Athena

Athena
Persiapan



"Jangan sedih gitu dong" Athena mengelus pundak Hana.


Hari ini ia akan berencana mengajukan surat pengunduran dirinya. Ini adalah pekan terakhir dibulan ini.


"Nggak sedih, The" kata Hana dengan ekspresi yang tidak jujur.


"Aku keluar bentar yah" pamit Athena.


Ia menghadap ke Abraham terlebih dahulu.


Tok tok tok


Athena mengetuk pintu di depannya.


"Masuk"


Barulah ia membuka pintunya.


"Silahkan duduk"


Athena duduk di kursi depan Abraham yang dibatasi oleh meja.


"Terima kasih, pak"


"Ada apa Athena?" tanya Abraham to the point.


"Maaf mengganggu, pak. Kedatangan saya ke sini untuk memberitahu bapak kalau saya akan re-sign" jawab Athena dengan tenang, sekaligus memberitahu alasan kedatangannya.


"Kenapa? Apa ada hal yang mengganjal di kantor ini?"


Athena dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Tidak sama sekali, pak. Bagi saya perusahaan ini lebih banyak positif vibes nya. Saya memilih untuk re-sign karena suatu alasan yang tidak bisa saya beritahukan" jelas Athena.


Abraham mengangguk mengerti.


"Seperti peraturan yang telah kamu tanda tangani sebelum bergabung dengan perusahaan, ada kalimat "one month notice" it mean, kamu masih harus bekerja hingga akhir bulan depan."


"Saya mengerti, pak. Terima kasih atas waktu dan pengertiannya" ucap Athena sopan.


"Awal bulan nanti, silahkan menghadap ke HRD yah, beritahu jika kamu akan re-sign"


"Baik, pak. Sekali lagi terima kasih" ucap Athena kemudian berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruangan Abraham.


Athena kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih tersisa.


"One month notice nya berlaku The?" tanya Yudha.


"Iya, Yud. Itu waktunya kita masih ada waktu sebulan lebih untuk bekerja bersama" jawab Athena.


"Tapi lo kan akad dua pekan lagi The" Hana mengingatkan.


"Hanya akad, belum resepsi Han. Resepsi nya masih 45 hari lagi" kata Hana.


Athena meminta dengan penuh harap agar akadnya dilaksanakan di rumah saja dan hanya orang-orang terdekat yang menghadiri. Resepsi nya akan dilaksanakan setelah Ayra selesai dengan ujian semesternya, agar ia tidak perlu bolak balik lagi.


"Gue gak janji bisa hadir pas akad, tapi pas resepsi gue pasti hadir" kata Yudha.


"Gue juga, The."


"Nggak, apa-apa. Tapi kalau pas resepsi kalian gak hadir, aku ngambek" ancam Athena.


Hana dan Yudha terkekeh mendengar ancaman Athena.


"Iyaaa calon pengantin" kompak Hana dan Yudha.


Sementara di kota A, Alda sedang sibuk mengurus pernikahan putrinya. Ia tentu saja dibantu oleh Ivana dan Angel.


"Aku nungguin moment ini dari dulu, dimana aku akan sangat sibuk karena anak-anak aku menikah, tapi rasanya sedih juga" curhat Alda.


"Ya mau gimana lagi, aku rasa ini adalah hukum alam. Kita membesarkan anak-anak kita, ketika mereka sudah besar, mereka akan membentuk kehidupannya yang baru" kata Ivana, ia menenangkan iparnya.


"Kalian syukur, anaknya lebih dari satu. Aku juga sangat bersyukur sih, karena Tuhan menitipkan anak meskipun hanya satu. Anak aku hanya Bagas, laki-laki pula, udah besar, ehh malah minta kerja yang jauh-jauh." curcol Angel.


"Kamu sih, tinggalnya kejauhan" Ivana menimpali.


"Iya, Al. Itu anak udah nyaris menguasai dunia kayak papa. Gimana itu lho nanti ngurusnya?" Ivana khawatir.


"Jangan khawatir gitu. Dia sudah punya orang-orangnya sendiri" Alda menenangkan.


"Aku sih salut sama Raga, gak insecure gitu, malah berusaha terus agar bisa sama Athena." decak kagum Angel.


"Aku aja was-was saat itu. Pas pertama kali Athena bawa Raga ke rumah, aku was-was ini anak bakal ngapain, bakal mundur nggak yah, ehh ternyata nggak." cerita Ivana.


"Anaknya emang lempeng sih, pendiam juga, tapi tetap hangat gitu" kata Alda.


"Jadi maunya warna apa ini?" tanya Angel sambil menunjuk beberapa potongan kain beda warna.


"The sukanya warna merah. Merah silver aja kali yah?" Alda meminta pendapat.


"Boleh juga" jawab Ivana.


"Aku gak bisa bayangin cantiknya The pas pake bajunya. Aku yakin dia akan menjadi wanita tercantik di bumi" Alda tersenyum sendiri saat membayangkan wajah anaknya.


"Produk Arunika mah gak pernah gagal. Setelah Athena pergi, kamu masih harus jagain Ayra. Aku lihat dia juga menjadi center dimana pun kakinya berpijak" Angel mengingatkan.


"Masih kecil gitu aja udah jadi orimai, gimana nanti pas SMA, pas kuliah, kasihan Renal bakal posesif pasti" Ivana memanasi.


"Jangan sampai deh daddy nya posesif. Kasian anak aku" ucap Alda dengan ringisan di wajahnya yang mengundang tawa Ivana dan Angel.


✨✨✨


"Boleh gabung?" tanya Abraham.


Athena, Hana dan Yudha yang lagi makan menghentikan suapannya.


"Boleh, pak. Silahkan" kata Yudha sopan.


Abraham duduk di samping Yudha.


"Terima kasih" ucapnya.


"Sama-sama, pak" kompak Athena dan Hana.


Abraham lalu memesan makanannya.


"Kamu sudah gak sama Raga lagi, The?" tanya Abraham.


"Maksudnya, pak?"


"Hubungan kamu dan Raga sudah selesai?" Abraham memperjelas pertanyaan nya.


Athena tersenyum.


"Nggak, pak. Bapak kok bisa bertanya gitu?"


"Sudah lama saya tidak melihatnya. Biasanya ia akan berada di kota ini"


"Sibuk kali pak. Kan pacarnya Athena ini pengusaha" Hana menimpali.


"Iya, pak. Raga sekarang lagi sibuk. Ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan" kata Athena tenang.


"Kamu setia juga ternyata LDR an gini" Abraham kembali membuka mulutnya.


"Pacarnya tampan gitu, mapan pula, yah Athena mana mau selingkuh" Hana lagi-lagi ikut berbunyi.


"Yah dijalani segimana mestinya saja, pak. Bersama sejak sekolah, keluarga juga sudah pada saling kenal, malu lah pak kalau menyia-nyiakan kepercayaan. Rugi waktu saya pak kalau baru sekarang mau lirik yang lain" ucap Athena.


"Nih, Han. Contohin Athena" kata Yudha.


"Kayak gue lagi selingkuh aja" cibir Hana.


"Tapi Raga kan belum tentu setia kayak kamu" Abraham lagi-lagi dengan mulut ularnya.


"Kalau Raga nggak mau setia yah seharusnya dari dulu, pak. Waktu saya dan dia masih sekolah, masih kuliah, cewek-cewek pada nyerahin diri ke dia, tapi ditolak. Bukan mau tinggi hati juga sih pak, Raga bahkan rela menghabiskan waktunya selama ini hanya untuk bucin ke saya. Bapak juga nggak perlu khawatir, meskipun Raga gak setia, saya gak bakal repotin bapak kok. Saya sudah selesai makannya, saya pamit dulu pak. Karena hari ini saya lagi senang, makanan hari ini saya yang bayar. Saya pamit ke ruangan" ucap Atheba dengan sangat tenang.


"Saya juga permisi, pak. Makanan saya sudah habis" Hana ikut berdiri.