Athena

Athena
Meet With Uncle



Athena bersiap-siap untuk berkeliling bersama Brian. Min mengatakan jika Brian sudah ada di lobi hotel.


"Udah siap?" tanya Brian.


"Sudah, uncle. Let's start our adventure today" seru Athena senang.


"Udah sarapan, kan?" tanya Brian.


"Siap, sudah uncle" jawab Athena semangat.


"Bagus. Mau kemana dulu nih?"


"Ke dataran tinggi, uncle. Kali aja pemandangannya bagus kalau dari atas" saran Athena.


"Pilihan yang bagus"


Brian mengendarai mobilnya dengan tenang. Sesekali ikut bernyanyi bersama Athena.


"Suka banget sama lagunya?"


"Suka uncle. Semua lagunya The hapal, penyanyinya juga keren, nulisnya dari hati gitu"


ku kira kita akan bersama


Begitu banyak yang sama


Latarmu dan latarku


Kukira takkan ada kendala


Kukira ini 'kan mudah


Kau-aku jadi kita


Mobil berhenti di sebuah tanah yang sangat lapang. Ada jejeran penjual makanan dipinggir tanah lapang itu.


"Keren banget tempatnya" kagum Athena.


Dari tempat ini, ia bisa melihat sirkuit yang kemarin digunakan untuk balapan. Ia bisa melihat gedung-gedung tinggi, rumah-rumah warga dan juga pantai yang membentang luas.


"The udah bilang sama Alan kan kalau mau pergi sama uncle?"


"Udah, uncle"


Tak lama kemudian, beberapa mobil tiba. Brian dan Athena menoleh.


"Jake, Brandon" kaget Brian.


Ketiga pria dewasa itu saling berpelukan.


"Halo sayang" sapa Brandon.


Athena tersenyum. Ia memeluk Brandon, lalu Jake.


"The senang, lihat uncle nya The lengkap gini" ucapnya.


"Kami juga senang, sayang" kata Jake.


Tak lama, seorang perempuan datang. Dia adalah Mbak Ni, nanny Athena waktu masih kecil.


"Nonaa" sapa mbak Ni.


"Mbak Ni" Athena bersorak senang. Ia sudah lama tidak bertemu dengan mbak Ni.


"Bri, aku lapar" ucap Brandon.


Brian terkekeh. Mereka mendatangi salah satu warung yang ada di lokasi.


"Coto nya ada nggak?" tanya Brian.


"Ada, mas" jawab ibu-ibu yang punya warung.


Lokasi ini berada di pedalaman pulau. Butuh waktu sekitar 5 jam untuk sampai disini. Brian dan Athena yang berangkat lebih pagi saja sampai saat jam menunjukkan angka 1.


"Cotonya 5 porsi, ketupatnya 10. Minumnya air mineral juga teh hangat." pesan mbak Ni.


"Uncle gak takut ketahuan?" tanya Athena.


Ketiga orang itu menggeleng.


"Ada banyak orang di sini, masyarakat sini pasti gak sadar ada kita-kita disekitarnya" jawab Jake tenang.


"Banyak orang tapi orang-orangnya uncle" ucap Athena yang menghadirkan tawa di meja mereka.


Asap yang mengepul dari mangkuk Coto itu begitu menggoda. Apalagi udara disini cukup sejuk. Athena mulai meracik cotonya, menambahkan sambel juga perasan jeruk nipis.


"The, gak boleh makan sambel terlalu banyak" peringat Brian.


"Siap, pak dokter" kata Athena.


"Mbak Ni gak di paksa sama uncle Jake kan ikut kemari?" selidik Athena setelah menyuapkan kuah Coto dan ketupatnya.


"Negatif banget pikirannya. Mbak Ni malah yang merengek ikut" kata Jake.


"Iya iya" kata Athena.


"Tuan, Ni, madep sini!"


Mereka menghadap ke kamera yang dipegang Run.


"Lagi, Run. Kesempatan ini gak ada Mika sama Alda yang recokin" kata Brandon. Ia dengan bangga merangkul anak gadis yang kebetulan duduk di sampingnya.


Athena terkekeh mendengar ucapan Brandon. Jika Alda bertemu Brandon, ia akan seperti anak kecil yang merecoki kakaknya. Mika pun begitu, ia akan merecoki Brian dan juga Jake.


"Kakek Abraham sudah sehat?" tanya Athena.


"Ayah malah udah kembali ke desa" jawab Brian.


"The, kemarin ulang tahun dapat apa dari Mika?" tanya Brandon.


"Dapat anakan harimau" jawab Athena.


"Mau uncle kasih temannya harimau nggak?" tawar Jake.


"Lucu nggak?" tanya Athena.


Jake mengeluarkan ponselnya, memperlihatkan foto anak singa yang baru lahir dan induknya.


"Lucu banget" ucap Athena.


"Mau deh " kata Athena cepat.


"Nunggu Wipo lepas asi dulu yah" janji Jake.


"Jake, nanti mommy nya histeris" Mbak Ni mengingatkan Jake.


"Santai Ni." kata Brandon.


Brian hanya menggelengkan kepalanya heran dengan jalan pikiran kedua saudaranya.


"Atau The mau nggak ke RelFath buat jemput Wipo?" tanya Brandon.


"Mau, uncle. Tapi The kan bentar lagi sekolah"


"Kan gak sekarang. Habis ujian The ke RelFath deh. Om ajarin nembak sekalian. "


"Nanti aku izin opa deh" kata Athena.


"Uncle tunggu yah di RelFath"


Athena mengangguk.


"Turun sekarang yuk. Orang-orang mulai berdatangan" ajak Brian.


Mereka mengangguk. Athena berada di mobil yang sama dengan Brian dan mbak Ni. Sementara Jake bersama Brandon. Orang-orang mereka berada di mobil lain.


"Mau kemana lagi The?" tanya Brian.


"Mbak Ni mau kemana? Bilang deh, mumpung pak sopir lagi baik hati" tanya Athena pada Ni. Ia sedang berbaring.


"Ke pantai, tapi pasti nyampenya malam. Kemana aja deh" jawab Mbak Ni.


"Uncle ada tempat rahasia di sini." beritahu Brian.


Ia membeli sebuah tanah yang sangat luas, yang berada di bagian Utara pulau ini. Ia membangun sebuah rumah yang dikelilingi hutan belantara.


"Kamu ngapain bikin rumah di sini?" tanya Mbak Ni.


"Kalau lagi penat ngurus kerjaan yah larinya kemari" jawab Brian.


"Uncle Brian jadi direktur aja, gak usah bedah orang lagi." saran Athena.


"Uncle juga sedang berpikir begitu. Kasihan Tristan kalau uncle terlalu sibuk"


"Kamu sih, aku minta jagain Tristan kamu nggak mau" cibir mbak Ni.


"Kamu nikah lah, terus bikin sendiri"


"Tengkar terus, padahal The masih ada di sini" lerai Athena.


Istri Brian meninggal saat melahirkan Tristan. Tristan Abraham kini sudah duduk di kelas 2 SD.


"Bawa ke kota A deh, uncle. Nanti The yang jagain. Ada mommy juga kok" usul Athena.


"Uncle kesepian dong" kata Brian.


Hari sudah gelap. Mereka pesta barbeque di halaman rumah Brian. Jake dan Brandon sudah sambat, mereka makan terlalu banyak.


"Uncle, Athena pamit deh. Udah larut soalnya" ucap Athena.


"Uncle anterin deh" kata Brian.


Athena menggeleng.


"Uncle udah seharian ini jadi sopir buat The. Uncle istirahat aja." tolak Athena halus.


Brian memeluk Athena, mencium kening gadis itu cukup lama. Brandon dan Jake juga melakukan hal yang sama. Mereka begitu menyayangi Athena.


"Mbak Ni, The tinggal yah"


Mbak Ni mencium kedua pipi Athena. Bayi yang dulu dijaganya kini beranjak dewasa. Ia tumbuh dengan sangat baik.


"Hati-hati Run bawa mobilnya" kata Jake.


"Iya, tuan" jawab Run sopan.


"Mereka akan ngikutin mobil kamu" beritahu Brian.


"Terima kasih, tuan"


"Buet bye uncle, mbak Ni" Athena melambaikan tangannya di jendela mobil.


"Sampai jumpa sayang" teriak Brandon.


Mereka berempat melihat kepergian mobil yang membawa Athena.


"Anak itu tumbuh dengan sangat baik" ucap Brian.


"Setelah dua kali nyaris kehilangan nyawa" sambung Jake.


"Ia berhasil menyihir kita semua. Ia tumbuh dengan kasih sayang juga cinta yang berlimpah." Mbak Ni mengusap air matanya.


Ia sendiri menyaksikan bagaimana tersiksanya Alda saat Athena pergi dibawa oleh Rafa.