Athena

Athena
Long Weekend



Athena masih duduk bersama Yudha, Hana dan Andika, mereka sedang menikmati hidangan makan siang yang ada dihadapan mereka.


Mata orang-orang mengikuti kemana langkah CEO baru mereka, ternyata Bagas sedang berjalan mendekati kakaknya.


"Selamat datang, pak" ucap Andika cepat saat melihat keberadaan Bagas yang berdiri di belakang Athena.


Yudha dan Hana ikut berdiri, membungkuk sejenak dan tersenyum ramah. Athena melihat sekitarnya, ia ikut berdiri.


"Selamat yah, semoga menjadi pemimpin yang Arif dan bijaksana" ucap Athena lembut.


Bagas terkekeh kecil.


"Terima kasih, semuanya. Saya boleh pinjam Athena untuk makan di depan?"


"Silahkan, pak" jawab Andika.


"Makanan aku gimana?" tanya Athena sambil menunjuk piringnya yang berisi makanan.


"Aku yang bawa deh" Bagas tanpa canggung mengambil piring Athena.


"Saya pinjam temannya yah. Selamat siang dan selamat berlibur" kata Bagas sebelum meninggalkan meja yang Athena tempati, kemudian berjalan menuju jejeran kursi yang berada di depan.


"Ngapain sih sampai diajak gini? Orang-orang pada lihatin kita" gerutu Athena.


"Menggerutu aja kerjanya" cibir Bagas.


Athena terkejut melihat keberadaan Arvin, Arion dan Nevan dan juga petinggi perusahaan yang ternyata orang-orang Arunika.


Petinggi perusahaan itu refleks berdiri dan membungkuk, seolah menyambut kedatangan Athena.


Hal itu tentu tak luput dari perhatian orang-orang yang begitu penasaran apa yang akan terjadi setelahnya.


"Mereka ada hubungan apa sih?" heran Hana saat melihat kedekatan Athena dan Bagas, apalagi Athena terlihat begitu dihormati.


"Kan tadi The udah jawab, pak Bagas itu orang penting buat Athena" Yudha mengingatkan.


Kembali lagi ke circle orang-orang di depan. Para petinggi perusahaan itu mengubah susunan meja. Yang tadinya berjajar memanjang, kini dibentuk membentuk persegi panjang, agar mereka bisa duduk saling berhadapan.


"Long time no see" Arion mencium kening Athena.


Kini bergantian Arvin yang memeluk kakaknya.


"Rindu banget"


"Akak The" Nevan merangkul pinggang kakaknya, tak lupa menyematkan ciuman di pipi sang kakak.


Mereka kembali duduk saat mejanya sudah tersusun rapi.


"Piring aku mana, Bagas?" tanya Athena.


"Kakak pake piring baru aja." kata Bagas.


"Suka banget makan sisa kakak" ucap Atheba heran. Ia mengambil piring kosong untuk diisi makanan.


"Kalian jangan canggung gitu. Ayo makan, kita semua sama" kata Arvin dingin saat melihat para petinggi perusahaan itu enggan untuk satu meja dengan mereka berempat.


"Baik, tuan" jawab salah satunya.


"Kakak udah beberapa kali dapat kejutan belakangan ini. Mulai dari kedatangan Raga, kedatangan teman-teman kakak, kedatangan Bagas dan sekarang 3 orang adik kakak yang lain juga ada di kota ini." cerita Athena.


"Sebahagianya kakak aja. Kakak bahagia nggak lihat kami di sini?" tanya Arvin.


"Senang pake banget" jawab Athena excited.


"Asyik, bakal rame ini. Nanti sore bolehlah main basket, sekalian ajak bang Raga dan teman-temannya" Arion begitu semangat saat mengatakannya.


"Setuju" ucap Nevan, Arvin dan Bagas.


Athena memberi kabar kepada Raga jika hari ini ia pulang lebih cepat.


^^^Athena MA^^^


^^^Aku pulang cepat hari ini.^^^


Argantara Perdanakusuma


Aku jemput, tunggu.


^^^Athena MA^^^


^^^Nggak usah, Ga. Adik-adik pada bawa mobil, aku nebeng mereka aja. Nanti sore kamu ke rumah, ajak yang lain juga. Aroin katanya mau main basket.^^^


Argantara Perdanakusuma


Hati-hati di jalan.


Setelah makan siang, mereka keluar lebih awal dibandingkan dengan yang lain. Sebuah Limosin menunggu mereka di depan kantor.


"Akhirnya ini mobil terpakai juga" ucap Athena.


"Kakak sih yang gak mau pake" kata Arion.


"Boro-boro make Limosin, make mobil anu aja nggak mau. Lebih milih motor pula" Nevan ikut mengomel.


"Gas, ajarin kakak deh cara mengelola uang dengan baik dan tepat" suruh Arion.


"Mengelola uang apanya? Habisin uang iya " kata Arvin.


"Semuanya terkekeh mendengar ucapan Arvin yang tepat sekali.


"Pak dokter gimana nih?" tanya Athena.


"Belum jadi dokter kak. Masih pendidikan juga" jawab Arvin.


"Mumpung ada di sini, cek-cek lah itu rumah sakit. Dia udah nunggu kedatangan kamu, dek" saran Athena.


"Nanti di usahakan kak" ucap Arvin.


✨✨✨


Athena membuat minuman dingin untuk adik-adiknya dan juga teman-temannya. Raga dan yang lain tiba beberapa menit yang lalu, sedikit berbasa-basi, menanyakan kabar, pemanasan kemudian bermain basket.


Athena tak lupa menyiapkan cake untuk para lelaki yang disayanginya tersebut. Ia juga sekalian memasak sup untuk makan malam nanti. Sudah lama ia tidak seaktif ini di dapur. Ia tak lupa menyiapkan ayam goreng, tahu juga tempe goreng, dan yang paling penting adalah sambel uleg buatannya.


"Terima kasih yah mbak, udah bantuin Athena" ucap Athena pada mbak Mita. Mbak Mita, asistennya Athena saat di Arunika, datang beberapa hari yang lalu. Ia merasa kesepian jika tidak ada Athena yang selalu merepotkan nya. Selama Athena tidak ada, ia hanya membantu mbak Ni memasak, kemudian kembali ke paviliun.


"Sama-sama, nona" kata mbak Mita sopan.


Setelah semuanya siap, Mbak Mita pamit untuk ke paviliun belakang.


Athena mengangkat nampan yang berisi air mineral juga aneka jus terlebih dahulu, ia kemudian kembali ke dapur untuk mengambil cake. Rupanya kedatangannya sudah ditunggu oleh yang lain.


"As always selalu mengerti kalau kami kehausan dan butuh asupan makan" kata Wildan.


"Thank you, The" ucap Ares.


"Gimana nih rasanya jadi CEO?" tanya Kevin.


"Belum ngerasain apa-apa sih bang. Tadi habis penyambutan yah langsung libur aja" jawab Bagas.


"Emang rasanya gimana, bang?" tanya Nevan.


"Wah, yang bentar lagi nyusul semangat banget kayaknya" Raga menimpali.


"Haruslah bang. Tanggung jawabnya gede soalnya" kata Nevan.


"Rasanya yah nano-nano. Kadang pusing, kadang senang, kadang sibuk, kadang juga senggang." jawab Eros.


"Tapi semuanya mengangkang sih, tergantung cara kerjanya aja" Wildan juga ikut menjawab.


"Yang paling enak mah jadi akak The" timpal Arion.


"Kakak kenapa deh?" tanya Athena heran.


"Proxy nya yang kerja, orang lain yang pusing, kakak tinggal terima hasil aja. Aku mah ogah jadi CEO, aku mau kayak papa dan opa aja" jawab Arion.


"Mana bisa gitu?Kita semua bisa dapat proxy kalau udah terjun langsung minimal 3 tahun. Itu tandanya kamu tetap harus pegang jabatan dulu" Arvin mengingatkan.


"Lo juga gitu The?" tanya Kevin.


Athena mengangguk.


"Setelah ujian nasional waktu SMA, aku udah nyambil kerja sih. Aku pegang kasusnya Ayra waktu itu." jawab Athena.


"Denger noh. Kakak bahkan lebih parah" ucap Nevan untuk Arion.


"Kok aku lupa sih?" Arion menggaruk kepalanya.


"Udah tua kali" goda Darren.


"Nggak yah bang" Arion paling anti dikatai tua.


"Masih muda gini kok"


Percakapan mereka berlanjut hingga waktu makan malam. Yang paling excited atas makan malam ini tentu saja Wildan, Darren dan Kevin. Mereka seolah kembali saat hidup bersama di desa kenangan.