
"Yakin nggak mau ikut?" tanya Raga sekali lagi oada gadis kecil yang sedang berada dalam gendongannya.
"Nggak, kak." jawab Ayra.
"Yaudah, Ayra di rumah yah, sama mommy, Daddy dan kak Nevan" Athena mengacak pelan poni adiknya.
Ayra mengangguk.
"Turunin kak. Ini udah sore, kakak harus berangkat" ucap anak kecil itu.
Tadi Athena dan Raga sudah pamit pada Oma, opa, mama, papa, aunty, uncle dan kepada adik-adiknya. Tersisa Renal dan Alda yang masih berdiri di teras untuk melihat mobilnya berangkat.
"Daddy, mommy, Raga dan The pamit dulu" ucap Raga, ia mencium punggung tangan kedua mertuanya.
Athena juga melakukan hal yang sama.
"Hati-hati yah nak" kata Alda.
"Iya, mommy" jawab Athena dan Raga.
Ayra, Renal dan Alda melambaikan tangannya saat mendengar klakson mobil Raga berbunyi.
"Udah siap ke rumah mertua?" tanya Raga.
Athena menoleh, menatap suaminya.
"Masih malu-malu sih" jawabnya yang diiringi ringisan kecil.
Raga mengelus kepala Athena sebentar.
"Mama baik, kok. Papa juga. Kakek dan nenek juga sama baiknya. Mereka gak makan orang"
"Semoga aja aku bisa beradaptasi dengan cepat" harap Athena.
"Perlahan, The." Raga meluruskan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, mobil Raga berhenti di depan rumahnya. Ia turun lebih dulu dan membuka pintu untuk Athena. Nampak keluarga besar Raga menunggu kedatangannya di teras rumah.
Raga menggandeng tangan Athena menaiki tangga teras rumahnya.
"Selamat datang sayang" Vania dengan cepat menyambut kedatangan menantunya.
"Terima kasih, mama" ucap Athena.
"Ayo, masuk ke dalam" ajak Aleccia sambil menggiring anak dan menantunya.
"Jangan malu-malu gitu" ucap Alexander saat melihat gelagat malu dari menantunya.
"Maaf, kakek" ucap Athena tidak enak.
"Yuk ke belakang, yang lain pada nunggu" ajak Raga.
"Siapa Ga?"
"Ayoo, makanya" Raga menarik tangan Athena tanpa menjawab pertanyaan istrinya.
"SELAMAT BERGABUNG DI KOMPLEKS KAMI" teriak Kevin, Wildan, Darren, Eros, Dwi dan Fany. Orang tua mereka juga ikut meramaikan penyambutan Athena di rumah ini.
Athena terkekeh melihat teman-temannya yang begitu antusias. Rasa canggungnya perlahan hilang saat mendapati para sahabatnya berada di tempat ini.
"Kami sengaja mengajak mereka agar kamu tidak merasa kesepian. Di rumah kamu ada banyak adik-adik kamu, sedangkan di rumah ini tidak ada, hanya Raga yang kami punya, makanya kami memanggil mereka agar suasananya tidak jauh berbeda dengan di rumahmu" ucap Ayunita Perdanakusuma dengan nada yang begitu lembut.
"Terima kasih, nek" ucap Athena.
"Sini The, gabung" teriak Fany.
Athena melihat ke arah Raga terlebih dahulu, setelah Raga mengangguk, barulah Athena mendekati teman-temannya.
Dwi dan Fany dengan cepat memeluk Athena.
"Jahat banget gak ngundang kita-kita pas akad" Dwi memberenggut.
"maaf yah. Akadnya aku yang minta agar lebih privat. Nanti pas resepsi bakal diundang kok" kata Athena tidak enak.
"Nggak masalah, The. Yang penting lo udah jadi anak kompleks kami sekarang" Fany begitu menggebu-gebu saat mengatakannya.
"Akhirnya bisa nginjakin kaki di rumah mertua" Wildan mengejek.
"Daripada jomblo terus" Dwi mencibir.
"Kayak lo nggak jomblo aja" sebagai seorang lelaki, Darren tentu saja membela sesamanya.
"Sesama jomblo jangan saling menghina lah" Eros menimpali.
Semuanya terkekeh mendengar ucapan pedas Eros.
"Pacar gue sekali nyaut langsung buat yang lain kicep" Fany menggelengkan kepalanya, ia tentu tidak heran akan tingkat kepedasan ucapan Eros.
"Diam seperti tak berpawang, bergerak menyebar undangan, gue mah gitu aja" kata Kevin.
"Hooh. Mending gitu sat set sat set. Nggak pendiam tapi diam-diam nikah, keren lah tuh" Wildan mengiyakan.
"Omong doang. Perlu bukti nih" Raga sama pedasnya dengan Eros.
"Kita mah apa atuh." Darren bertingkah seolah ia begitu tersakiti akan ucapan Raga.
✨✨✨
Malam semakin larut, para tamu sudah pamit untuk pulang ke rumah masing-masing. Hanya tersisa keluarga saja. Itu pun keempat orang lanjut usia itu sudah beristirahat di kamar masing-masing.
"Bajunya udah mama siapin di kamar Raga yah, sayang" ucap Vania.
"Terima kasih mama"
"Kalian istirahat gih. Mama dan papa juga mau istirahat ini" Vania mencium kening Athena, Baskara juga mengelus kepala menantunya.
"Good night papa, mama" ucap Athena.
Raga lalu merangkul bahu Athena menuju kamarnya.
Athena memperhatikan kamar Raga. Ada beberapa furniture baru yang ia lihat.
"Kenapa, The?" tanya Raga.
Athena menunjuk meja rias yang ada di dekat pintu walk in clothes yang ada di kamar ini.
"Baru?" tanyanya.
Raga mengangguk.
"Mama yang nyiapin. Kalau kamu nginap sini pasti butuh itu" jawab Raga.
"Isinya kok tahu semua?"
"Aku yang kasih tahu mama, The. Terus mama nyiapin deh. Kalau pakaiannya aku gak janji bakal pas atau nggak"
"Terima kasih, Ga. Besok aku juga mau bilang makasih sama mama" ucap Athena.
"Apa sih, The? Jangan gini. Sekarang kamu istri aku, semua kebutuhan kamu yang bertanggung jawab." Raga menyisir rambut istrinya menggunakan jari-jarinya.
"Udah, sana bersih-bersih dulu. Ini udah larut malam banget" suruh Raga.
"Aku ambil baju dulu" Athena memasuki walk in clothes. Ia mengambil baju ganti sebelum memasuki kamar mandi.
Raga mengecek pekerjaannya sambil menunggu Athena selesai dengan bersih-bersih nya.
Tidak menunggu lama, Athena selesai, bajunya sudah berganti menjadi piyama tidur.
"Sana gih bersih-bersih dulu" kini Athena yang memerintah.
Raga menyimpan tablet nya kemudian memasuki kamar mandi
"Belum tidur?" tanya Raga saat melihat Athena masih bersandar di headboard tempat tidur.
Athena menggeleng.
"Sini, baring dulu."
Athena menjadikan lengan kanan Raga sebagai bantalnya. Mereka berdua tidur telentang menatap langit-langit kamar Raga.
"Terima kasih sudah mau berjuang sejauh ini, Ga" ucap Athena.
Raga membalikkan badannya menghadap Athena. Ia mengelus pipi perempuan yang kini sudah menjadi istrinya.
"Aku yang seharusnya bilang terima kasih, The. Terima kasih sudah mau menerima aku dengan segala kekurangan ku"
Athena juga membalikkan badannya, ia menatap Raga, dan melingkarkan tangannya pada pinggang lelaki itu.
"Selamat malam, suamiku" ucapnya.
Raga terkekeh mendengar ucapan Athena. Ia lalu mencium kening istrinya cukup lama.
"Nice sleep istriku" Ia juga memeluk perempuan di depannya. Perempuan yang dulunya adalah seorang teman baginya, kini sudah menjadi seorang istrinya.
Pagi menyapa dunia. Athena masih berada dalam pelukan Raga. Ia dengan hati-hati melepaskan pelukan Raga agar ia bisa segera bangun dan membantu Ivana untuk menyiapkan sarapan.
Sebelum beranjak dari tempat tidurnya, ia lebih dulu mencium kening suaminya dan masuk ke kamar mandi.
"Selamat pagi, mama" sapa Athena saat ia sudah sampai di dapur dan melihat keberadaan Vania.
Vania menoleh.
"Selamat pagi ,sayang. Kok bangunnya cepat?"
"The mau bantuin mama buat sarapan". jawab Athena.
"Manisnya anak mama." Vania mengelus pipi Athena.
"Ma, terima kasih " ucap Athena.
"Buat apa sayang?"
"Buat pakaiannya , buat meja riasnya juga"
"Ehh jangan bilang begitu sayang. Sekarang kamu anak mama, sudah seharusnya mama mengurus keperluan kamu"
Athena tersenyum haru mendengar ucapan mertuanya.