
Sepekan berlalu, Athena sudah 3 kali melakukan eksperimen nya. Hasilnya sama, positif hamil. Ia juga begitu yakin karena pembalut yang ia beli 2 bulan belakangan belum kurang sama sekali, ia belum mendapat period nya hampir 2 bulan lamanya.
Pagi sekali ia terbangun dan melakukan aktifitas nya seperti biasa. Tapi hari ini tugasnya bertambah, ia akan membuat kue tart sederhana untuk sang suami. Hari ini adalah hari ulang tahunnya Raga.
"Mama" lengkingan suara Anne membuat Athena menghela napasnya. Athena memasukkan kuenya ke dalam oven, kemudian mencuci tangannya dan memasuki kamar anaknya.
Nampak Anne sudah dalam posisi duduk sambil bermain, memainkan bonekanya. Anak itu berteriak seolah hanya memberitahukan kepada mamanya jika ia sudah terbangun, setelah nya anak itu kembali bermain dan tidak menangis sama sekali.
"Anak mama bau acem" Athena mengangkat Anne, lalu kembali menurunkan nya, tangan sepasang anak dan ibu itu saling bertautan berjalan menuju kamar sang mama.
"Kakak bangunin papa yah, mama mau siapin sarapan dulu" Athena mengelus kepala anaknya.
Anne mengangguk. Ia mencoba naik ke tempat tidur sang papa. Athena yang melihat anaknya kesulitan untuk memanjat tempat tidur pun dengan cepat membantu sang anak.
"Kakak bobok sama papa yah" Athena mencium kening anak dan suaminya sebelum meninggalkan kamarnya.
✨✨✨
Setelah sarapan di hari yang sudah menjelang siang, Athena dan Raga kini berada di taman samping rumahnya, ada Anne yang sedang bermain di atas rumput. Raga membangun tenda kecil khusus untuk anak-anak, dan mengeluarkan beberapa mainan untuk menemani kegiatan putrinya.
"Bentar yah, aku masuk dulu" ucap Athena.
Raga mengangguk. Ia melepaskan rangkulannya pada bahu Athena.
Athena kembali dengan nampan yang berisi kue tart berukuran sedang dan juga jus alpukat dan jus jeruk. Ia terkekeh saat mendapati pandangan heran Raga.
"Hari ini kamu ulang tahun" kata Athena.
"Emang iya?" Raga menggaruk pelipisnya.
Athena mengangguk.
"Iya, Ga. Maaf banget gak ada lilin heheh" Athena menyimpan nampan nya.
Ia kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil pisau pemotong kue dan juga piring kecil.
"Kakak, sini sayang" Athena memanggil Anne.
Dengan langkah nya yang masih tertatih tatih, Anne mendekati orang tuanya.
"Uwee" tunjuknya pada kue tart.
"Iya, kue buat papa. Papa hari ini ulang tahun ,sayang. Ayo bilang happy birthday papa"
"pa pa papa pa papa" oceh Anne.
Raga dan Athena terkekeh geli. Anaknya masih belum bisa mengucapkan kata yang rumit dan panjang.
"Ayo papa, potong kuenya" Athena menirukan suara anak kecil.
Raga mengambil pisau dan piring kecil, lalu memotong kue tart buatan istrinya yang rasanya tidak perlu diragukan lagi.
"HOREEE" Athena bertepuk tangan.
"Yeee" Anne meniru Athena.
"Suapan pertama untuk mama, yang kedua untuk anak papa yang paling cantik" Raga menyuapi istri dan anaknya secara bergantian.
"Terima kasih, papa" ucap Athena.
" ci pa" oceh Athena.
Raga memindahkan kue dan jusnya ke sisi lain gasebo. Ia mendekati anak dan istrinya, lalu memeluk keduanya, memberikan kecupan pada pipi Athena dan Anne.
"Terima kasih sayang- sayangnya papa." ucapnya dengan sangat tulus.
"Sama-sama papa"
"ma papa"
"Mau kado apa, Ga?" tanya Athena.
Anne meringsut turun dari pangkuan Athena.
"in mama"
"Mau kamu." jawab Raga.
"Masih siang ini lho" Athena mendengus.
"Mau kamu selalu berada di samping aku, menemani setiap langkahku, berjuang bersamaku hingga nanti" Raga merangkul bahu Athena.
Athena memeluk pinggang suaminya, pandangan nya tertuju pada Anne yang asyik duduk di dalam tenda sambil bermain-main sendiri.
Athena membawa tangan suaminya yang bebas untuk memegang perutnya. Ia membimbing tangan Raga mengelus perutnya.
Raga menatap istrinya heran.
"Di sini ada adik Anne" ucap Athena.
Raga terkejut, tentu saja.
"The"
"Aku gak bohong, Ga." kata Athena.
Raga memainkan sendiri tangannya di perut Athena, mengelusnya dengan penuh kelembutan.
"Hampir dua bulan aku gak haid. Waktu kamu tanya pembalut saat di supermarket kemarin, aku baru ingat kalau aku belum haid. Makanya saat pulang, aku minta kamu buat singgah di apotik. Aku beli beberapa testpack dengan macam-macam merk. Aku gunakan tiga kali di hari yang berbeda, hasilnya sama, garis dua, aku positif hamil." cerita Athena.
Raga menciumi seluruh permukaan wajah Athena, ia mengusap air matanya yang sempat jatuh.
"Terima kasih, sayang" ucapnya.
"Ini sudah kodrat aku sebagai perempuan, mengandung, melahirkan dan menyusui. Hal yang kita tunggu selama ini sudah Tuhan berikan, usaha dan kerja keras kita terbayar" kata Athena.
"Aku sempat khawatir kenapa belum hamil. Tapi Tuhan mematahkan itu dengan mengirim makhluknya menempati rahimku. Aku gak tahu mau kasih kamu apa di hari spesial ini, Ga. Tapi aku berharap, kehamilan ku bisa membuatmu bahagia "
Raga mencium kening istrinya.
"Ini lebih dari cukup, The. Lebih dari segalanya " kata Raga. Tangannya kembali mengelus perut Athena.
Ia menundukkan kepalanya, mencium perut istrinya.
"Halo anak papa, baik-baik yah didalam sana" untuk pertama kalinya Raga menyapa anaknya yang masih di dalam perut Athena.
Athena mengelus kepala Raga yang masih berada di depan perutnya.
"Pantesan tadi manggil Anne dengan sebutan kakak, ternyata udah mau jadi kakak beneran" kata Raga. Ia tersenyum sangat bahagia.
"Sempat heran juga sih, mau bertanya juga, tapi lupa" Raga melanjutkan perkataannya.
Athena terkekeh.
"Biasain yah Ga panggil Anne dengan sebutan kakak."
"Siap, mama" Raga mengecup pipi istrinya. Entah sudah berapa kali ia mencium sang istri.
Pandangan Athena tak lepas dari Anne yang bermain dengan tenang, seolah berdamai dengan kesendiriannya dan dunianya sendiri.
"Ga, kamu tetap akan sayang sama Anne kan?" tanya Athena. Sejak tahu dirinya hamil, ia juga cukup khawatir jika kasih sayang Raga kepada Anne tidak lagi sama.
"Kamu bertanya apa sih, The? Anne juga anak aku, anak pertama kita." Raga menenangkan istrinya.
"Aku takut kamu gak sayang lagi sama Anne. Aku takut kamu berubah dan lebih menyayangi adiknya " Athena menyampaikan ketakutan nya.
Dengan penuh kelembutan Raga mengelus rambut istrinya.
"Sama seperti daddy yang menyayangi kamu, Nevan dan Ayra dengan kasih sayang yang sama, aku juga akan melakukan hal yang sama, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi papa yang adil bagi anak-anak kita kelak." kata Raga.
Athena mengangguk. Ia tentu percaya kepada suaminya. Selama ini Raga begitu menyayangi Anne dan menjaga anak itu dengan sangat baik.
"Kamu belum ada ke dokter kan?" tanya Raga.
"belum, Ga. Kamu kapan ada waktu?"
"Yah aku bebas. Tapi kalau bisa, nanti sore kita ke dokter yah?"
"Iya, aku juga penasaran" kata Athena.