
"Kok aku deg-degan yah?" tanya Athena pada suaminya.
Sudah sejak sebulan yang lalu Athena bertanya begitu. Entah sudah berapa banyak pertanyaan itu keluar dari mulutnya. Sepertinya ia sedang dilanda kecemasan tingkat tinggi.
"Jangan banyak pikiran, The." Raga mengelus bahu istrinya.
"Aku takut." kata Athena jujur.
"Apa yang kamu takutin hmm?"
"Gimana kalau sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi?"
"Sayang, semuanya akan baik-baik saja. Percaya yah. Kamu kuat, dedek bayi nya kuat" ucap Raga.
Athena mengangguk. Kecemasannya kadang tiba-tiba datang, pikirannya akan kacau dan selalu negatif. Athena berjalan menuju kamar anaknya, nampak Anne sedang tertidur pulas. Hanya dengan menatap wajah polos Anne, bisa membuatnya lebih tenang. Ia tak lupa mencium kening anaknya, cukup lama kali ini.
Raga mengelus rambut istrinya dari belakang. Setelah Athena selesai dengan kebiasaannya, Raga lalu menggantikan Athena mencium dan mengucapkan selamat malam pada putrinya.
"Ayo sayang, kamu harus istirahat" Raga merangkul pundak istrinya menuju kamar.
Mereka kini sedang berbaring sambil menatap langit-langit kamar.
"Kamu gak mau caesarion section aja?" tanya Raga.
Athena menatap suaminya.
"Kalau keadaan memaksa untuk operasi, aku siap. Tapi dokter tidak menyarankan hal tersebut, itu berarti aku sedang dalam posisi yang aman untuk melahirkan secara normal" jawab Athena. Ia tersenyum, begitu meneduhkan.
Raga bangun, merangkak menuju perut sang istri yang sudah besar, seperti sedang menyembunyikan bola.
"Anak papa yang sehat yah, pinter dalam perut mama, sebentar lagi kita akan bertemu" Raga mencium perut istrinya tanpa perantara kain baju.
"Tangannya yah, tolong" tegur Athena saat merasakan tangan Raga kian merambat.
"Kata dedeknya pengen dijenguk sama papa" ucap Raga manja.
Athena mengelus rambut suaminya.
"Dedeknya yang pengen dijenguk atau papa nya nih yang nanggung? karena habis lahiran nanti bakal puasa lama"
Raga tertawa pelan mendengar perkataan sang istri. Ia dengan cepat m**umat bibir istrinya, memulai petualangan menjenguk sang baby di dalam sana.
"Pelan-pelan, Ga"
Raga mengangguk. Ia melakukannya dengan sangat pelan dan sangat berhati-hati.
Setelah hasratnya terpenuhi, Raga menggulingkan badannya ke sisi kiri Athena.
"Terima kasih " ucapnya.
Athena hanya mengangguk, ia masih menikmati sisa-sisa kegiatannya bersama Raga. Tangannya dengan refleks menepuk lengan Raga saat merasakan p*ting nya dihisap oleh Raga. Raga sedang cosplay menjadi bayi.
"Awas aja ASI aku habis" dumel Athena.
Raga menghentikan kegiatannya sejenak, mencium singkat bibir istrinya, lalu kembali melanjutkan kegiatannya.
"Gak di minum kok, tapi ASI nya keluar sendiri, yah aku minum deh" kata Raga polos setelah puas dengan kegiatannya.
Raga memperbaiki selimut yang menutupi badan istrinya, lalu ikut tertidur disamping sang istri.
✨✨✨
Tadi saat Athena mandi, ia melihat ada bercak darah. Itu tandanya ia akan segera melahirkan. Perutnya juga terasa mulas.
"Kita ke rumah sakit sekarang yah?" Raga sejak tadi mendampingi sang istri.
Sementara baby A asyik sendiri. Anne sedang dalam keadaan kenyang, jadilah ia anteng dengan mainan di depannya.
"Nanti, Ga. Aku perlu jalan-jalan dulu. Agak siangan aja kita ke rumah sakitnya." kata Athena.
Ia sedang jongkok sambil menemani Anne bermain. Sesekali ia berdiri dan berjalan.
Menjelang siang, barulah Raga memberitahu kedua orang tua dan mertuanya jika Athena akan segera melahirkan.
Sebelum ke rumah sakit, Athena menyempatkan menggendong dan mencium anaknya.
"Tunggu mama yah sayang. Kita akan segera bertemu dedek"
Seolah mengerti, kepala Anne mengangguk.
"Dek, titip baby A yah." Athena tak lupa mengusap kepala Ayra.
Ayra tersenyum.
"Baik-baik yah kak" ucapnya.
Ayra dan Anne melambaikan tangannya saat mobil yang Raga dan Athena naiki sudah berjalan. Tadi Renal dan Alda langsung menuju rumah sakit dari tempat kerja Renal.
Ayra tidak perlu khawatir, belakangan ini ia cukup dengan Anne. Anne juga cukup anteng, asalkan kenyang. Lagian masih ada Ivana yang akan membantunya jika keadaan mendesak.
Dengan hati riang Ayra mendorong stroller milik Anne menuju kediaman 03. Khas anak 10 tahun, ia akan berceloteh menemani Anne bercerita tentang apa yang mereka lewati.
✨✨✨
Di rumah sakit, Raga sedang menemani istrinya berjuang di ruang bersalin. Di depan ruangan, ada Renal, Alda, Baskara dan Vania yang sedang menunggu. Mereka tentu saja khawatir, juga sangat cemas. Hanya bisa membantu dengan doa.
"Pembukaan nya sudah lengkap, bu. Ibu siap?" tanya dokter kandungan yang didampingi dua orang bidan.
Athena hanya mengangguk, dengan napas memburu.
"Ikuti aba-aba saya yah" ucap dokter itu.
"Satu dua tiga, mengejan" dokter perempuan itu memberikan aba-aba.
"Lagi bu, sedikit lagi"
Sebanyak 5 kali dokter itu memberikan aba-aba, hingga lahirlah seorang bayi laki-laki yang sehat san sempurna. Athena diberikan kesempatan untuk skin to skin dengan bayinya sebentar, lalu bayi itu dibersihkan.
"Terima kasih, sayang. You did it" Raga mencium seluruh permukaan wajah Athena.
Athena tersenyum. Sebelum matanya tertutup.
"Dok, istri saya?" khawatir Raga.
Dokter itu tersenyum.
"Istrinya kelelahan, pak. Ini wajar bagi ibu yang habis melahirkan" dokter itu berusaha menenangkan.
Raga menghela napasnya lega.
Raga keluar dari ruang persalinan, Athena masih harus di dalam sana untuk observasi.
"Gimana, Ga?" tanya Renal cepat. Sejak tadi ia yang paling gelisah berjalan kesana-kemari, kemudian duduk dan berdiri lagi.
"Cucu kalian sudah lahir dengan selamat. Baby nya laki-laki, sehat dan sempurna" jawab Raga.
Semuanya mengucap syukur. Anggota keluarga mereka bertambah.
Tidak lama kemudian, seorang bidan keluar dan menggendong satu bayi.
"Mari ikut saya tuan, nyonya, kita akan ke ruang perawatan. Tuan dan nyonya bisa menunggu nyonya Athena di sana." katanya.
Bidan tersebut menaruh bayinya ke dalam keranjang yang ada di ruang perawatan. Tak lupa memberikan selamat kepada pihak keluarga.
Aidan Perdanakusuma, lahir di kota A. Tinggi badan 49 cm, berat badan 3100 gram. Anak dari Tn. Argantara Perdanakusuma dan ny. Athena Mahendra Arunika.
"Calon penerus udah lahir. Kakek dan opanya sebentar lagi pensiun" ucap Vania.
Renal dan Baskara terkekeh mendengar ucapan Vania.
"Lengkap deh, sepasang. Anne dan Aidan" Alda berseru senang.
"Anne ikut kita arisan, Aidan ikut kakek dan opanya cari uang" kata Vania.
"Matanya kebuka" seru Renal. Ia masih saja takjub jika melihat bayi yang baru lahir.
Baskara ikut berdiri disamping besannya. Menyaksikan mata cucunya terbuka dan kembali tertutup.
"Ehh, tidur lagi" ucapnya.
"Cucunya masih beradaptasi itu" kata Vania.
"Kakak gimana yah? Lama banget observasi nya " khawatir Renal.
"Anaknya di doakan, dad" Alda mengingatkan.