
Tiga bulan setelah presentasi tidak mengubah komunikasi member Desa Kenangan. Bertemu setiap Sabtu sore di cafe O seolah menjadi kegiatan rutin mereka. Jika mereka tidak sempat berkumpul di hari Sabtu sore, maka hari Minggu adalah pelarian mereka. Entah bertemu di sport center kota atau sekedar menikmati jajanan di sore hari di taman ria.
Seperti pagi ini, Athena sudah bersiap-siap untuk ke sport center. Jam masih menunjukan pukul 05.30 pagi, belum cukup terang. Matahari masih malu-malu untuk muncul. Athena diantar oleh Min tentu saja. Tapi menggunakan mobil.
Tidak butuh waktu lama, Athena sudah sampai di sport center kota A. Belum terlalu banyak orang yang berolahraga. Tak lama kemudian, Kevin, Eros, Darren dan Wildan datang. Mereka menaiki mobil yang sama.
"Lari dulu lah yah" kata Kevin sambil pemanasan.
"Gak tunggu Raga dulu?" tanya Athena.
"Raga gak datang The. Dia masih tidur kata mamanya" jawab Darren .
Ini sudah kali ketiga Raga tidak ada dalam pertemuan rutin mereka. Sejak hari dimana ia memposting foto Athena, ia seolah menghilang ditelan bumi. Athena bahkan tidak pernah melihatnya lagi. Baik di sekolah maupun di luar sekolah, Raga tak pernah menampakkan dirinya di depan Athena. Di lapangan hari itu adalah kali terakhir ia melihat Raga.
Athena mengangguk.
Mereka lalu berlari mengikuti track joging yang telah disediakan.
"Sebentar lagi try out, kira-kira siapa yang keluar sebagai peraih nilai tertinggi?" tanya Kevin saat mereka memilih untuk duduk di stand bubur ayam.
"Dwi kayaknya" Wildan mengeluarkan pendapatnya.
"Lo nggak ingat Raga?" tanya Eros.
"Iya, Raga juga bisa masuk nih" Wildan mengiyakan ucapan Eros.
"Kalau nggak Raga yah Dwi" kata Darren.
"Dwi sangat handal pelajaran Kimia sih" Athena juga ikut berkomentar.
"Kalau Raga yah bapak fisika" Darren menimpali ucapan The.
"Kalau Eros yah bapaknya kita-kita" kata Wildan.
"Selama ini peringkat selalu disembunyikan kan? Bisa jadi orang lain sebagai peraih nilai tertinggi. Fany gue lihat juga very smart" Kevin mengeluarkan opininya.
"Fany kan satu tingkat di bawah Raga dan Dwi" kata Eros.
"Yah siapa tahukan dia berusaha keras untuk jadi peraih nilai tertinggi TO? Secara kita semua tahu, minimal menjadi peraih nilai TO tertinggi udah dapat golden ticket masuk ke Universitas Arunika, terserah mau pilih jurusan apapun" Wildan juga mendukung opini Kevin.
"Fany berharap banyak agar bisa masuk FK di Arunika" ucap Athena.
Universitas Arunika, sudah 11 tahun ia berdiri. Kampus yang menjadi incaran para pelajar 10 tahun belakangan.
✨✨✨
Athena sedang duduk di dalam ruangan pribadinya. Pintu ruangan itu berada dalam kamarnya. Dan hanya bisa diakses oleh dirinya juga Run, pengawalnya.
Renal merombak beberapa bagian rumah ini, membuat beberapa ruangan baru. Ia sengaja membuat ruang pribadi di masing-masing kamar anaknya, di kamar ia dan Alda pun demikian. Renal dengan cepat bisa mengetahui ruang pribadi terpakai lewat ponselnya, juga lewat komputer yang berada dalam ruang kerjanya. Ia menerapkan aturan, mereka semua hanya bisa berada dalam ruang pribadi dalam waktu 2 jam, tidak boleh lebih.
Athena merebahkan dirinya di sofa bed ruang pribadinya. Ia melihat sekitarnya. Ada banyak foto yang tertempel pada dinding. Ada bunga mawar hitam yang tumbuh di ruangan ini. Tanaman bunga itu tidak akan mati, ia akan selalu hidup dalam ruangan ini.
Ia membuka ponselnya. Membuka galeri dan memilih folder Desa Kenangan. Ada ribuan foto di folder itu. Yang diabadikan oleh teman-temannya juga Min, Run ataupun Ram. Bibirnya sesekali tertarik membentuk lengkungan indah. Ia berhenti pada satu foto, dimana ia sedang tertawa lepas saat di ladang, dan Raga menatapnya dengan sangat dalam. Ia mengelus foto itu. Ia tentu tak benar-benar polos seperti dugaan teman-temannya. Ia tentu tahu akan ketertarikan Raga terhadap dirinya. Ia juga tahu semua member Desa Kenangan tahu akan perasaan Raga.
Raga kemana? Sudah 3 pekan ia tak melihatnya. Apakah lelaki itu marah perihal foto itu? Seharusnya Athena lah yang marah karena Raga memposting fotonya tanpa bilang terlebih dahulu. Tapi Athena tidak marah. Sudut bibirnya bahkan tertarik walau sedikit saat membaca caption yang Raga buat sore itu. Apakah ini juga adalah tanda bahwa Athena sudah terbiasa akan kehadiran Raga dalam hidupnya.
Apakah Raga mencoba menghindarinya? Lelaki itu benar-benar menjengkelkan.
Mata Athena kian berat. Ia tertidur. Tanpa sengaja sikutnya menekan remot pengatur suhu ruangan.
Alarm ponsel Renal berbunyi. Itu tandanya Athena sudah berada dalam ruang pribadi selama 2 jam. Ia lalu memanggil Run untuk membuka pintu ruang pribadi. Pintu ruang pribadi itu tak terlihat. Hanya beberapa orang yang tahu letaknya. Run memutar satu bingkai foto yang tertempel di dinding kamar Athena. Foto Athena bersama Rafa, papinya.
Renal langsung berlari masuk saat dingin keluar dari celah pintu. Nampak bibir anaknya sudah sangat pucat. Ia melihat suhu ruangan pada remot yang tertindih sikut anaknya, 12 derajat. Ia segera menggendong tubuh anaknya, membawanya keluar dari ruang pribadi. Ia membaringkan tubuh anaknya, menyelimuti nya dengan selimut dan segera mengatur suhu ruangan agar terasa hangat.
Renal sudah berulang kali memanggil nama anaknya, berharap anaknya akan segera bangun.
"The kenapa?" Alda dengan cepat naik ke tempat tidur anaknya. Mencium seluruh permukaan wajah anaknya, sesekali memanggil nama Athena.
"The tertidur, sepertinya sikutnya tidak sengaja menekan tombol pendingin ruangan " beritahu Renal.
Tak lama kemudian, mata Athena terbuka dengan perlahan. Tadi ia merasa sangat kedinginan tapi enggan membuka matanya. Sekarang ia merasa lebih hangat.
Alda mengelus pipi anaknya.
"The kenapa hmm?" tanya nya.
"Di kasih minum dulu, mom anaknya" Renal membantu Athena untuk minum. Ia lalu membaringkan kembali anaknya.
"The ngantuk, mom" jawab Athena pelan.
"Tadi kedinginan nggak?" tanya Renal.
Athena mengangguk.
"Dingin, tapi mata The berat, jadi tidur terus" jawab Athena.
Renal mengelus rambut anaknya sebelum meninggalkan kamar Athena.
"Yaudah, tidur lagi yuk sama mommy" Alda memeluk tubuh ramping anaknya.
Athena menyembunyikan wajahnya di dada sang mommy. Mencari kehangatan dan kenyamanan.
Nevan membuka kamar kakaknya. Ia kaget saat Daddy nya bilang kakak sedang sakit.
Rupanya mommy dan kakaknya sedang tertidur. Ia lalu meninggalkan kamar kakaknya. Nevan akan berkunjung lagi nanti untuk melihat keadaan kakaknya.
"Kakak sakit apa dad?"
"Tadi kedinginan" jawab Renal.
"Tumben kakak sakit karena kedinginan" heran Nevan.
"Banyak pikiran juga kali, apalagi bentar lagi kakak try out" kata Renal.
"Kakak udah mau lulus aja"
"Nevan juga kan bentar lagi lulus, terus masuk SMA"
"Nevan masuk SMA, kakak udah lulus. Nevan sekolah di kota C aja"
"Gak ada yah" tolak Renal tegas.
"Yang penting nanti naik mobil sendiri tapi"
"Mobil merah itu yah. Yang sering kakak pakai main terus Nevan duduk disamping kakak" kata Renal kemudian tertawa puas.
Bibir Nevan mengerucut kecewa.
"Daddy ihh" kesalnya.
Renal mengelus rambut anaknya.
"Nanti yah. Daddy pasti ngasih apapun buat Nevan, tapi nggak sekarang" ucap Renal pelan.
Nevan mengangguk. Lagian ia bisa nebeng sama sepupunya yang sudah diizinkan menggunakan mobil.