Athena

Athena
RelFath



Setelah kemarin beristirahat seharian full, pagi ini Athena berangkat ke RelFath. Ia berangkat bersama Lathief, Aina dan tentu saja para pengawal.


"U okay?" tanya Aina pada cucunya.


Athena sedang duduk berselonjor diatas kursi pesawat yang bisa diatur sedemikian rupa.


"I'm okay, Oma" jawab Athena.


"Baiklah" ucap Aina.


Athena melihat awan yang sudah ditembus pesawat ini. Akankah ia bisa seperti pesawat yang membawanya ini, bisa terbang tinggi hingga ke awan? Akankah ia bisa membuat mommy nya bahagia?


Pesawat mendarat dengan sempurna. Athena turun hanya membawa diri. Tas jinjing nya sudah ada yang bawa. Naik ke mobil hanya naik saja, tidak perlu membuka pintu. Ia benar-benar hidup seperti seorang putri di sini.


Sebuah T*Yota Vellfire membawa Athena, Lathief dan Aina menuju kompleks RelFath. Nampak Mi sudah berdiri di depan pintu menyambut mereka. Manusia buatan itu tetap tampan meskipun waktu berjalan begitu lama.


"Selamat datang, tuan besar, nyonya besar dan nona muda" sapa Mi sopan sambil menundukkan badannya.


"Terima kasih, Mi" ucap Aina dan Athena bersamaan.


Athena memasuki kediaman sang opa.


"Makan siang dulu sayang, habis itu baru bersih-bersih kemudian beristirahat" ucap Aina lembut.


"Baik, Oma" jawab Athena.


Setelah sarapan, Athena duduk sebentar di ruang keluarga bersama opa dan omanya.


"Nanti malam jadwalnya dibawa sama uncle Jake yah, selama The di sini, Uncle Jake yang bakal temenin" Lathief mengelus kepala cucunya.


"Siap, opa" ucap Athena.


Athena berlalu ke kamarnya. Kamar yang telah disiapkan oleh Lathief. Kamar ini ternyata bekas kamar papinya dulu saat berkunjung ke RelFath. Hanya catnya yang diubah menjadi warna feminim, juga isi walk in closed nya. Perabot juga robot papinya masih tersusun rapi di sebuah lemari kaca yang terletak di sudut kamar.


Seorang pelayan keluar dari kamar mandi, memberitahu jika airnya sudah siap. Athena lalu bersih-bersih. Seorang pelayan lain menunggu di depan pintu walk in closed untuk menyiapkan baju Athena. Opanya benar-benar seperti seorang Raja yang dikelilingi banyak pelayan, Athena sampai merasa tidak enak.


"Kakek ada nggak di rumahnya?" tanya Athena pada Lathief.


"Ada, sayang" jawab Lathief.


"The mau ke rumah kakek deh. Udah lama nggak ketemu." kata Athena.


"Mau naik mobil?"


"Naik sepeda, opa" jawab Athena.


"Bisakan ambil sepeda sendiri?"


"Iya, opa" Athena mencium punggung tangan opanya. Ia lalu ke basement untuk mengambil sepeda.


Athena membutuhkan sepeda untuk mengunjungi rumah Abraham yang berada tepat di sebelah rumah Lathief. Ia harus menempuh jarak 1,5 kilometer setelah keluar dari halaman rumah opanya.


Athena memarkir sepedanya di depan tangga yang. menjulang tinggi. Ia dengan santai melangkah sambil bernyanyi kecil.


Sesekali ia akan membalas sapaan para pelayan.


Di ruang keluarga tidak ada Abraham. Ia lalu ke taman samping, seekor anak singa berjalan bebas.


"Wipo" panggil Athena pelan.


Anakan singa itu menoleh, namanya benar Wipo. Ia berlari kecil menuju tempat Athena berdiri. Ia menggesekkan kepalanya di kaki Athena.


"Wahh, lucunya" Athena mengangkat Wipo, mengelus bulunya yang masih tipis.


"Wipo" teriak anak kecil dari dalam rumah, juga suara langkah kaki yang mendekat, ada beberapa orang lebih tepatnya.


"Akak The" panggil anak kecil itu.


"Tristan, sini sayang" Athena menyimpan Wipo lebih dulu, ia lalu memeluk Tristan dan menggendongnya.


"I miss you do badly" ucap anak kecil itu.


"Kakak juga rindu banget sama Tristan" ucap Athena manis.


"Udah ketemu sama Wipo ternyata" kata Brandon yang baru datang. Ia memeluk tubuh langsing Athena.


"Wellcome to RelFath, dear" ucap Jake.


"Kakek di mana?" tanya Athena.


"Ada di laboratorium" jawab Jake.


"Owalah" ucap Athena.


"Akak The, Tristan punya teman, tapi sedang sakit" cerita Tristan.


"Nda tahu. Kakek bawa tapi kepalanya dibungkus perban" jawab Tristan.


"Kata kakek itu teman Tristan" lanjut Tristan.


"Kasian yah sayang temannya. Nanti kakak temanin Tristan deh buat jenguk temannya" janji Athena.


Tristan pamit untuk mandi sore. Ia harus mandi sebelum jam 5 sore atau Brian akan mengomel dan terus menelponnya.


"Uncle Brian gak ikut?" tanya Athena pada Brian dan Jake yang bermain dengan Wipo.


"Nggak" jawab Brandon.


"Yang jemput Tristan siapa?"


"Uncle Brandon lah The, Jake mana mau keluar pulau" jawab Brandon.


"Uncle Jake jadi manusia pulau" ucap Athena.


"Jadi ketua suku dia The" kata Brandon.


Jake hanya menggelengkan kepalanya pelan mendengar percakapan absurd dua orang di depannya.


Hari makin sore, Athena pamit untuk pulang. Tristan juga ikut bersamanya. Anak itu tidak mau terlepas dari sisi Athena. Tristan mengayuh sepedanya sendiri. Anak laki-laki itu begitu lihai bermain sepeda.


"Tristan udah kelas berapa sekarang?" tanya Athena.


"Kelas dua, kakak" jawab Tristan.


"Udah besar aja adik kakak" kata Athena.


Mereka memasuki rumah Lathief. Terlihat Lathief sedang merangkul bahu istrinya di atas sofa sambil menonton berita.


"Omaa" teriak Tristan.


Aina terkekeh, kemudian mencium pipi Tristan yang duduk disisi lainnya.


"Tristan sama opa dan Oma dulu yah, akak The pamit mandi dulu" kata Athena.


"Siap kakak" patuh Tristan. Ia memeluk lengan Aina. Sudah lama ia tidak merasakan sosok perempuan di sampingnya. Hanya Aina dan Alda yang sering ke kota C untuk melihatnya.


"Kakak udah ketemu sama teman Tristan belum?" tanya Lathief.


"Belum, opa. Kakak tadi main sama Wipo" jawab Tristan.


"Anak itu, semua hewan dimainin" omel Aina.


"Wipo lucu Oma" kata Tristan.


"Lucu seperti Tristan" Aina mencium pipi Tristan gemas. Cucu-cucunya sudah pada besar, pas lihat Tristan rasanya pengen punya cucu kecil lagi.


"Tristan, ayo ikut Oma ke kota A" ajak Aina.


"Kasihan ayah, Oma. Ayah sendirian nanti" ucap anak kecil itu.


"Yah, keinginan Oma ditolak deh"


"Jangan sedih, oma. Nanti Tristan bilang sama ayah buat kunjungin Oma nanti" janji Tristan.


"Oma tunggu yah sayang" Aina mengelus rambut pirang Tristan.


Makan malam berlangsung, Tristan ikut makan di kediaman Lathief.


"Mau yang mana sayang?" tanya Athena.


"Perkedel kentang aja kak" jawab Tristan.


"Daging mau nggak?"


"Nggak, itu makanannya Wipo" jawab Tristan polos.


"Okay deh" kata Athena.


Tak lama setelah makan malam, Jake datang membawa jadwal Athena juga untuk menjemput Tristan.


"Bye akak The! Sampai jumpa besok"


"Selamat malam opa, Oma" ucap Tristan manis.


"Saya pamit dulu papa, mama" Jake ikut pamit.


"Byee!" Athena melambaikan tangannya Sepeda Tristan diringgi, karena tadi Jake kemari menggunakan mobil.


Athena membaca kertas ditangannya. Ada jadwalnya dari Senin-Kamis, sedangkan di hari Jum'at-Minggu ia libur.