
Setelah sarapan, Raga pamit untuk ke apartemen.
"Gak di sini aja?" tanya Renal.
"Kan udah om, semalam. The juga butuh quality time bersama keluarganya" jawab Raga penuh pengertian.
"Bukan karena yang semalam kan?" tanya Nevan.
Raga terkekeh.
"Nggak, bukan karena itu. Kami baik-baik saja."
"Raga baik-baik yah. Hati-hati juga" pesan Alda.
"Terima kasih, Tante" ucap Raga.
Mereka sedang berada di teras rumah, menunggu Athena bersiap-siap untuk mengantarkan Raga hingga ke apartemen lelaki itu.
"Bang, hubungin yah kalau ada waktu luang" kata Nevan.
"Siap"
Athena terlihat cantik dengan celana kulot yang menutupi hingga betisnya, juga baju kaos yang panjang lengannya hingga sikutnya.
"Udah siap?" tanya Raga.
Athena mengangguk.
"The temanin Raga yah mom, dad. Bye Nevan" pamit Athena.
"Hati-hati yah kalian" pesan Renal.
"Siap, Daddy" ucap Athena.
Raga mengendarai mobil milik Athena.
"Banyak buaya yang patah hati"
"Hah, gimana?" tanya Athena.
"Aku lihat di komentar, banyak yang hatinya patah" jawab Raga.
"Cemburu yah?" goda Athena.
Raga mengangguk.
"Cemburu sih, tapi nyadar kalau kita bukan anak belasan tahun lagi" Jawab Raga.
"Bagus deh, jadi nggak perlu diamin aku lagi" ucap Athena yang membuat Raga terkekeh.
"Takut banget aku diamin?"
"Ngeri sih kalau kamu diam"
Raga mengelus rambut Athena.
"Maaf yah" ucapnya.
Raga menarik kopernya sambil merangkul bahu Athena agar berjalan di sampingnya. Sesekali Raga membalas sapaan dari orang-orang yang ada di gedung ini. Lift berhenti di lantai 5 gedung ini, seorang lelaki bergabung bersama mereka.
"Lho, Athena?" lelaki itu terlihat kaget saat melihat Athena.
"Selamat pagi,pak" sapa Athena canggung.
Andika melihat keduanya dari atas hingga ke bawah.
"Kakaknya yah?" tanya nya.
"Heheh, bukan pak" jawab Athena.
Ting
Lift kembali berdenting, tanda mereka sudah sampai di lantai tujuan. Ketiganya keluar bersamaan.
"Lho, kamu juga tinggal di sini The?" tanya Andika.
"Nggak pak. Saya nemanin dia aja" jawab Athena.
"Saya permisi, pak" pamit Athena saat merasakan pundaknya sedikit ditekan oleh tangan Raga.
"Ohiya, sampai jumpa besok" ucap Andika.
Setelah kehadiran Andika di lift tadi, suara Raga tidak terdengar lagi, tapi tangannya tetap berada di pundak Athena hingga sampai di depan pintu unitnya. Raga menekan beberapa tombol angka agar bisa masuk ke dalam unitnya.
Athena memasuki apartemen milik Raga. Ada dua kamar, ruang tamu, ruang nonton, ruang makan, dapur dan juga kamar mandi. Athena duduk di sofa panjang yang berada di ruang nonton, sambil menunggu Raga membereskan perlengkapannya.
"Udah?" tanya Athena saat melihat Raga keluar dari salah satu kamar. Pakaiannya sudah berganti menjadi celana selutut juga baju kaos.
Raga hanya mengangguk. Mulutnya seolah terkunci. Tangan panjangnya mengambil remot untuk menyalakan Tv.
Keadaan begitu hening, hanya suara televisi yang menemani mereka.
"Kalau kamu diam aja aku pulang deh" kata Athena.
"Aku anterin" Raga berdiri dari duduknya.
"Kamu marah?"
Raga menggeleng.
"Aku pulang sendiri aja" Athena hendak maraih kunci mobilnya yang berada di atas meja, tapi kalah cepat dengan tangan Raga.
Raga tetap merangkul bahu Athena hingga perempuan itu duduk di kursi penumpang bagian depan.
"Aku balik. Tolong sampaikan salam ku untuk Mommy, Daddy mu dan juga Nevan" Pamit Raga. Rupanya lelaki itu memesan ojek online.
Athena melihat kepergian Raga dengan berbagai perasaan. Ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara menyikapi sifat Raga yang satu ini.
Athena memasuki rumahnya dengan langkah pelan, isi kepalanya begitu berkecamuk.
"Lho udah pulang?" tanya Alda.
Athena duduk di samping mommy nya, mencari ketenangan pada diri mommy nya.
"Kenapa hmm?" tanya Alda.
Athena hanya menggelengkan kepalanya. Ia menghirup aroma mommy nya, berharap isi kepalanya tidak lagi berkecamuk.
Alda hanya bisa mengelus kepala anaknya.
"Tadi pulang sendiri?"
"Dianterin Raga" jawab Athena.
"Terus Raganya kemana?"
"Udah pulang"
"Jalan kaki?"
"Naik ojek online"
"Kok gak kamu pinjemin mobil?"
"Raga lagi marah ,mom. The gak diajak ngomong." curhat Athena.
"Kok bisa?"
"Gak tahu. Tadi The gak sengaja ketemu sama teman kantor, saling sapa gitu, ehh Raga mulai diem, gak ngomong lagi." cerita Athena.
"Raga cemburu kali. Kamu udah bujukin?"
Athena menggeleng.
"Aku bilang kalau kamu gak ngomong aku pulang aja"
"Sayang, lelaki itu juga sama seperti kita, butuh dimengerti. Raga itu orangnya pendiam, jadi kamu mesti punya stok sabar yang banyak. Kalau suasana udah lain gitu, yah kamu harus pinter-pinter buat balikin lagi agar nyaman. Mommy bukan bela Raga lho ini. Kalau Raga diam terus kamu juga keras gitu, langsung minta pulang, yah gak bakal selesai masalahnya" Alda menasehati anaknya.
Athena mengangguk. Seharusnya tadi ia lebih sabar lagi.
"Thank you mom udah jadi teman curhat Athena"
"Uhh, manisnya anak mommy" Alda mencium kedua pipi anaknya.
✨✨✨
Malam hari, kediaman Athena kembali ramai. Ada Jake, Brian, Brandon, Abraham, Tristan dan Ayra.
Ayra sejak tadi menempel terus pada Alda. Anak itu begitu senang saat mendapat keberadaan Nevan dan Renal di rumah Brian siang tadi. Saat ia tahu mommy nya juga berada di kota ini, ia merengek meminta agar segera menemui mommy nya.
"Ayra kalau ketemu mommy nya udah kayak koala aja" kata Abraham.
"Cucunya ayah nih" kata Alda.
"Semalam katanya dinner sama calon menantu?" tanya Brandon.
"Iya, bang" jawab Renal.
"Tampan nggak dia?"
"Ya pasti tampan lah, kek" Nevan yang menjawab. Ia sedang bermain ular tangga bersama Tristan dan Athena.
"Harus tampan yah, cucu kakek udah cantik banget soalnya" kata Abraham.
"Ayra juga cantik nggak?" tanya bocah itu.
"Pasti cantik" Jake mencubit kedua pipi anaknya pelan.
"The, gak mau kerja di rumah sakit aja" tanya Brian.
"Ehh, bang. Jangan dilobi lagi anak aku" kata Renal cepat.
"Namanya juga mencoba peruntungan, Ren" Brian menghela nafasnya.
"Di kantor aja, uncle. Arvin udah ngebut banget kok,uncle sabar aja" jawab Athena.
"Di pulau juga butuh generasi baru" Brandon menimpali.
"Yah tunggu Arion dulu. Tuh anak sudah tergila-gila dengan pulau sejak kecil" kata Jake.
"Nevan nggak mau?" tanya Brandon.
"Punya mommy nya gimana? Yang urus mesti Nevan" Renal mengingatkan.
"Pak Ares gak main-main sih, beli pulau udah kayak beli permen. Sat set sat set aja" Kata Jake.
"Lathief juga ada pulau asal kalian tahu" beritahu Abraham.
"Pulau apa yah?" tanya Alda.
"AlThaf Island" jawab Abraham.
"Gila sih" Brandon berdecak kagum.
Renal hanya bisa meneguk ludahnya. Keluarga istrinya benar-benar tidak ada duanya. Kabarnya pulau itu juga begitu sejahtera, menghasilkan banyak bahan makanan, minyak gas juga sebagai lahan tambang. Ternyata pulau itu adalah milik Lathief.