Athena

Athena
UN



Athena terlihat sangat manis pagi ini. Rok selutut berwarna abu-abu, kemeja putih yang dilapisi rompi khas Maheswari juga sepatu hitamnya membuat ia terlihat begitu cantik.


"Senang banget kayaknya" kata Alda.


"Seneng sekali, mom. Hari ini The ujian" Athena menimpali.


"Gak gugup?" tanya Renal.


"Nggak, Daddy" jawabnya.


Nevan baru ikut bergabung. Senin hari ini kakaknya yang ujian, 2 pekan lagi baru dirinya.


"Kak, wish you luck!" ucap Nevan saat kakaknya hendak membuka pintu mobil.


Athena menaikkan kedua jempolnya.


"Doain yah" katanya.


Min mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Jalanan masih sepi, belum banyak kendaraan yang berlalu lalang.


Sampai di gerbang sekolah, Athena turun dari mobil yang mengantarnya.


"Terima kasih, Min" ucapnya.


"Sama-sama, nona" kata Min.


Athena mencari ruangan ujiannya. Murid jurusan IPA dan IPS berada di ruangan yang sama, masing-masing 10 orang dari jurusan yang berbeda tiap ruangannya.


Athena duduk di kursi yang sudah tertera namanya di atas meja. Ia mengeluarkan tablet nya. Dua orang pengawas memasuki ruangan.


"Silahkan login di akun masing-masing. Lima menit lagi link soal akan muncul. Dikerjakan dengan tenang yah" ucap Miss Evelyn.


"Iya Miss" jawab semuanya.


✨✨✨


Setelah berperang dengan 100 soal, Athena segera ke kantin. Ia butuh asupan. Ia memesan bakso dengan mie dan bihun yang banyak.


"Gila sihh" Fany mendudukkan dirinya di samping Athena.


Ya, mereka berbeda ruangan. Tak lama kemudian Dwi juga ikut bergabung.


"Soalnya lumayan bisa diajak kompromi" kata Dwi.


"Gak ngajak perang dehh" kata Fany.


"Terus tadi kenapa ngomong gila sih?" Tanya Athena.


"Karena aku takjub, The" jawab Fany.


Pesanan Athena datang lebih dulu.


"Ngiler banget aku" Kata Dwi melihat semangkuk bakso milik Athena.


"Banyak banget bihunnya, ehh mienya juga. Bakal habis The?" tanya Fany.


Athena mengangguk. Ia menambahkan sambel juga perasan jeruk seperti biasa pada baksonya.


Belum sempat Athena memakan baksonya, pesanan Dwi dan Fany juga datang. Tapi porsinya cukup berbeda. Mangkuk bakso Athena penuh sedangkan mereka berdua hanya seperti biasa.


"Mantep gilaaa" Fany melahap baksonya.


Eros mengelus kepala Fany dari belakang. Fany mendongak.


"Enak banget kayaknya" ucap Eros.


Fany hanya mengangguk. Wildan, Darren dan Kevin sudah heboh memesan makanan. Raga duduk di samping Athena.


"Merah banget The" katanya.


"Enak tauu" ucap Athena.


"Kamu gak pesan?" tanya Athena.


"Ini lagi pesan" jawab Raga sambil memperlihatkan tablet nya pada Athena.


Athena mengangguk. Ia melanjutkan memakan baksonya.


Setelah makan, mereka kembali berpisah.


"Mau aku anter gak?" tanya Raga.


"Nggak ke perusahaan?" Athena bertanya balik.


"Nggak, minta libur sampai pekan depan" jawabnya.


"Boleh deh. Aku bilang Min dulu" Athena mengiyakan ajakan Raga untuk pulang bersama.


Setelah memberitahu Min jika ia pulang diantar Raga, Athena lalu membuka pintu penumpang depan dan masuk ke mobil.


"Boleh deh. Mau kemana?"


"Kevin maunya ke pantai gitu" jawab Raga.


"Pantai dimana?"


"Pulau Renalda"


"Berapa biayanya? Bilang yah nanti aku transfer"


"Kevin baru rinciin sih. Paling besok udah bisa"


"Kita perginya berenam?"


Raga mengangguk.


"Okay deh"


Raga menginjak pedal rem mobilnya saat sudah sampai di depan kediaman 03.


"Mau mampir dulu nggak?" tanya Athena.


"Belajar dulu The" tolaknya halus.


"Okay, selamat belajar. Makasih udah anterin pulang" ucap Athena sebelum membuka pintu mobil Raga.


"Ehh, hati-hati pulangnya" ucap The lagi.


Raga mengangguk.


"See you tomorrow"


Athena melambaikan tangannya. Melihat mobil Raga hingga meninggalkan kompleks Arunika.


Athena merebahkan tubuhnya sejenak. Ia butuh tidur siang ini. Dirinya sedang dalam keadaan kenyang dan itu membuatnya mengantuk.


✨✨✨


Alih-alih belajar, Athena malah memilih menonton kartun di ponselnya malam-malam begini. Ia duduk di sofa balkon kamar, menikmati sejuknya angin malam juga bintang-bintang di langit. Di depannya ada segelas coklat panas juga cup cake. Sesekali tangannya akan mencubit cup cake lalu dimasukkan ke dalam mulutnya.


Tadi ia sudah mengantongi izin mommy dan Daddy nya untuk liburan ke pulau Renalda. Tidak banyak orang yang tahu jika Renalda adalah salah satu asset Arunika. Yang orang-orang tahu hanyalah pulau RelFath, itupun hanya orang-orang terdekat Arunika yang mengetahuinya.


Alda menyarankan agar Athena memakai salah satu bangunan resort yang ada di sana, tapi Athena menolah dengan alasan ia akan ikut alur saja. Kalau Kevin benar-benar memilih AN resort yah beruntung. Jika pun tidak, itu tidak masalah, sebab hampir seluruh bangunan yang ada di dalamnya adalah milik Arunika.


Pagi kembali menyapa, Athena kembali ke aktivitas semula sebagai seorang pelajar tingkat akhir. Kali ini ia hanya mengurai rambutnya dan menambahkan dua jepitan berwarna merah di kepalanya. Terlihat begitu sederhana dan sangat manis.


"Anak Daddy makin hari makin manis aja" Renal mencium pipi Athena sebelum duduk di kursi kebesarannya.


"Iya dong Daddy." bangga Athena.


"Kalau Nevan, dad?" Nevan tak mau kalah.


"Kalau Nevan makin hari makan tampan seperti Daddy" Athena yang menjawab.


"Wah, omongannya manis benar" komentar Alda yang baru datang sambil membawa mangkuk kosong untuk Athena.


"Bilang Daddy yah biaya liburannya" perintah Renal.


"Ehh, The masih ada sisa uang jajan kok" ucap Athena.


"The simpan sisa uang The. Liburannya biar Daddy yang bayar, Nevan juga kok" kata Renal.


"Nevan mau liburan kemana?" tanya Athena.


"Ke rumah Oma Dina" jawab Nevan.


"Wahh" takjub Athena.


Sepertinya ia akan meluangkan juga sedikit waktunya untuk mendatangi Oma Dina, Opa Raka juga keluarga aunty Angel.


"Mommy, Daddy, Nevan, The berangkat yah" pamit Athena.


"Semangat sayang" ucap Alda.


Renal mengelus kepala anaknya.


"Bye!" Nevan melambaikan tangannya kepada sang kakak.


Setelah Athena berangkat, barulah Nevan menyusul. Ia diantar oleh mang Udin, sementara Renal diantar supir lain.


Kembali mengerjakan soal-soal membuat semangat Athena terpacu. Ia suka tantangan dan berharap hasilnya memuaskan. Sisa dua hari ia akan mengerjakan soal-soal ini. Setelahnya ia bisa bersantai dan menikmati hari liburnya di RelFath.


Hari dengan cepat berganti, hari ini adalah hari terakhir ujian Nasional. Setelah mengerjakan soal-soal, teman-teman kelas Athena berkumpul di kantin hanya untuk makan siang bersama.


Entah kapan hal ini bisa terulang lagi, kapan bisa dilakukan bersama lagi. Athena melihat teman-temannya bersenda gurau, saling menggoda juga mengejek dalam batas wajar. Tawa teman-temannya terdengar begitu merdu di telinganya. Ia tahu betul, kisah SMA adalah sebaik-baiknya kisah dalam perjalanan menuntut ilmu.


Beberapa menit yang lalu ia sudah menunaikan tugas terakhirnya sebagai seorang pelajar, yaitu mengerjakan soal ujian.