Athena

Athena
Timezone



Sudah dua bulan Raga dan keluarga kecilnya hidup di pinggir kota pulau Athena. Mereka hidup layaknya keluarga kecil. Dimana saat pagi hari Athena akan bangun, berusaha secepat mungkin untuk membuat sarapan, jika sempat ia akan bersih-bersih rumah sebelum dua orang kesayangannya ikut bangun.


Seperti pagi ini, Athena sedang menyirami tanaman di samping rumahnya menggunakan selang. Raga dan baby A masih sedang berlayar di pulau kapuk. Athena tentu tidak membangunkan suaminya untuk bekerja, karena hari ini adalah weekend.


Jam 7:30, barulah suara langkah kaki seseorang mendekatinya dan memeluk pinggangnya dari belakang. Raga menguburkan wajahnya di leher Athena, mencium mesra leher istrinya.


"Selamat pagi, sayang" ucapnya dengan sangat lembut.


"Selamat pagi, Ga. Bentar, aku matikan keran airnya dulu" katanya.


"Tunggu bentar, The. Aku masih mau peluk kamu"


"Yang semalam gak cukup?"


"Nggak akan pernah cukup, The" jawab Raga.


Athena menjatuhkan selang airnya ke tanah, lalu memegang tangan suaminya yang masih melingkar ditangannya. Menunggu hingga suaminya selesai dengan ritualnya di pagi hari, yaitu memeluk dirinya. Kebetulan mereka sedang di taman, biasanya Raga akan memeluk Athena saat mendapati istrinya di dapur atau saat lagi memegang sapu saat membersihkan rumah.


"Aku lapar" ucap Raga sambil mengelus perut rata istrinya.


"Selalu begini. Yang lapar kamu, yang dielus perut aku" Athena terkekeh.


"Mamaaaaaaa" suara lengkingan dari dalam rumah membuat keduanya tertawa.


"Baiklah, mesra-mesranya di lanjutkan nanti. Tuan putri kita sudah bangun dan mencari mamanya" Raga mencium kening istrinya, sebelum mengubah pelukannya menjadi rangkulan, lalu mereka berdua memasuki rumah bersama. Raga belok ke ruang makan, sementara Athena menuju kamar anaknya.


Ada hal baru lagi, Anne sudah tidur sendiri di kamarnya, tapi tetap ada connecting door yang menghubungkan dengan kamar Raga dan Athena.


Athena membuka pintu kamar anaknya, nampak bayinya sudah tumbuh besar, menatap dirinya dengan wajah yang cemberut. Kedua tangannya lalu direntangkan, seolah meminta agar mamanya mengangkatnya dari penjara mini yang menyerupai tempat tidur.


"Anak mama bau aceeeem" Athena mencium leher anaknya.


Aroma Anne selalu menjadi candu untuknya, harum minyak telon benar-benar akan membuatnya betah menciumi anaknya, apalagi jika anaknya habis bermain atau baru bangun dari tidurnya seperti sekarang, ia begitu suka menghirup aroma asem pada diri anaknya.


"Mama" ucap anak itu.


Setelah bebas dari kurungannya, Athena menurunkan Anne, dan memegang tangan anaknya. Anne sudah bisa jalan meskipun dengan langkah yang sangat pelan. Ini sungguh perkembangan yang sangat pesat, anaknya belum berumur satu tahun, tapi sudah bisa melangkah.


"Yan mama" ocehnya. Kata-katanya belum jelas.


"Iya, anak mama jalan yah sayang yah" Athena tentu mengerti ucapan-ucapan anaknya.


"Ehh anak papa" Raga jongkok di depan anaknya, kemudian mencium pipi sanq anak.


"Papa" Anne tertawa setelah menyapa papanya.


Melihat suami dan anaknya masih saling menyapa, Athena ke meja makan dan membuka tudung saji yang menutupi bubur ayam buatannya. Ia tentu tidak lupa menyiapkan sandwich untuk Raga.


"Ga, anaknya di kasih dulu minum air putih " ucap Athena.


"Iya, mama" Raga membawa anaknya ke kursi khususnya, mendudukkan anaknya di kursinya, dan membantu Anne minum air putih.


"Pis mama" kata anak itu.


Athena dengan cepat membawa anaknya masuk ke kamar mandi. Anak itu tadi mau buang air kecil katanya.


"Ga, Anne kayaknya gak usah dibelikan popok deh" kata Athena.


"Kenapa? Gimana kalau nanti pipis di tempat tidur?"


"Popoknya masih kering ini. Atau pakai nya saat-saat tertentu saja, misalnya kalau kita bepergian "


"Boleh" kata Raga.


"Anak mama mau roti atau bubur nih?" tanya Athena.


"bu bui"


"Mau bubur yah kayak mama?"


Anne mengangguk.


"bu bui nak" ocehnya.


Raga tertawa mendengar pembelaan anaknya. Meskipun belum fasih, tapi ia bersyukur anaknya sudah bisa berbicara dengan bahasanya sendiri.


Jika weekend begini, mereka biasanya akan pergi kemana-mana, atau jika sedang dilanda mager, mereka akan berada di rumah sepanjang hari.


"Ga, nanti ke supermarket yah. Kita belum belanja bulanan " ucap Athena.


"Iya, sayang" Raga mengiyakan.


✨✨✨


Jam sudah menunjukkan angka 11, barulah mobil Raga meninggalkan pekarangan rumahnya.


"Belanjanya di mall aja yah? Sekalian temanin Anne main" Raga meminta pendapat istrinya.


"Boleh deh. Seru kayaknya" Athena semangat sekali.


Makin kesini, Athena tidak perlu lagi membawa tas berukuran sedang untuk keperluan Anne. Seperti sekarang, ia hanya membawa termos kecil yang berisi air panas dan juga susu bubuk yang sudah ia masukkan ke dalam botol susu, sebentar ia hanya perlu langsung menyeduhnya.


Raga menggendong anaknya memasuki mall, Athena berjalan di sampingnya.


"Kamu masuk dulu. Aku beli air mineral dulu sama makanan ringannya Anne. Kamu mau makan apa?" tanya Athena.


"Sama kayak kamu aja" jawab Raga.


Athena mengangguk mengerti.


"Paaa, in"


"Iya ya sayang, kita main yah"


Raga menurunkan anaknya, memasukkannya ke dalam area mandi bola. Tempatnya tentu saja aman, tapi Raga tetap mengawasinya dari luar wahana sambil duduk dan menunggu istrinya.


"Anaknya mana, Ga?" tanya Athena yang baru saja datang. Ia menaruh kantongan di tengah-tengah mereka.


"Di sana, main bola-bola kecil" jawab Raga sambil menunjuk ke arah Anne yang sedang asyik dengan bola-bola kecil dengan berbagai warna.


"Seru sekali dia mainnya" Athena mengeluarkan ponselnya, merekam kegiatan anaknya. Tak lupa juga mengabadikannya dalam bentuk foto.


"Anak-anak tumbuh dengan sangat cepat. Kita perlu melakukan ini untuk mengenangnya nanti, menemani kita di hari tua. Anak-anak akan pergi mengejar mimpinya dan kita akan hidup dengan kenangan-kenangan ini" Athena tersenyum.


Raga merangkul bahu istrinya.


Setiap hari Athena akan mengabadikan momen-momen kebersamaan mereka, meskipun hanya duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi, atau Raga yang sedang duduk di teras sambil menikmati secangkir kopi nya. Langkah pertama Anne juga berhasil diabadikan oleh Raga yang kebetulan saat itu sedang bermain ponsel.


"Papa" panggil Anne.


Raga mendekat, ia mengeluarkan anaknya dari arena permainan bola kecil.


"Num" ucap anak kecil itu.


Athena terkekeh. Ia membantu anaknya minum.


"Capek hmm?" Raga mengusap kepala anaknya.


"Noo" jawab anak itu.


"Na" tangannya menunjuk ke arah trampolin.


"Mau main lompat-lompat anak papa?"


Anne mengangguk.


"Kamu tunggu di sini aja. Atau pindah ke bangku yang di sana"


"Pindah aja, supaya bisa lihat Anne" kata Athena.


Raga duduk di pinggir trampolin, melihat anaknya lompat-lompat. Athena merekamnya dari bangku panjang yang ia tempati duduk. Ia juga memotret Raga dari belakang yang sedang mengawasi Anne.