Athena

Athena
Raga's Home



Setelah pulang dari pulau negara G, Athena di jemput oleh Raga di kediamannya.


"Om dan tante dimana?" tanya Raga.


"Lagi ke kota C." jawab Athena.


Raga mengangguk. Ia membunyikan klakson mobilnya saat melewati pos satpam Arunika.


"Nevan juga ikut?"


"Ikut. Papa, mama, si kembar juga ikut"


"Lagi ada acara emang?"


"Nggak ada. Uncle Jake dan uncle Brandon juga di kota C, semacam lepas rindu gitu" jelas Athena.


"What a sweet family" gumam Raga.


"Mereka gak malu nunjukin kasih sayang, jadi lihatnya adem gitu. Mommy aja yang udah segitu umurnya kadang masih manja sama papa, sama uncle Brian dan kedua saudaranya" cerita Athena.


"I see. Makanya mereka juga memperlakukan kamu dengan sangat baik" kata Raga.


"Gak beli bahan masakan dulu?" tanya Athena.


Raga menggeleng.


"Udah ada di rumah"


Athena menepati janjinya untuk memasakkan teman-temannya, tapi di rumah Raga. Ia membawa dua buah bolu kukus coklat dari rumahnya.


"Athenaa, sayangnya Tante" sambut Vania heboh. Ia memeluk Athena, juga bercipika cipiki dengan sang tamu.


"Halo Tante, maaf The merepotkan Tante lagi" ucap Athena tidak enak.


"Nggak repot, sayang. Tante malah senang rumah jadi ramai" Vania merangkul Athena hingga ke dapur.


"Ini Tante, titipan dari Oma" Athena memberikan buah tangan yang ia bawa.


"Wah, terima kasih, sayang. Tolong sampaikan ke Oma The juga yah"


"Siap Tante"


Athena lalu mulai beraksi di dapur. Vania tentu saja membantunya.


"Kapan hari kamu masakin Raga?"


"Iya, Tante. Kadonya Raga sih itu. The gak tahu mau kasih kado apa soalnya" jawab Athena.


Vania tertawa kecil mendengar jawaban polos anak gadis di sampingnya.


"Padahal dari cerita Raga, The yang paling sibuk, sampai siapin pesta segala"


"Ehh, itu dibantu sama yang lain kok, Tan"


"Makasih lho yah udah baik sama anak Tante." ucap Vania tulus.


"Tante bisa aja" kata Athena.


Terdengar suara ribut-ribut dari ruang keluarga, mungkin yang lain sudah datang.


"Tante Van" sapa Fany, ada Dwi juga.


"Halo sayang" Vania menyambut kedatangan dua gadis kompleks.


"Sorry The, kami datang telat." ucap Dwi tak enak.


"Santai, Dwi"


"Mau dibantuin apa?" tanya Fany.


"Bantu cuci piring, Fan" goda Athena.


"Nanti yah, habis makan" kata Fany.


"Mau makan dimana? Indoor atau outdoor?" tanya Vania.


"Outdoor, Tante" jawab ketiganya bersamaan.


"Okelah, mari kita bawa ke taman" ajak Vania.


Mereka mengangkat makanan yang sudah siap santap, para pelayan juga ikut membantu.


"Ehh ada Fany dan Dwi juga" sapa Baskara.


"Halo om Bas" sapa Fany dan Dwi.


"Om suka nih kalau rumah ramai begini."


"Jadiin Athena menantu om deh, dijamin tiap hari Wildan kesini" kata Wildan.


"Kesini buat apa Wil?" tanya Eros.


"Buat numpang makan lah" jawab Wildan tanpa malu.


Jawaban Wildan membuat orang-orang disana tertawa.


"Kayak nggak punya rumah aja" cibir Dwi.


"Resek nih anak. Belum rasain masakan The aja dia." Wildan menjitak jidat Dwi yang duduk di sampingnya.


"Dwi, sebelum nikah kursus masak sama The dulu yah, kalau udah bisa, segera bilang ke gue, biar gue kamar Lo" kata Kevin.


"Sekolah dulu Ferguso" Kata Dwi sambil memutar bola matanya malas.


"Mau makan atau bertengkar nih?" lerai Vania.


Athena dan Vania masak dalam porsi banyak. Mereka memasak sup kentang, ayam goreng, tahu juga tempe goreng, sambelnya juga dibuat lebih banyak. Ada rendang juga yang dimasak Vania kemarin, tapi baru dikeluarkan sekarang.


Athena cukup takjub akan pemandangan di depannya. Mereka tidak malu makan menggunakan tangan kosong, mereka makan dengan sangat lahap. Bahkan si kepala keluarga juga terlihat begitu menikmati santapan siang ini.


"The, kekurangan Lo apa sih?" tanya Dwi saat ia sudah melakukan tugasnya bersama Fany, yaitu mencuci piring.


"The gak ada kekurangan. " Wildan yang menjawab.


"Gadis pintar, jago masak, baik hati pula." sambung Kevin.


"That's why Raga jatuh suka sama dia" Darren ikut berbicara.


"Terserahlah" ucap Raga.


Athena hanya terkekeh kecil mendengar ucapan Raga.


"Pokoknya nanti gue mesti les masak sama The" kata Fany.


"Iya, Lo mesti dan harus bersedia The buat jadi mentor kami" Dwi menyetujui.


"Apaan sih kalian? Aku bisanya cuman masak yang tadi" Athena mengakui.


"Tapi yang tadi rasanya benar-benar enak The" kata Fany.


"Gue makan itu tiap hari nggak bakal bosan" kata Dwi.


"Baru tahu kan gimana masakan The" cibir Wildan.


✨✨✨


"Tante sama om pergi dulu yah. Jangan pulang sebelum kami ada." pesan Baskara.


"Have fun yah sayang, anggap aja rumah sendiri" Vania mengelus rambut Athena.


Athena mengangguk.


"Have fun juga Tante, om" ucap Athena lembut.


"Ga, Athena di urus yah" pesan Vania.


"Siap, mama" jawab Raga.


Mobil yang dinaiki kedua orang tua Raga sudah tidak terlihat. Raga merangkul Athena, membawanya menuju kamarnya.


"Nggak apa-apa kalau aku masuk?" tanya Athena saat Raga hendak membuka pintu kamarnya.


Raga menggeleng.


"Nggak apa-apa" jawabnya. Ia lalu membuka pintu kamarnya, dan masuk.


Athena duduk di sofa yang ada di kamar Raga.


"Mau nonton apa?" tanya Raga.


"Tom and Jerry" jawab Athena cepat.


Raga menggelengkan kepalanya heran. Ada-ada saja jawaban nyeleneh gadis yang duduk di sampingnya ini. Tapi Raga tetap mencari saluran Tv yang menayangkan kartun itu.


Sesekali tawa Athena terdengar saat menyaksikan adegan lucu di televisi. Sementara Raga terlihat sibuk dengan ponselnya.


Lelah tertawa, Athena menyandarkan kepalanya di bahu Raga. Raga mengelus rambut Athena, ia mencium sekilas puncak kepala Athena.


"Ngantuk hmm?"


Athena mengangguk.


"Mau tidur di mana?"


"Di sini aja" jawab Athena.


Raga menyimpan ponselnya, menyandarkan kepala Athena di dadanya, dan memeluk bahu gadis itu.


Athena terbangun dalam pelukan Raga. Ia melihat sekitarnya, tidak ada air minum di kamar ini. Ia melepaskan tangan Raga pelan, agar Raga tidak terbangun. Ia lalu berjalan ke dapur untuk mengambil minum.


"Kok nggak bangunin aku?"


Athena menoleh.


"Aku haus banget, gak tega juga buat bangunin kamu" jawabnya.


"The, aku mau jus jeruk" ucap Raga.


"Jeruknya ada nggak?"


Raga membuka kulkas, ia lalu mengeluarkan beberapa buah jeruk.


Athena berdiri, membuatkan Raga segelas jus jeruk. Ia kemudian duduk di samping Raga sambil memakan kripik singkong yang ada di meja.


"Kamu udah bilang sama Oma kalau pulang terlambat?" tanya Raga.


"Udah kok tadi" jawab Athena.


Raga mengangguk. Ia khawatir Oma dan Opanya mencari sang cucu karena belum pulang.


"Mama kamu kemana?"


"Ke panti"


"Mau ngapain?"


"Berkunjung, The. Tiap dua pekan sekali mama akan ke panti" jawab Raga.


Mama Raga ternyata punya jiwa sosial yang tinggi. Dan papa Raga mendukungnya, bahkan sampai ikut ke panti bersama istrinya.