
"Lagi senang banget kayaknya, senyum mulu dari tadi" kata Raga.
Athena menoleh.
"Senang banget, Ga. Hana mau nikah, nikahnya sama Yudha pula" Athena begitu bersemangat saat mengatakannya.
"Nikahnya weekday atau weekend?" tanya Raga.
"Last weekday akadnya. Resepsinya malam Sabtu." jawab Athena.
"Gak bisa nemenin yah?" tebak Athena.
"I'm sorry" ucap Raga tanpa menjawab pertanyaan Athena .
Dari ucapan Raga, Athena bisa mengerti jika lelaki itu tidak bisa menemaninya.
"Nggak apa-apa, Ga. Aku ngerti kok. Kerjaan kamu belakangan ini gak bisa ditinggal" Athena tersenyum.
"Tenang aja sih, aku juga berangkat rencananya ajak Ayra, biar bisa ketemu Tristan. Terus disana juga ada Bagas yang bisa temanin aku ke akadnya Hana, resepsinya juga."
"Jadi aku bakal tidur sendirian nih?" tanya Raga.
"Kalau mau ada temannya yah ajak teman" jawab Athena ngawur.
"Ngawur banget kalau ngomong" Raga mengacak rambut Athena.
Athena terkekeh.
Kamis sore, Raga mengantar istri dan adik iparnya ke bandara.
"Aku pergi dulu yah. Kamu kalau kesepian di rumah, ke rumah mommy aja atau ke rumah mama" Athena mencium punggung tangan Renal.
Renal mencium kening istrinya.
"Hati-hati" katanya.
"Bye kak Raga" Ayra ikut mencium punggung tangan Raga.
Raga mengacak pelan rambut Ayra.
"Jagain kakaknya yah" pesan Raga.
"Siap, kak" patuh Ayra sambil hormat.
Raga melepaskan kepergian istrinya dan adik iparnya dengan lambaian tangannya. Belum sempat naik ke mobilnya, ponselnya berbunyi. Ia menghela napasnya saat membaca id caller, kemudian mengangkatnya.
✨✨✨
Bagas menjemput kakak dan adiknya di bandara saat hari sudah malam.
"Makan malam diluar aja yah kak?" Bagas meminta pendapat kakaknya.
"Iya, Bagas. Badan kakak juga capek, gak mood mau masak" jawab Athena.
Bagas mampir ke AN resto. Ia tentu saja memesankan coto buat kakak dan adiknya, dan soto ayam untuk dirinya. Tak lupa beberapa buah ketupat.
"Thank you, Gas. Malam-malam gini enaknya makan yang berkuah dan pedas-pedas" Athena bertepuk tangan kecil saat aroma coto sudah tercium.
"Dek, mau ketupat nggak?" tanya Bagas pada Ayra.
"Mau" jawab Ayra.
"Dek, sambelnya jangan terlalu banyak" peringat Athena.
"Nggak, banyak kok kak" ucap Ayra.
"Itu peringatan untuk kakak sendiri kali, lihat aja tuh mangkuk kakak penuh dengan sambel. Bagas pesankan lagi yah, yang itu gak usah di makan" Bagas hendak berdiri.
"Nggak usah, Bagas. Udah lama kakak gak makan ginian, jadi rindu juga. Kamu duduk gih, soto kamu udah dingin itu" cegah Athena.
Bagas mengangguk pasrah.
Athena begitu menikmati semangkuk Coto dan beberapa buah ketupat di depannya. Rasanya ia tidak ingin berhenti makan, tapi perutnya benar-benar terasa penuh.
Setelah makan malam, mereka lekas kembali ke rumah. Athena dan Ayra harus beristirahat, karena besok pagi mereka harus menghadiri acara akad Hana dan Yudha.
Hana sebenarnya dapat tawaran untuk pindah kerja ke kota B, tapi niatnya gagal karena Yudha yang melarangnya. Hari saat dimana Hana mendapat tawaran, pulangnya Yudha mengajak Hana untuk dinner dan langsung melamar perempuan itu. Definisi sat set sat set, teman kerja menjadi teman hidup.
Athena dan Ayra cantik dengan kebaya yang sama tapi berbeda ukuran. Bagas juga terlihat tampan dengan kemeja batik dan celana kainnya. Mereka bertiga lalu menuju ke kediaman Hana.
Nampak keluarga Yudha belum datang. Athena, Ayra dan Bagas duduk di kursi tamu yang telah disediakan.
Beberapa menit kemudian, rombongan keluarga dari pihak Yudha tiba. Setelah menerima wejangan menikah, akad dilangsungkan. Suara tegas dan lantang Yudha terdengar, begitu fasih saat melafalkan ijab qobul.
"Theee" seru Hana senang saat melihat kedatangan Athena di rumahnya.
Athena membalas pelukan Hana.
"Ciyee udah jadi istri" goda Athena.
"Kok lo nggak nyamperin aku? Sama siapa kesininya?"
"Raga nggak ikut?" tanya Yudha.
"Nggak, lagi sibuk banget. Kerjaannya sana sini"
"Eksekutif mah beda" ucap Hana.
"Suami kamu juga eksekutif yah. Apaan nih bos ekspedisi jadi karyawan perusahaan. Lagi nyamar bos?" cerca Athena.
Yudha dan Hana terkekeh mendengar cercaan Athena. Seperti lelaki yang Hana impikan, Yudha ternyata juga seorang eksekutif muda. Ia ternyata founder dan juga CEO dari sebuah ekspedisi yang sangat terkenal di Nusantara. Perusahaan nya berkembang dengan sangat baik.
"Kayak sendirinya aja yang bisa nyamar" Hana kembali meledek Athena.
"Cara lain menemukan seorang wanita yang benar-benar tulus yah dengan cara ini, The. Gue kenal nih orang dari dulu yah gini, gak neko-neko, mulutnya aja yang kadang pedas. Hana juga tahu background aku setelah lamaran resmi keluarga kami. It means Hana gak mandang aku dari segi kemapanan" kata Raga.
"Aku mah sama siapa aja, yang penting baik dan gak neko-neko." Hana mengiyakan.
"Sekalinya dapat, dapatnya yang paket lengkap dong" Athena terkekeh.
"Tuh, tahuu" kompak Yudha dan Hana.
Bagas dan Ayra mendekati mereka.
"Selamat yah Hana, Yudha. Semoga menjadi keluarga yang penuh cinta dan kasih sayang" ucap Bahas sambil menjabat tangan Hana dan Yudha.
"Terima kasih, pak. Sudah turut hadir di hari bahagia kami" kata Yudha.
Bagas mengangguk.
"Ayra cantik banget ini" Hana mencubit pelan pipi Ayra.
Ayra tersenyum.
"Terima kasih, kak" ucapnya.
"Han, Yudha, aku pamit yah." pamit Athena.
"Nanti malam harus datang lho The" Hana mengingatkan.
Athena mengangguk.
"Gampang deh" katanya.
Ia kembali bercipika cipiki dengan Hana dan menepuk bahu Yudha sebelum meninggalkan kediaman Hana.
"Adek langsung ke rumah Tristan?" tanya Bagas.
"Iya, kak. Di sana ada baju-bajunya Ayra kok" jawab Ayra.
"Mau dijemput kapan?" tanya Athena.
"Besok deh kak. "
"Okay, sayang" Athena merangkul bahu adiknya.
Rupanya Tristan dan Regan sudah menunggu di teras rumah Brian.
Ayra berlari kecil menuju Tristan dan Regan, ia memeluk ke dua lelaki itu bersamaan.
"Ayahnya ada?" tanya Athena pada Tristan.
"Ayah masih di rumah sakit, kak" jawab Tristan.
"Nggak apa-apa kan kalau kakak ninggalin kalian sekarang?" tanya Athena.
Ketiganya mengangguk kompak.
"Nggak apa-apa kak" jawab ketiganya bersamaan.
"Ayra, bersih-bersih dulu terus ganti baju. Mbak ada kan yah?"
"Ada kak, udah masak makan siang kok"
"Yaudah, kakak tinggal yah. Tristan, Regan, adiknya dijaga yah." Athena mencium ke dua pipi Ayra, dan mengacak pelan rambut pendek Tristan dan Regan.
"Hati-hati kak" teriak ketiganya.
Athena terkekeh dan segera membuka pintu penumpang depan.
"Heboh banget krucils nya" kata Bagas.
"Seru kali yah punya anak yang jaraknya gak terlalu jauh" ucap Athena lirih.
"Rajin bikin lah kak" ngawur Bagas.
Athena menepuk pelan bahu Bagas.
"Nikah sana, terus bikin yang rajin" omelnya.