Athena

Athena
Reception



Tubuh ideal Athena dibalut gaun berwarna putih dengan hiasan manik manik di beberapa bagian. Kulit putih bersihnya begitu kontras dengan gaunnya. Rambutnya yang panjang dihias seperti seorang putri diserial kartun yang biasa ia nonton saat kecil, di kepalanya ada sebuah mahkota yang berikan oleh sang oma, Aina. Mahkota itu dilengkapi dengan saphire berwarna biru laut. Athena benar-benar terlihat seperti seorang putri dari negeri dongeng.


Sedangkan para Bridesmaids masing-masing memilih model rambut yang ia inginkan. Para perias berbaris mengerjakan kemauan para Bridesmaids nona mereka.


Ada 3 jalan di ballroom hotel. Pertama jalan dari pintu depan, kedua jalan dari pintu samping kanan dan yang terakhir jalan dari sisi kiri, ketiga jalan itu akan bertemu di depan pelaminan megah yang telah dibuat oleh pihak wedding organizer. Ribuan kursi disusun sedemikian rapi dan epik dengan masing-masing meja di tengah-tengahnya. Juga ada panggung untuk penyanyi kesukaan yang Athena undang.


Para tamu undangan sudah menduduki kursinya masing-masing. Tamu dari segala penjuru kota, dari pulau RelFath, dari pulau Renalda, dari negara D , dan dari sudut bumi yang lainnya. Pihak keluarga berjalan dari jalan depan, sementara pihak laki-laki berjalan dari sisi kiri dan mempelai wanita berjalan dari sisi kanan, ketiga rombongan itu akan bertemu di persimpangan jalan yang sudah dilapisi red carpet.


Iringan musik mulai terdengar. Nampak dari sisi kiri Raga berjalan sambil menggandeng tangan kiri Tristan, di belakangnya para bestman mengikuti. Sementara dari sisi kanan, Athena berjalan sambil menggandeng tangan kanan Ayra, dibelakangnya para Bridesmaids juga mengikutinya. Para bestman dan Bridesmaids mengenakan pakaian dengan nuansa biru langit. Sedangkan dari pihak keluarga kompak dengan warna laut. Perpaduan warna putih dan biru benar-benar kental di acara termewah sepanjang 1 dekade ini.


Raga mengulurkan tangannya di depan Athena, Athena tentu saja menerima uluran tangan Raga. Tepuk tangan terdengar dari segala penjuru ballroom hotel.


"You look so beautiful in white" ucap Raga.


"Thank you so much, Mr. Perdanakusuma" kata Athena.


Setelah mengantarkan kedua mempelai, para Bridesmaids dan bestman kembali ke tempat duduk yang telah disediakan. Sedangkan pihak keluarga ikut duduk di atas pelaminan.


Pembawa acara mempersilahkan kepada pihak keluarga untuk menyambut tamunya secara langsung, Lathief diberi kepercayaan untuk ini.


Lathief lalu naik ke podium kecil yang telah disediakan.


"Selamat datang saya ucapkan kepada tamu undangan yang telah menyempatkan waktunya untuk menghadiri resepsi dari anak, cucu kami. Beberapa pekan yang lalu, anak cucu kami menikah setelah menjalin kisah kurang lebih 8 tahun lamanya. Dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan terima kasih kepada para hadirin dan tamu undangan." kata Lathief singkat.


Ia kembali ke kursinya setelah menyambut tamunya dengan begitu singkat.


Sejak kemarin, para fotografer bekerja dengan ekstra untuk mengabadikan momen dari cucu pengusaha terkenal di muka bumi. Para tamu undangan juga terlihat sangat menikmati segala fasilitas yang telah disediakan oleh pihak keluarga.


Lampu tiba-tiba mati. Ballroom hotel dalam keadaan gelap, orang-orang mulai berbisik, berisik, akan hal ini. Entah sejak kapan ada layar lebar yang membentang pada sisi kiri dinding ballroom hotel. Orang-orang kembali terdiam, fokus pada layar yang menampilkan pertemuan seorang Athena dan Argantara.


Di podium kecil, Renal berdiri.


"Sabtu sore, di kafe O. Hari itu anak perempuan saya, Athena meminta izin untuk bertemu dengan kelompoknya. Athena pergi diantar oleh Min. Ini adalah kali pertama Athena bertemu dengan Raga, seorang lelaki yang menjadi suaminya. Mereka berteman, bersahabat, saling mendukung, saling menopang dan saling berbagi semangat."


Nampak di layar, Athena sedang terbaring sakit, dan Raga membesuknya.


"Ini adalah kali pertama saya bertemu dengan besan saya di rumah sakit. Kedua besan saya membesuk Athena yang terbaring sakit."


Berbagai momen kembali diputar, membawa kembali ingatan semua orang yang ada di dalam video. Hingga menampilkan dimana Raga melamar Athena di depan Renal, Alda dan Nevan.


"Ini saat pertama kali Raga meminta Athena di depan saya, istri saya dan anak laki-laki saya, Nevan. Saat itu Athena masih bimbang dan belum memberi jawaban untuk lamaran Raga."


Di pelaminan, Athena sudah mengeluarkan air matanya.


"Saat itu malam hari, istri saya memperlihatkan chatnya dengan anak saya. Dimana Athena meminta dukungan pada mommy nya. Kami sebagai orang tua tentu saja mendukung apapun keputusan anak kami. Hingga keesokan harinya, Raga mengirimkan kepada kami foto sebuah cincin melingkar di jari manis Athena juga dengan senyumnya yang sangat manis. Waktu berjalan, kedua keluarga kami mengadakan pertemuan, pihak besan melamar secara resmi. Hingga beberapa pekan yang lalu, saya menikahkan anak saya dengan lelaki pilihannya. Sebagai seorang ayah saya tentu saja merasa bahagia, tapi itu juga menjadi patah hati terbesar saya, dimana anak perempuan saya menemukan rumah barunya. Rumah yang akan memberinya kenyamanan, rasa aman, melindunginya dari teriknya matahari dan dinginnya air hujan. Terima kasih saya ucapkan kepada para hadirin dan tamu undangan yang telah turut hadir dan berbahagia untuk kami." Renal membelakangi para tamu untuk mengusap air matanya.


Suara tepuk tangan terdengar dari para tamu undangan. Tidak banyak ayah yang sedemikian lembutnya pada sang putri. Tidak banyak ayah yang sedemikian punya waktu luang untuk anak-anaknya. Para tamu undangan bisa mengambil pelajaran penting hari ini, sesibuk apapun seorang ayah, anak-anak tetaplah prioritas utama.


"Daddy" Athena memeluk Renal.


"Nangis hmm?" Renal mengusap air mata putrinya.


"Daddy yang terbaik" ucap Athena.


Renal mencium puncak kepala anaknya. Alunan lagu beautiful in white mulai terdengar. Renal mengantarkan anaknya kembali ke atas pelaminan dan menyerahkannya kepada Raga. Kedua pengantin itu mulai berdansa, tak ketinggalan pada hadirin dan tamu undangan yang datang bersama dengan pasangan mereka.


"Hari ini saya mengerti mengapa Rafa memilih Alda dan Renal untuk membesarkan Athena" ucap Randi


"Kenapa?" tanya Angga.


"Kedua orang itu, maksud aku Alda dan Renal, benar-benar murni dan suci, memberikan cinta dan kasih sayang penuh kepada Athena. Jika Rafa menitipkan pada kita, Athena belum tentu mendapat perlakuan yang sedemikian baiknya." jawab Randi.


"Rafa pasti lagi tersenyum sekarang. Permata hatinya telah menemukan pangerannya" kata Mika.


"Tanggung jawab aku juga akan segera selesai" kata Okan.


Semuanya tertawa mendengar perkataan Okan.


"Lihat deh Sarah dan Alan sepertinya akan segera menyusul" tunjuk Angga pada sepasang anak muda yang sedang berdansa.


"Alan udah punya pacar" kata Okan.


"Sarah juga katanya gak mau pacaran" ucap Sandi.


"Aku kira kita akan segera bertemu lagi dalam keadaan berbahagia seperti sekarang" ucap Randi.


"Kalaupun ada pertemuan, gue rasa kita akan kembali ke kota ini. Gue tebak Bagas sih yang akan menyusul" ucap Mika.


"Anak aku bang?" tanya Rian.


"Iya. Hanya dia yang mapan untuk sekarang, juga pawang wanita" jawab Mika blak-blakan.


Tawa kembali menggema di lingkaran bapak-bapak muda itu.