Athena

Athena
You're Mine



"Gak nginap di sini aja?" tanya Raga pada kedua adik iparnya.


Keduanya menggeleng.


"Mommy gak bolehin" jawab Ayra jujur.


"Ehh, kenapa?"


"Ayra mah, bocor terus mulutnya"


Athena dan Nevan ngomong bersamaan. Athena bertanya, sementara Nevan merenggut kesal.


"Nggak tahu, kak. Sebelum mommy berangkat, mommy cuman bilang, jangan repotin kakak The sama bang Raga. Yah makanya Ayra dan bang Nevan gak nginep, nanti kakak repot" jawab Ayra polos.


"Ehh, kakak nggak repot. Jadi nginap sini yah"


Ayra menggeleng.


"Nanti mommy gak beli oleh-oleh buat Ayra" tolak anak kecil itu.


"Ayra, kalau mau main kesini, kesini aja yah. Akak The kan udah gak kerja, Ayra kesini temanin kakaknya" Raga mengelus rambut Ayra.


"Iya, kak Raga. Tapi nanti yah kalau mommy udah ngebolehin" kata Ayra.


"Kak, jangan bilang mommy yah kalau aku dan Ayra kesini, numpang makan pula. Sebenarnya Nevan dikasih tugas buat temani adek makan diluar, tapi karena hujan, Nevan juga lagi mager, yah larinya kesini aja" Nevan memelas.


Athena terkekeh.


"Iya, gak bakal bilang kok"


"Terima kasih, kakak" kompak Ayra dan Nevan sambil memeluk kakaknya.


"Bye kak, bye bang, kami pulang dulu. Terima kasih makan malamnya" Nevan dan Ayra melambaikan tangannya sebelum turun dari tangga teras rumah kakaknya.


Setelah adik-adiknya tidak terlihat lagi, barulah Athena dan Raga memasuki rumahnya.


"Kok mommy gitu yah sama aku?" Athena bertanya-tanya.


"Kamu telpon mommy coba" usul Raga.


Athena mengangguk. Ia segera menelpon mommy nya.


"Halo sayang" sapa Alda dari seberang sana.


"Mommy, gak bolehin adik-adik buat ke rumah? Kenapa?" tanya Athena to the point.


"Ehh, mereka ngadu yah. Ya ampun, awas aja nanti mommy tarik kuping mereka." Alda mulai mengomel.


"Mommy belum jawab pertanyaan The lhoo"


"Nanti proses pembuatan cucu mommy jadi terganggu kalau adik-adik kamu datang. Mereka pasti repotin kakak." Alda menjelaskan maksudnya.


"The kira karena apa. Yaudah, mommy istirahat, salam buat daddy, opa, oma, uncle Rian, dan juga aunty Angel" ucap Athena.


"Iya, sayang. Nanti mommy sampaikan. Baik-baik yah sama Raga." kata Alda sebelum mematikan teleponnya.


Athena menghela napasnya, lalu menatap Raga yang sedang menatapnya juga.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Athena heran.


"Mommy pengertian banget. Nggak mau ganggu anaknya yang masih pengantin baru" jawabnya.


Athena meringis lucu.


"Jadi, udah boleh? Ini kan udah malam" tanya Raga.


Athena hanya mampu mengangguk pasrah sambil tersenyum malu-malu.


Raga yang mendapatkan lampu hijau pun dengan segera memulai aksinya, mengikuti naluri lelakinya.


"Hikss" Athena meringis saat merasakan perih di bagian tubuhnya yang tersembunyi.


Raga mencium kening Athena, mengusap air mata Athena dan menatap perempuan itu dengan sangat dalam.


"Mau berhenti aja?" tanya Raga.


Athena menggeleng. Ini sudah setengah jalan, mereka berdua perlu sama-sama membiasakan diri, menerima hal asing dalam kehidupan mereka.


"Diamin dulu, biarkan mereka saling beradaptasi" ucapnya lirih.


"Coba gerak, Ga" ucap Athena, ia mengerti n**su Raga sudah benar-benar diatas, wajah Raga memerah, nampak jakunnya naik turun.


Raga perlahan menggerakkan badannya, mengeksplorasi kemampuan yang ia miliki, menjalankan tugasnya dalam memberi nafkah bathin kepada sang istri dan juga menyalurkan segala hal yang ia bisa agar mereka sama-sama sampai pada puncak pe****san.


Nafas keduanya sangat cepat, bahkan setelah Athena merasakan sesuatu tumpah dalam dirinya dan perutnya terasa begitu hangat. Kedua tangan Raga bertumpu di sisi kiri dan kanan kepala Athena, ia menatap istrinya dengan penuh cinta. Di bawah sana keduanya masih bersatu.


"Terima kasih" ucap Raga. Ia kembali mencium kening istrinya dengan sangat lama, menyalurkan segala cinta yang ia punya.


Athena hanya mampu menjawabnya dengan pelukan di punggung Raga yang tidak tertutupi baju.


"Aku ambilin air hangat dulu" Raga hendak beranjak.


"Jangan gerak dulu, Ga. Biarin kayak gini dulu" ucap Athena.


Raga mengangguk mengerti, ia ikut menumpukan kedua lututnya dengan sangat pelan agar Athena tidak tersiksa karena ada badan Raga yang menindihnya.


Beberapa menit kemudian, napas Athena kembali teratur, bersama dengan matanya yang terpejam. Raga mengusap sisa keringat yang masih ada di wajah istrinya, kemudian kembali mencium kening istrinya. Dengan pelan ia bergeser ke samping, dan menyampingkan badan Athena agar ia bisa dengan leluasa memeluk istrinya.


✨✨✨


Perlahan Athena membuka kelopak matanya, ia meneliti sekitarnya. Lalu melihat ke bawah, ia merasa ada yang mengganjal. Setelah beberapa saat, ia mengerti. Semalam ia yang meminta agar posisi mereka tetap begini.


Ia lalu menatap wajah tampan di depannya, tangannya ikut mengusap rahang kokoh milik suaminya.


Raga yang sejak tadi terbangun pun, memegang tangan istrinya yang masih berada di wajahnya, ia lalu mencium tangan tersebut.


"You are mine" ucap Raga.


Athena mengangguk.


"I'm your's, Mr. Perdanakusuma"


Raga mengelus rambut istrinya.


"Udah boleh bangun?" tanyanya.


"Pelan-pelan, Ga" ucap Athena.


Raga mencabut miliknya dengan sangat pelan, berharap Athena tidak lagi merasakan sakit. Tapi sepelan apapun ia berusaha, ia masih mendengar ringisan Athena.


"I'm sorry" ucapnya.


Athena tersenyum, meskipun ia masih merasakan sakit.


"Ini pertama kalinya, orang-orang bilang rasanya memang nano-nano" Athena mengelus rambut suaminya.


"Sana mandi dulu" suruh Athena.


Sebelum Raga beranjak dari tempat tidurnya, ia mencium sudut bibir Athena sekilas.


Athena melihat Raga memasuki kamar mandi, ia kemudian bangun duduk dan menyandarkan kepalanya pada headboard tempat tidur. Ini adalah pengalaman pertama selama ia hidup, ia juga baru saja menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Dengan sangat hati-hati ia kembali mengenakan kaosnya dan celana piyama yang ia kenakan semalam. Ia juga melepas bad cover yang menjadi saksi atas penyatuannya dengan Raga.


"The, jangan banyak gerak dulu. Itu kamu kan masih sakit" peringat Raga saat mendapati Athena tengah membersihkan tempat tidurnya.


"Nggak banyak, kok. Cuman ganti bed cover aja, malu kalau mbak yang ganti" ucap Athena.


Raga menggendong Athena memasuki kamar mandi.


"Kamu mandi aja. Biar aku yang ganti bed covernya. Bisa mandi sendiri kan?"


Athena mengangguk.


"Terima kasih" ucapnya.


Raga mengelus rambut istrinya, sebelum melanjutkan pekerjaan Athena yang sempat tertunda. Ia membersihkan tempat tidur sebelum menutupinya dengan bed cover yang baru.


Bedcover yang semalam ia lipat dengan rapi. Ada noda yang sangat berarti baginya. Setelah ia lipat, Raga memasukkannya ke dalam plastik.


"Bed covernya jangan di laundry. Biar aku aja yang cuci" kata Athena. Caranya berjalan masih cukup susah.


"Jangan di cuci. Kita simpan di lemari yah, gak usah dicuci. Bed cover itu adalah saksi dimana aku memilikimu dengan utuh" ucap Raga.


"Yaudah. Tolong kamu taro di walk in clothes, rak bagian bawah"


"Siap, tuan putri" patuh Raga.