduk di kursi yang telah disediakan, berdampingan dengan papanya. Sementara saksi duduk di sisi lain. Saksi dari Athena tentu saja Mika, sedangkan dari pihak Raga adalah Alexander. Renal duduk tepat di depan Raga, disampingnya ada pihak dari kantor urusan agama yang akan mengatur jalannya acara ijab kabul.
Pihak dari kantor urusan agama mulai memberikan petuah-petuah dalam pernikahan, hukum pernikahan juga syarat sah dalam pernikahan.
"Silahkan, pak" kata bapak dari pihak kantor urusan agama.
Renal dan Raga saling berjabat tangan, mereka saling bertatapan.
"Saya terima nikah dan kawinnya Athena Mahendra Arunika dengan mahar ARG Corp tunai" Raga sama tegasnya saat mengatakannya.
"Bagaimana para saksi, sah?"
"SAAAAAH" teriak orang-orang yang ada di sana.
Ivana dan Angel memeluk Athena.
"Selamat, sayang" ucap keduanya.
"Terima kasih, mama, Aunty"
Sementara di tempat ijab kabul, Renal megusap air matanya yang sempat terjatuh. Mika membawa Raga menuju pelaminan kecil yang ada di rumahnya.
Terlihat Athena turun dari tangga di dampingi oleh Ivana dan Angel, di anak tangga terakhir ada Alda dan Renal yang menunggu. Semua mata terpana akan kecantikan seorang Athena Mahendra Arunika. Ia berjalan dengan sangat anggun tapi aura ketegasannya juga tidak hilang.
"Hari ini daddy sendiri yang mengantarkan putri kecil daddy kepada kamu. Daddy baru saja melaksanakan tugas daddy sebagai seorang ayah, yaitu menikahkan putrinya. Athena, anak daddy yang paling daddy sayangi, selamat menjalankan ibadah terpanjang, selamat menunaikan tugasnya, terima kasih sudah menjadi anak yang baik untuk kami semua. Tolong maafkan daddy dan mommy jika kami ada kesalahan dalam membesarkan The." Renal begitu lembut saat mengatakannya, air matanya jatuh.
Semua orang yang ada disana ikut merasa terharu, Lathief pun dengan cepat mengusap air matanya.
"Raga, tolong yah dijaga Athena. Athena sayang, jadi istri dan teman hidup yang baik yah buat Raga" Alda lebih bisa menguasai dirinya hari ini, ia masih bisa tersenyum lembut saat mengatakannya.
"Terima kasih daddy, mommy" ucap Raga.
Vania membawa nampan ditangannya, sepasang cincin pernikahan. Raga lebih dulu memasangkan cincin di jari manis Athena, kemudian Athena memasangkan cincin di jari manis Raga. Athena lalu mencium punggung tangan Raga, dan Raga mengecup kening Athena.
"Welcome to our family Mrs. Argantara" ucap Baskara kepada Athena.
"Keluarga kita semakin banyak sekarang" Renal menimpali.
Sesi foto bersama pun dilakukan. Senyum Athena tidak pernah lepas hingga segala rangkaian acara selesai.
"Kami tunggu di rumah yah" pamit Vania anak dan menantunya
"Iya, ma" kompak Raga dan Athena.
Kedua keluarga besar itu lalu saling berpelukan karena keluarga Perdanakusuma akan segera kembali ke kediaman mereka.
"Kalian istirahat gih, nanti malam kan mau ke rumah mama kalian" ucap Alda.
"Ciyee, mama baru" goda Nevan.
Arvin, Arion dan Bagas juga ikut bersorak menggoda kakaknya.
"Udah, kakaknya mau istirahat. Kalian juga istirahat, semalam kalian tidur terlalu larut, dan bangun cepat tadi pagi" Lathief melerai sebelum keadaan memanas. Ia tentu hapal akan kelakuan Arion dab Bagas.
"Iya opa" kompak mereka.
Athena dan Raga tertawa melihatnya.
"Bang, jagain kakak aku" ucap Arvin.
"Tentu saja" kata Raga cepat.
"WELCOME TO OUR FAMILY BANG RAGA" seru keempatnya sambil berpelukan membentuk lingkaran. Tawa mereka pecah saat pelukannya terlepas.
"Pada geser ternyata" lirih Raga.
Mereka berempat yang mendengar lirihan Raga hanya bisa terkekeh geli.
"Dari tadi kok di tegur pada gak denger. Kalian berempat ke rumah papa sana, kakaknya mau istirahat" usir Ivana.
"Iya mama" kompak keempatnya.
"Kalian berdua istirahat gih" suruh Ivana dengan penuh kelembutan.
"Baik, mama" ucap Athena.
Ia naik ke tangga rumahnya, diikuti Raga di belakangnya.
"Officially Mrs. Argantara Perdanakusuma" ucap Raga sebelum mencium kening Athena.
"Terima kasih" Athena memeluk pinggang Raga.