Athena

Athena
Meet up with Daddy



Athena melihat jam yang ponselnya, pukul 8 pagi. Ia harus segera mandi dan membantu menyiapkan sarapan, ia benar-benar tidak enak bangun siang begini. Entah kasurnya yang terlalu nyaman atau badannya yang benar-benar kelelahan. Pasalnya mereka semua meninggalkan halaman belakang saat jam sudah menunjukkan angka pukul 1 dini hari.


Setelah mandi dan memakai pakaian yang Min antar kemarin, ia bergegas turun dan berjalan ke dapur. Hanya ada Vanya dan Lana yang berdiri di sana. Vanya terlihat sedang memotong sayuran, sementara Lana sedang menggoreng ayam yang telah direbus.


"The boleh bantuin?" tanya Athena pelan, takut membuat kedua wanita cantik itu kaget.


Vanya tersenyum.


"Nggak apa-apa?" tanyanya.


"Nggak apa-apa, Tante." jawab Athena.


Ia lalu diminta untuk memotong tahu.


"The biasanya gimana? Tahunya langsung digoreng apa direbus dulu?" tanya Lana.


"Biasanya direbus dulu, Tante. Di kasih penyedap rasa" jawab Athena.


"Athena gak apa-apa masak tahunya?" tanya Lana lagi.


"Nggak apa-apa Tante" jawab Athena. Ia lalu merebus tahu yang tadi dipotong-potong. Menambahkan penyedap rasa.


"The kalau makan tahu apa ayam goreng biasanya di makan sama apa?" tanya Vanya.


"Sama nasi, sambel tomat uleg juga." jawab Athena senang.


"Wahh, mantap tuh. Gak apa-apa deh kita sarapan sekaligus makan siang. Udah jam segini juga." kata Lana semangat.


Setelah menggoreng tahunya, Athena kembali ke dapur.


"The, mau buat sambel nggak? Kata Raga sambel The enak" pinta Vanya.


"Nggak apa-apa, Tan? Om-om nya gimana, suka nggak?" khawatir Athena.


"Aman itu. Para bapak-bapak apa aja dimakan, asal halal" jawab Lana.


Athena mengangguk. Ia mengikat rambutnya asal menggunakan gelang karet yang ia jadikan gelang. Athena mengulek sambel sambil jongkok, ia bahkan tidak takut pakaiannya kotor.


Wenda dan Winda yang sedari tadi bangun menumpukan tangannya, menahan kepalanya. Ia begitu asyik melihat Athena mengulek sambil jongkok.


"Selesai" ucap Athena riang.


Vania dan Lana terkekeh melihat Athena yang begitu riang.


"Wah, gak kerasa udah jam segini" kata Lana setelah melihat jam dinding yang ada di dapur.


Matanya tak sengaja melihat keberadaan dua orang perempuan yang sedang asyik duduk sambil bertumpu tangan.


"Pada ngapain kalian?" tanya Lana.


Athena yang mendengar pertanyaan Lana merasa heran. Ia lalu melihat sekitar. Hal yang sama dilakukan Vania.


"Lagi liatin kalian masak" jawab Wenda.


"Hooh, Athena ternyata jago nguleg" kata Windi.


"Sana, tolong bangunin anak-anak" suruh Vania.


Windi berdiri dari duduknya. Ia segera melaksanakan perintah Vania.


Karena kursi yang ada di meja makan villa terbatas, mereka sepakat makan di ruang keluarga. Makanannya ia simpan di atas meja, masing-masing mengambil menu yang diinginkan, lalu mengambil posisi masing-masing. Ada yang duduk bersila di karpet, ada yang duduk di sofa.


"Yang buat sambel siapa?" tanya Baskara.


Athena yang hendak memasukkan nasi ke mulutnya jadi terhenti.


Ia melihat ke arah Vania dan Lana secara bergantian yang kebetulan dua orang itu juga melihatnya.


"Sambelnya beda" Evan ikut berbicara. Evan O'Leary, papi Kevin.


Kevin, Wildan, Darren, Eros dan Raga makan dengan tenang. Mereka sesekali berdiri untuk menambah makan.


"Sambelnya enak, khas gitu" kata Deni.


"Aku sampai nambah 2 kali ini lho" Edhy ikut berbicara.


"Jadi yang buat sambel siapa?" tanya Eris.


"Athena, Yah" Wenda menjawab pertanyaan suaminya.


"Benar Athena?" tanya Baskoro.


Athena mengangguk.


"Iya, om. Aku yang buat. Maaf kalau rasanya agak aneh"


"Aneh gimana? Enak gini kok" Wildan ikut bicara.


"Om boleh minta tolong?" tanya Baskoro.


"Tolong yah resepnya ditulis, biar mamanya Raga bisa buatin om di rumah" pinta Baskara.


"Ehh" kaget Athena.


"Iyain, The" suruh Raga.


Athena mengangguk. Ia tidak tahu harus berbuat apa.


"Kamu nggak khawatir makan karbohidrat berlebihan?" tanya Edhy.


Baskoro menggeleng.


"Udah punya istri juga" jawabnya.


"Untung aja tadi masak nasinya agak banyakan" kata Lana.


"Hooh, Lan. Tempatnya kosong gitu" tunjuk Diandra.


Setelah sarapan yang merangkap makan siang, Athena di jemput Min menggunakan motor. Min seolah-olah sedang menjadi ojek online.


Tadi Raga ingin mengantarnya, tapi ditolak mentah-mentah oleh Athena dengan alasan Athena sudah memesan ojek online. Hanya butuh waktu 10 menit, Athena sampai di resort yang Daddy nya tempati. Resort nya masih dalam naungan ATH resort. Ada 10 bangunan yang berjejer rapi. Jarak antara bangunan satu dengan yang lainnya cukup jauh. Demi menghargai privasi masing-masing, juga agar pengunjung merasakan ketenangan.


"Daddy" Teriak Athena senang saat melihat Renal yang menunggunya depan pintu.


Renal memeluk anaknya, Athena melakukan hal yang sama, memeluk Daddy nya.


"Rindu banget sama anak Daddy" Renal mencium pipi anak gadisnya.


Athena terkekeh. Ia menggandeng tangan daddy nya memasuki resort. Rupanya ada Abraham dan Run di ruang keluarga.


"Lho, kakek Abraham disini?" heran Athena.


"Iya, sayang." jawab Abraham.


"Papa mana?" tanya Athena.


"Papa disini, sayang" ucap seseorang dari belakang.


Athena menoleh, terlihat Mika merentangkan kedua tangannya. Athena lalu berlari memeluk Mika.


"Apa kabar, sayang?" tanya Mika.


"The sehat, pa." jawab Athena.


Mika lalu duduk di sofa samping Renal. Athena duduk di sofa lain.


"Jadi semuanya aman yah?" Tanya Mika.


"Aman. Bibit dan juga pupuknya mereka bisa beli dengan harga murah. Ini adalah pure dari RelFath, bukan dari pemerintah, jadi gak makan tahap banyak, harganya masih terjangkau" jawab Abraham.


Mika dan Renal mengangguk mengerti.


"The, katanya mau bagi alat tulis ke anak-anak SD yah?" tanya Renal.


"Iya, dad. The pakai uang sendiri kok, serius gak akan minta sama Daddy" jawab Athena.


Renal terkekeh.


"Gak minta sama Daddy, tapi minta tolong opa yah?" goda Renal.


"The cuman minta tolong alat tulisnya di bawa kesini, minta orang-orang bawa sampai ke desa" jelas Athena.


"Gak sekalian sembako The?" tanya Mika.


Athena menggeleng.


"Butuhnya permen " jawabnya.


"Mau diapain?" heran Mika.


"Masukin ke bingkisan, sepaket sama alat tulisnya" jelas Athena.


"Yaudah, Daddy nanti minta Min buat bawain permen ke desa" ucap Renal.


"Vitamin boleh nggak yah?" tanya Athena.


"Aman itu. Nanti papa minta sekalian diantar sama alat tulisnya" jawab Mika enteng.


"Lho, bukannya ini juga dari Athena?" tanya Abraham.


Maksud Abraham adalah bibit dan pupuk. Yah, Athena meminta Mika untuk menyediakan bibit dan pupuk untuk warga desa yang ia tempati.


"Makin banyak makin baik" kata Mika.


Athena tertidur dalam pelukan Daddy nya. Setelah membahas masalah bibit dan pupuk, Abraham dan Run pamit. Sementara Mika masih akan bertemu rekan bisnisnya. Tinggallah Athena dan Renal yang ada di resort.


Renal memperbaiki posisi anaknya agar tidak pegal saat bangun. Ia melihat jam tangannya, sudah pukul 1 siang, pantas saja Athena tertidur.