Athena

Athena
Back to Reality



"Gak foto dulu nih?" tanya Kevin.


"Ya foto dong.Gue yang di depan deh" kata Darren.


Darren bertugas memegang ponsel untuk berselfie.


"Tumben di depan" ucap Athena.


"Biar wajah tampan gue kelihatan jelas, The" jawab Darren.


"Sa ae Lo" kata Wildan.


"Kalian sampai kapan di sini?" tanya Athena.


"Sampai hari Minggu nanti" jawab Eros.


"Ada perjalanan bisnis apa gimana?"


"Nggak sih. Rindu aja kumpul gini" kata Kevin.


"Ahh, so sweet. Kalian yang terbaik" Athena mengusap air matanya karena terharu.


"Jangan nangis lah The. Kami kebetulan ada waktu luang yah sekalian aja numpang hidup di kota C." kata Eros.


"Tapi besok sampai Jum'at aku kerja"


"Kamu kan kerjanya sampai sore. Gak 24 jam" Raga mengelus rambut Athena.


"Lo gak kerja juga duit Lo tetap ngalir." seloroh Darren.


Wildan, Kevin dan Eros mengangguk.


"Lo kerja jadi staf biar apa The?" tanya Wildan.


"Biar nggak terlihat nganggur" jawab Athena yang membuat tawa teman-temannya pecah.


"Lawak bener" Kevin memegang perutnya.


"Luar biasa emang teman gue" Darren mencubit pipi Athena.


Raga saja sampai menggelengkan kepalanya, ia tertawa kecil mendengar jawaban Athena.


"The kalau akting totalitas banget dehh" Kata Eros.


"Hooh, sejak SMA sih, gak perlu diragukan lagi" Wildan menyetujui ucapan Eros.


"Mana kita sekolah di sekolah punya bapaknya pula" kata Kevin.


"Untung aja kita gak pernah nyombongin diri di depan Athena" Raga ikut berbicara.


"Apa sih kalian?" gerutu Athena.


Malam kian larut,Athena pulang diantar oleh Raga. Sementara ke empat temannya yang lain pulang ke apartemen Raga.


"Mbak karyawan udah kerja yah besok?" goda Raga.


"Raga ihh" Athena mencubit lengan Raga.


"Besok aku yang anter. No debat"


"Iya, Mr. Perdanakusuma" ucap Athena.


Raga mencium kening Athena, sebelum menekan kunci mobil agar pintunya terbuka.


"Good night, sayang" kata Raga dan mengelus singkat kepala Athena.


"Good night too. Hati-hati nyetirnya. Kabarin kalau udah sampai" Athena melambaikan tangannya.


Raga membunyikan klakson mobilnya sebelum meninggalkan kediaman Athena. Teman-temannya di apartemen sudah menunggu. Mereka akan bersama-sama hingga 7 hari ke depan. Teman-teman Raga memilih untuk menginap di apartemen milik Raga yang lama.


Raga singgah terlebih dahulu memesan junk food untuk teman-temannya. Ia menunggu di depan lift sambil menenteng 2 kantong makanan.


"Selamat malam, Raga" sapa Andika yang entah datang dari mana.


"Selamat malam, pak Andika" sapa Raga balik.


"Dari beli makan?" tanya Andika.


"Iya, pak." jawab Raga singkat.


Mereka memasuki lift bersama-sama.


"Udah lama pacaran sama Athena?"


"Kami lebih ke komitmen sih pak." Raga memberitahu.


"Wah, kasihan sih. Bersama tanpa status. Nanti Athena nya di ambil orang lho"


"Bapak bisa aja" Raga menanggapi dengan santai.


"Yah kan gak ada yang tahu. Kalian jalan di tempat sih. Gimana kalau ada yang lebih dulu datang ke rumah Athena" Andika memberikan perumpamaan.


"Saya malah sudah datang sejak 6 tahun yang lalu pak, orang tuanya sudah tahu." ucap Raga tenang.


"Bapak bukan orang pertama yang memberikan perumpamaan seperti tadi. Sudah ada ribuan lelaki yang memberikan perumpamaan nya, bukan karena mereka peduli, tapi karena mereka tertarik dengan Athena. Tapi terima kasih atas ucapan bapak tadi, hal itu sangat memotivasi saya untuk bekerja lebih keras lagi agar bisa menghidupi Athena dengan layak di masa depan. Selamat malam pak, saya duluan" Raga membungkuk terlebih dahulu sebelum keluar dari lift.


✨✨✨


Athena sedang sarapan, tentu saja bubur ayam yang menjadi menunya. Ia sambil bermain ponsel, membuka aplikasi hits di masa kini. Semalam ia meng-upload fotonya saat di restoran bersama teman-temannya. Ia tak lupa membaca komentar dari sahabatnya, dari kenalannya dan juga dari orang-orang yang mengikutinya. Ia tak lupa membubuhkan kalimat terima kasih.


Athena minum terlebih dahulu.


"Terima kasih, Min" ucap Athena.


"Sama-sama, nona"


Athena mengambil tas kerjanya, tak lupa juga jute bag yang berisi kripik singkong, titipan dari Vania, mama Raga.


"Maaf, tadi aku lagi sarapan" ucap Athena.


"Iya, nggak apa-apa" Raga mengelus rambut Athena.


Jalanan belum terlalu macet, Athena sampai di area kantor jam tujuh lebih seperempat.


"Semangat kerjanya" Ucap Raga kemudian mencium kening Athena.


"Bye" kata Athena.


Raga melihat Athena hingga memasuki pintu kantor, barulah ia menjalankan mobilnya.


Athena sesekali membalas sapaan dari sesama karyawan.


"Pagi, The" sapa Hana.


Yudha belum datang.


"Pagi, Han" Athena menyapa balik.


"Semangat banget kayaknya" kata Hana.


"Harus dong "


"Habis libur, sekarang udah back to reality aja"


"Kan nanti libur lagi" kata Athena.


"Aku ada bawa kripik singkong nih." Athena menaruh satu toples kripik singkong di meja kerja Hana, satu dimeja kerja Yudha dan tentu saja di meja kerjanya juga.


"Kamu beli" tanya Hana.


"Nggak, di kirimin mamanya Raga" jawab Athena.


"Asyik, diperhatiin bener sama calon mertua"


Athena terkekeh mendengar ucapan Hana.


"Teman-teman Lo cakep gila sih, The" kata Hana.


"Mereka juga berduit, Han"


"Baik nggak?"


"Baik banget, sih. Jaman SMA dulu aku kan ada praktek lapangan gitu, kebetulan kami satu kelompok. U know lah rasanya jadi perempuan dan sendiri gimana, mereka jagain aku dengan baik" cerita Athena.


"Seru pasti" seru banget.


"Gue lihat Lo dan mereka ini kumpulan eksekutif muda. Lo yang duduk di sini beda sama Lo yang duduk bersama mereka."


"Biasa aja, Han. Aku yang di sini dan aku yang bersama mereka yah sama." kata Athena.


Pintu ruangan terbuka, nampak Yudha memasuki ruang kerja sambil membawa tas kerjanya.


"Begadang Lo?" tanya Hana.


"Hooh, habis nonton bola semalam" jawab Yudha.


"Ini apaan nih? Siapa yang bawa?" Yudha membuka tutup toplesnya.


"Makan gih, semoga suka" ucap Athena.


"The yang bawa" jawab Hana.


"Terima kasih, The" ucap Yudha.


"Sama-sama. Semoga suka yah"


Yudha memainkan komputernya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya bergantian berada di mulut juga di toples.


"Beli di mana The?" tanya Yudha.


"Nggak beli. Mamanya Raga yang buat" jawab Athena.


"Jadi Raga pengusaha kripik?" tanya Hana.


"Nggak, mamanya suka bikin. Terus di bawa ke panti atau kalau ada acara sosial gitu." jawab Athena.


"Mamanya nggak kerja?" tanya Yudha.


"Nggak, Yud"


"Biasanya istri pengusaha memang gitu sih. Tinggal di rumah aja, ikut suami ke acara sosial gitu." ucap Hana.


"Yud, jadi pengusaha gih. Hana ngebet banget kayaknya jadi istri pengusaha" Athena mulai menggoda Hana.


"Yang sabar yah Han, ini juga lagi mikir " Yudha juga ikut menggoda Hana.


Tawa mereka bertiga pecah. Bahagia benar-benar sesederhana itu.