Athena

Athena
Terima Kasih



Waktu berjalan dengan cepat. Pekan lalu Ayra baru selesai dengan ujian semester nya. Dan hari ini adalah hari terakhir Athena bekerja. Ia sudah menyiapkan semuanya. Kemarin ia juga sudah menghadap kepada HRD, dan membawa surat pengunduran dirinya.


Hal ini masih menjadi rahasia. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya. Raga pun tidak mengetahuinya.


"Udah siap?" tanya Raga.


Athena mengangguk. Ayra sudah libur sekolah, jadi anak kecil itu hijrah ke rumah Tristan kemarin sore.


"Itu apa?" tanya Raga saat melihat Athena memegang paper bag kecil.


"Ini undangan buat Hana, Yudha dan pak Abraham" Athena memperlihatkan undangannya.


"Pak Abraham juga diundang?"


"Iya, Ga. Biar mulutnya gak selalu ngoceh" jawab Athena.


Raga terkekeh mendengar jawaban absurd istrinya.


"Aku masuk dulu yah. Kamu hati-hati nyetirnya" Athena mencium punggung tangan Raga.


Raga mencium kening istrinya dan mengacak pelan poni istrinya.


"Semangat kerjanya" ucap Raga.


"Oke, suami" kata Athena sebelum membuka pintu mobil dan meninggalkan Raga sendiri.


Athena berjalan seperti biasa, dengan tenang dan tetap luwes.


"Selamat pagi Hana, Yudha" sapa Athena saat mendapati keberadaan temannya sepagi ini di kantor.


"Selamat pagi calon ibu rumah tangga" balas Hana.


"Jangan gitu lah Han." kata Yudha.


"Gak ikhlas banget yah aku re-sign?" goda Athena.


Hana belakangan ini suka manja tiba-tiba sama Athena.


"Kalau aku nikah, aku juga bakal re-sign kayak kamu, The. Terus biarin Yudha sendiri disini, gak ada temannya" ucap Hana.


"Ya nggak apa-apa." Yudha begitu mudah saat mengatakannya.


"Ohiya, ini undangan kalian. Reservasi hotelnya juga sudah. Hana, kamu jadi Bridesmaids ku, Yudha, kamu jadi bestman nya Raga " Athena memberikan undangannya kepada dua teman dekatnya selama di perusahaan.


"Eh, kamu juga ngundang pak Abraham?" tanya Hana heboh.


"Iya, gak enaklah kalau gak diundang. Meskipun begitu, pak Abraham adalah atasan yang baik" jawab Athena.


"Gak kaget sih kalau lo tetap ngundang pak Abraham dengan segala ucapannya yang kita-kita semua pada tahu. Secara lo kan Athena, seorang perempuan dengan hatinya yang lembut" kata Yudha.


"Kalau gue jadi lo mah, gue re-sign aja lewat jalur HRD" timpal Hana.


Athena hanya bisa terkekeh kecil mendengar ucapan ke dua temannya.


"Han, kerjaan aku untuk bulan ini sudah selesai. Untuk orang yang akan gantiin aku di meja ini, jangan galak-galak sama dia" kata Athena.


"Pengen nangis gue" ucap Hana.


"Udah yuk, makan siang dulu" ajak Yudha.


"Yud, aku boleh minta tolong nggak?" pinta Athena.


"Minta tolong apa The?"


"Kamu ajak pak Abraham buat gabung makan siang sama kita-kita. Aku yang traktir kok"


"Gampang deh. Yuk, nunggunya depan lift aja" Yudha mengiyakan.


Hana melingkarkan tangannya di lengan Athena.


"Tumben bangen ngajak bapak makan siang." heran Abraham saat mereka sudah sampai di resto depan kantor.


"Nggak tahu nih pak, katanya Athena yang mau traktir kita-kita" kata Yudha.


"Iya, pak. Ini kan hari terakhir saya bekerja, sekalian mau pamit juga heheh" Athena menyampaikan maksudnya.


"Selain makan siang bersama, saya juga mau memberikan ini, pak" Athena mengeluarkan undangan dari tasnya.


Abraham meneliti undangan yang ada ditangannya.


"Kamu mau nikah?"


"Sudah menikah,pak. Tapi belum resepsi" jawab Athena.


"Wah, selamat The" ucap pak Abraham.


"Semoga bapak ada waktu luang untuk ikut menghadiri hari bahagia kami" harap Athena.


"Saya pasti usahakan untuk datang. Kalian berdua juga kan?" tanyanya pada Hana dan Yudha.


"Iya, pak. Kami sudah janji pada Athena untuk datang ke kota A" jawab Yudha.


"Ya harus. Athena sudah menjadi bagian dari kita selama 1 tahun belakangan ini. Ia juga bahkan sudah mereservasi kamar hotel untuk kita" kata Abraham.


"Terima kasih, pak"


Setelah makan siang, mereka kembali ke kantor. Saat Athena membuka pintu ruangannya, ia kaget saat mendapati sebuah kue tart dan bucket bunga di atas mejanya.


"Idenya siapa nih?" tanyanya.


"Siapa lagi kalau bukan ide dari nona Hana" jawab Yudha.


"So sweet. Thank you so much guys" ucap Athena.


"Ayolah, foto-foto yang banyak" ajak Hana.


Waktu pulang kantor telah tiba, Athena memeluk Hana dengan erat. Hana ini sudah menjadi tameng untuknya selama ia bekerja di kantor ini. Yudha pun mengacak pelan rambut Athena.


"Terima kasih yah sudah mau menerima The di devisi ini, terima kasih sudah mau berbagi ilmu dengan The" ucap Athena.


"Kami yang seharusnya bilang makasih, The. Lo udah jadi good person buat kami" kata Yudha.


"Aku cengeng banget" Hana mengusap air matanya.


Pintu ruangan terbuka.


"Lho, pada nangis" heran Abraham.


"Iya, pak. Hana nya lagi sensi" timpal Yudha.


"Ohiya The. Ini surat rekomendasi dari HRD. Terima kasih atas dedikasi yang telah kamu berikan untuk kemajuan perusahaan ini. Terima kasih untuk segala ide dan tenaganya" kata Abraham.


"Terima kasih, pak. Maaf kalau saya ada kesalahan, kekhilafan yang membuat bapak tidak berkenan" ucap Athena.


"Saya juga minta maaf, yah. Maaf atas semua sikap saya. Semoga kalian menjadi keluarga yang penuh dengan kebahagiaan. Sampaikan permintaan maaf saya kepada Raga" Abraham menjabat tangan Athena.


Athena tersenyum dan mengangguk.


"Ayo pak, foto bersama dulu" ajak Hana.


Abraham mengangguk menyetujui. Ia ikut berselfie dengan ketiga bawahannya. Ia mengerti betul bahwa usahanya untuk mendapatkan seorang Athena hanyalah kesia-siaan belaka. Langkah Raga jauh lebih jauh di depan ketimbang dirinya.


"Sekali lagi, terima kasih saya ucapkan kepada pak Abraham, kepada Hana dan juga Yudha. Maaf jika selama ini saya merepotkan kalian semua, maaf atas ketidaknyamanan yang kalian rasakan karena saya. Saya tunggu kalian di kota A, menghadiri resepsi saya dan menjadi saksi atas hari bahagia saya" ucap Athena.


"Baiklah, nona." kata Yudha.


"Yuk, pulang udah sore" ajak Hana.


"Kami pamit, pak" kompak Athena dan Hana.


Ini tentu bukan hari terakhir Athena menginjakkan kaki di kantor ini. Mungkin ia akan kembali sebagai seorang tamu dan juga seorang kakak dari CEO perusahaan ini.


Satu tahun waktunya ia habiskan untuk belajar dan mengabdikan diri di perusahaan yang daddy nya bangun. Kini sudah ada Bagas yang akan melanjutkan perjuangan daddy nya. Ia sekali lagi melihat sekelilingnya, sebelum melangkahkan kakinya keluar dari pintu kantor.


"Bye Han" ucap Athena. Mereka kembali berpelukan.


"Bye The." Hana melambaikan tangannya setelah pelukan mereka terlepas. Ia menunggu hingga Athena naik ke mobil jemputannya yang tentu saja Raga yang mengendarai nya.