Athena

Athena
Ketenangan



Selama 3 bulan belakangan, Raga berusaha menyelesaikan segala hal yang menyangkut pekerjaan nya di kota A. Seperti janjinya pada Athena, mereka akan menetap beberapa saat di pulau Athena.


Perusahaan yang ada di kota A, aman terkendali di tangan proxy, yang tentu saja adalah orang-orang Arunika. Setiap bulan Raga akan memeriksa kinerja mereka dan juga perkembangan perusahaan. Begitu pun yang ada di kota C, gedung yang Raga akusisi beberapa saat yang lalu dan juga perusahaan di sana, di pimpin oleh orang-orang kepercayaannya.


Sementara segala aset dari Athena, sudah sejak awal di pegang oleh para proxy. Mereka tentu memilih untuk hidup aman dan tenang, dan uang akan tetap mengalir menuju mereka.


Alda dan Vania tentu saja berat melepaskan anaknya pergi ke tempat yang lebih jauh. Jarak akan terbentang, rindu pun akan hadir.


"Ayra gak ikut aja sama kakak?" tanya Athena.


Anak berusia hampir 10 tahun itu menggeleng.


"Nanti mommy dan daddy kesepian" jawabnya.


Alda tersenyum mendengar jawaban anak bungsunya. Pemikiran anaknya begitu bijaksana.


"Opa gimana? Udah izin kan?" tanya Renal.


"Udah, dad. Opa senang mendengarnya. Opa bilang sudah seharusnya kami di sana untuk menjaga hadiah dari kakek Ares" jawab Raga.


"Tapi kalian nggak akan di sana selama nya kan?" tanya Alda.


"Nggak, mom. Mommy tenang aja,kami akan pulang ke sini, atau mommy, daddy, Ayra, Nevan dan yang lain datang mengunjungi kami" Athena memeluk tubuh mommy nya.


"Kak, baby A di simpan aja. Ayra bisa kok jagain" pinta Ayra.


"Nanti baby A nya nangis sayang cari mamanya." Alda mencium pelipis Ayra.


"Iya, cucunya daddy disimpan aja. Yah sayang yah" Renal menciumi pipi cucunya.


Anne terkekeh geli.


✨✨✨


Perjalanan udara telah mereka tempuh selama 7 jam lamanya. Di bandara, sudah ada J yang menunggu.


"Nyonya, kemana kita akan pergi?" tanya J sopan.


"Ke rumah yang di pinggir kota saja, J. Mansion terlalu besar untuk kami" jawab Athena.


"Baiklah, nyonya"


Athena memilih tinggal di pinggir kota sebab aksesnya cukup stabil. Mau berkunjung ke mansion lebih mudah, mau ke desa juga tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, udaranya juga lebih segar, bangunan rumahnya tidak terlalu luas.


Athena meminta untuk tinggal hanya bertiga dengan Raga dan Anne. Ia akan menelpon J jika ada keperluan. Ia sudah mengaturnya.


"Tidak perlu, J. Saya akan mengerjakan semuanya" jawab Athena.


"Bawa, J." kini Raga yang menjawab.


"Ga!"


"The, kamu nanti akan kerepotan. Apalagi ada Anne yang masih kecil" Raga mencoba memberi pengertian kepada istrinya.


"Atau begini saja, J antarkan dua orang setiap pekannya untuk membersihkan rumah dan laundry pakaian" kata Raga.


"Gaa, aku bisa lho"


"Pilihannya ya atau tidak The"


"Yaudah" Athena mengalah.


"Ada lagi nyonya?" tanya J.


Athena menggeleng.


"Tidak ada, J. Terima kasih sudah mengantarkan kami"


"J, tempat ini aman kan?" tanya Raga.


"100% aman, tuan" jawab J yakin.


"Terima kasih, J" ucap Raga.


J mengangguk, lalu pamit pada Athena dan Raga.


"Welcome to our home" ucap Athena senang.


Anne yang berada dalam gendongan Raga pun ikut senang, ia bertepuk tangan dan mengoceh.


"Aku senang lihat kamu tersenyum lepas begini" Raga mengelus rambut istrinya.


"Terima kasih telah bersedia meninggalkan kehidupan mu di kota untuk tinggal di tempat ini, Ga. Maafin aku udah terlalu banyak nuntut ini itu"


Raga merangkul istrinya.


"Aku yang seharusnya bilang terima kasih, The. Terima kasih telah menerima segala kekurangan ku" ucap Raga.