
Athena memarkirkan mobilnya di depan teras rumah. Ia akan mencucinya nanti saja. Ia kemudian mengambil tasnya dan masuk ke dalam rumahnya.
"Mommy" panggil Athena.
"Daddy"
"Nevan"
Tidak ada yang menjawab. Athena bergegas ke kamarnya. Sekarang sudah sore. Ia akan mandi terlebih dahulu, lalu mencuci mobil.
"Lho non kok cuci mobil?" tanya mang Udin yang baru datang.
"Nggak apa-apa, mang. The habis pakai soalnya" jawab Athena.
"Kan bisa minta yang lain non buat nyuci mobilnya" kata mang Udin.
"Nggak apa-apa, mang. Mang Udin istirahat gih" ucap Athena.
Mang Udin mengangguk. Ia berjalan ke arah paviliun.
Athena segera menyelesaikan pekerjaannya. Badannya kembali terasa panas dan dingin sekaligus. Apalagi sekarang ia bermain air.
"Min, tolong masukkan ke carport" ucap Athena.
"Baik, nona. Nona baik-baik saja?" tanya Min.
Wajah Athena terlihat begitu merah, tapi bibirnya sedikit pucat.
Athena tersenyum.
"Aku baik-baik saja. Aku masuk dulu" jawab Athena.
Ia segera ke dapur, meminta mbak Ani membuatkannya bubur ayam. Athena tidak kembali ke kamarnya, ia malah menumpukan kepalanya pada lipatan tangannya di atas meja.
"Nona" panggil Mbak Ani.
Athena mengerjabkan matanya. Ia melihat sekitarnya.
"Buburnya sudah jadi, nona" beritahu mbak Ani.
Athena melihat bubur ayam di depannya. Asapnya mengepul menggoda.
"Terima kasih, mbak" ucap Athena.
Ia mengambil sambel yang berdampingan dengan bubur ayam, menambahkannya ke dalam mangkuk buburnya, dan segera melahapnya.
Badannya terasa kaku, pegal semua. Suhu tubuhnya juga naik, tapi ia merasa dingin. Setelah makan, Athena kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya di kasur.
✨✨✨
Di lain tempat, Raga sedang bersenang-senang dengan sahabatnya juga anak dari sahabat papanya.
"Pulang yuk" ajak Fany yang terlihat begitu lelah. Ia belum istirahat dan sekarang sudah berada di puncak lagi.
Eros mengangguk.
"Kita sebaiknya pulang sekarang, sebelum larut malam"
Raga berdiri, ia berjalan ke arah papa dan mamanya yang sedang duduk bersama kedua orang tua Novia.
"Pa, Raga dan teman-teman pulang sekarang yah. Fany udah rewel" pamit Raga.
"Nggak nginap aja sekalian?" tanya Baskara.
"Lain kali deh, om. Fany udah rindu ibu soalnya" jawab Fany cepat.
Baskra mengangguk.
"Kalian hati-hati nyetirnya" katanya.
"Hati-hati yah sayang" Vania mengelus rambut Fany.
"Siap, mama Van" Fany mencium pipi Vania.
Mereka semua pamit dan meninggalkan villa keluarga Raga.
"Yang tadi pacarnya Raga, Tante?" tanya Novia yang sekarang ikut bergabung bersama mama dan mamanya Raga.
Vania menggeleng.
"Tadi Fany, sahabatnya Raga." jawab Vania.
"Raga udah punya pacar belum Jeng? Bolehlah kita support anak-anak." tanya Mrs. Foss.
Vania tersenyum mendengar pertanyaan dan pernyataan Mrs. Foss.
"Raga nggak pacaran, tapi ia sedang tertarik pada seorang gadis" jawabnya.
"Nggak dicoba aja buat dijodohin dengan Novia?" tanya Mr. Foss.
"Maaf Mr. Foss, Raga akan memilih jodohnya sendiri." jawab Baskara cepat. Ia tentu tidak ingin menjodohkan anaknya.
"Wah, padahal kita bisa mengembangkan perusahaan bersama-sama jika kita menjadi besan"
Baskara terkekeh mendengar ucapan teman lamanya.
Baskara mengira teman lamanya itu hanya ingin benar-benar berkunjung, tapi ia mencium niat terselubung dibaliknya.
✨✨✨
Seperti biasa, Renal akan mendatangi kamar anaknya sebelum tidur untuk memberinya ucapan selamat malam. Ia merasakan hawa panas saat memasuki kamar anaknya, ia lalu melihat ke AC, suhunya memang dibuat agar tidak terlalu dingin. Ia hendak mencium kening sang anak yang sudah tertidur, tapi ada hawa panas lain yang membuatnya mengehentikan niatnya. Ia mendekatkan punggung tangannya di kening sang anak, anaknya sedang panas ternyata.
Ia menelpon dokter William, kemudian memanggil istrinya.
"Kenapa Ren?" tanya Alda panik.
"Badan Athena panas, mom. Dokter William sebentar lagi tiba" jawab Renal.
Alda lalu memeriksa kamar mandi anaknya. Ada bau tidak sedap, rupanya tadi anaknya muntah tapi belum sempat membersihkan muntahnya ia kembali tidur.
"Bagaimana dok?" tanya Renal.
"Kalau panasnya tidak turun hingga pagi, kalian langsung bawa ke rumah sakit. Ada ruam di lengannya, sepertinya Athena gejala demam berdarah." kata dokter William.
Renal mengangguk.
Alda berjaga hingga pagi, tiga kali Athena terbangun minta minum, tapi airnya kembali keluar. Ia mual, air terasa pahit.
Sebelum cahaya matahari terbit, Renal lebih dulu membawa anaknya ke rumah sakit. Sedangkan Alda mengurus Nevan terlebih dahulu.
Athena masih terbaring di ruang gawat darurat, sambil menunggu hasil darahnya keluar. Jarum infus sudah ditancapkan sejak tadi.
Pagi hari, hasil laboratorium nya keluar, Athena benar-benar terinfeksi demam berdarah. Barulah Athena dipindahkan ke ruang perawatan.
Renal tentu saja memilih ruang perawatan terbaik untuk anaknya.
Alda datang sambil menenteng paper bag yang berisi bubur ayam kesukaan anaknya. Athena masih tertidur.
"Daddy mandi dulu deh" suruh Alda.
Renal mengangguk. Ia mengambil baju yang telah Alda siapkan, membawanya ke kamar mandi.
"The, sarapan dulu yah sayang" ucap Alda saat melihat mata putrinya sudah terbuka.
Athena mengangguk.
Alda lalu mengatur bed Athena agar bagian kepalanya lebih tinggi.
"Minum dulu yah sayang"
Athena meminum sedikit air mineral. Kemudian menerima suapan dari sang mommy.
"Udah, mom" ucapnya lirih. Padahal bubur itu belum habis seperempatnya.
Alda kembali membantu Athena untuk minum. Ia mengerti, anaknya pasti merasakan pahit.
"Anak Daddy udah bangun" Renal mencium kening anaknya.
Athena tersenyum kecil.
"Sehat kok cuman pas liburan aja?" goda Renal.
"Itu tandanya mau diajak liburan dad, biar sehat terus" kata Alda.
Renal terkekeh mendengar penuturan istrinya.
"Iya, sebelum The masuk universitas, kita liburan deh" janji Renal.
"Dad mau sarapan apa?" tanya Alda.
Renal melihat sisa bubur anaknya.
"Mau buburnya The aja" ia lalu mengambil mangkuk tersebut, menghabiskan isinya.
"Itu sisa The, dad" ucap Athena pelan.
Renal terkekeh.
"Nggak apa-apa. Buburnya enak, pantas The gak pernah bosan makan ini" kata Renal.
"Mommy Daddy istirahat aja." suruh Athena.
Wajah lelah kedua orang tuanya tidak bisa berbohong. Mereka berdua terlihat begitu kelelahan, apalagi semalam mereka menjaganya.
"Nanti yah. The aja yang istirahat" Alda kembali mengembalikan posisi bed Athena ke posisi normal.
Setelah anaknya kembali tertidur, Alda menutup tirainya, dan pindah ke tirai sebelah. Renal sudah tertidur pulas. Ia akan menunggu Nevan sebelum ikut tertidur.
Nevan yang memang masuk hanya untuk mengikuti TO pun pulang dengan cepat. Ia langsung menuju ke rumah sakit tempat kakaknya di rawat. Semalam ia tertidur, sehingga baru tadi ia mengetahui kalau kakaknya sedang sakit.
"Mommy tidur aja. Biar Nevan yang jagain kakak" ucapnya pada sang mommy.
Alda mengangguk.
"Kalau ada apa-apa, segera bangunin mommy yah" Alda mengelus kepala anaknya.
"Siap, mom" kata Nevan.