
Tadi sore Athena dan Ayra tiba di kota A. Para anggota keluarga yang lain menunggu di pemakaman keluarga, jadilah Athena dan Ayra langsung menuju ke tempat pemakaman. Hal ini tentu saja ia lakukan, sebab beberapa jam lagi, hari bersejarah dalam kehidupan nya akan terlaksana.
Seperti malam ini, Athena sedang dirias oleh make up artis keluarga.
"Jadi make up nya yang tipis aja nona?" tanya mbak nya.
"Iya, mbak" jawab Athena. Senyum nya tak pernah lepas dari bibirnya.
Make up artis nya mulai melakukan tugasnya untuk merias pengantin wanita dari keluarga penguasa ini. Ia bersyukur menjadi bagian dari hari bahagia nonanya. Sama seperti kebanyakan orang-orang Arunika, mbak yang sedang merias Athena adalah anak cucu dari pendahulu yang sudah mengabdi pada keluarga ini.
"Nona terlihat sangat cantik" ucapnya saat polesan terakhir telah ia lakukan.
"Terima kasih, mbak" ucap Athena.
"Ayo nona, saya bantu mengganti bajunya" seseorang lain datang membawa baju yang akan Athena kenakan. Bajunya sangat unik dan elegan. Alih-alih menggunakan gaun, Athena malah memilih memakai pakaian tradisional, dan bawahannya adalah sarung tenun. Entah bagaimana para desainer itu bekerja hingga bisa menghasilkan baju yang sedemikian rupa cantiknya. Bajunya berwarna merah dengan beberapa hiasan berwarna silver di bagian lengannya, sedangkan sarung tenunnya berwarna merah dan juga silver dengan motif kotak-kotak.
"Anda terlihat sangat cantik, nona. Saya seperti melihat anak raja di negeri dongeng" penata rias itu kembali berdecak kagum.
Athena juga takjub akan hasil karya designer yang sedang ia kenakan.
Pintu terbuka, nampak Aina dan Dina yang sedang tersenyum melihat cucunya.
"Saya permisi nona. Selamat malam nyonya besar, nona" mbak-mbak tadi meninggalkan kamar Athena.
"Cucunya oma sangaaaaat cantik" Aina dengan hati-hati mengelus pipi cucunya.
"Aku seperti melihat seorang putri dari kerajaan di masa lalu." ucap Dina. Ia memandangi cucunya dengan sangat dalam.
"Terima kasih, oma" Athena tersenyum. Ia mengelus pipi Aina dan Dina.
"Waktu berlalu dengan sangat cepat. Seperti baru kemarin rasanya aku menimang bayi perempuan yang sangat lucu" Aina mengusap bagian bawah matanya, rupanya orang tua itu sedang menangis.
"Iya. Cucu kita sudah sebesar ini, dan akan melangsungkan akad hari esok. Seperti baru kemarin aku melihatnya dan langsung jatuh cinta pada nya" Dina mengiyakan.
Athena terkekeh ringan mendengar ucapan kedua orang perempuan di depannya.
"Terima kasih oma Aina, oma Dina, sudah sayang banget sama The."
"Kamu yang terbaik sayang" ucap keduanya dan langsung memeluk tubuh Athena.
Setelah bercakap sebentar dengan cucunya, kedua perempuan tua itu kembali ke lantai satu, bersama dengan Athena. Ya, malam ini akan dilaksanakan acara pelepasan untuk Athena, sebelum akad dilangsungkan pada esok hari. Para keluarga dan kerabat tiba di kompleks Arunika beberapa jam yang lalu. Pada acara seperti ini, mereka semua akan mendoakan segala kebaikan untuk calon pengantin, juga memberikan hadiah.
Athena duduk bersila di dampingi oleh Aina dan Dina.
"Lihat lah Raka, cucu kita sangat cantik malam ini" Lathief mencium pelan kening cucunya.
Raka juga melakukan hal yang sama.
"Anak bayinya sudah sebesar ini. Waktu berlalu dengan sangat cepat" ucapnya.
"Opa harus berumur panjang dan sehat terus untuk melihat The lagi" kata Athena.
"Tentu saja. Opa akan meminta pada Tuhan agar diberi umur yang panjang, untuk melihat cucu opa tersenyum bahagia" Lathief berharap.
"Tenang saja, sayang. Opa juga masih kuat untuk menggendong selusin cicit dikemudian hari" bangga Raka.
Athena terkekeh mendengarnya.
"Athena sayang kalian. Sayang banget" ucapnya.
"Ini hadiah dari opa." Raka memberikan sebuh kotak kecil dan menyimpannya di pangkuan Athena, kemudian duduk di sudut lain.
"The tahukan opa sangat sayang sama The?" tanya Lathief.
"Tentu saja, opa"
"Jadi istri itu tidak mudah, sayang. Tapi sangat indah. Setelah ini The akan menjadi milik Raga, The akan menjadi tanggung jawab Raga. Seperti Raga yang bertanggung jawab atas hidup dan matinya The, The juga demikian. Tidak ada yang benar-benar mudah dalam kehidupan berumah tangga, tapi jika kedua orang di dalamnya bekerja sama, semuanya akan terasa ringan"
"Iya, opa. Tolong tegur Athena kalau Athena lagi lalai"
"Tentu saja. Ini hadiah kecil dari opa" Lathief juga memberikan kotak kecil kepada Athena.
"Terima kasih, opa" ucap Athena.
"Anak papa cantik sekali" Mika mengecup singkat kening anaknya.
"Terima kasih, papa"
Athena segera merentangkan tangannya saat melihat kedatangan Renal.
"You look so beautiful little girl" ucap Renal, air matanya ikut jatuh saat mengatakannya.
"Udah, jangan nangis gitu. Nanti anaknya ikut nangis" Lathief menepuk pundak menantunya.
"Opa duduk di sana yah sayang" Pamit Lathief.
Mika duduk menggantikan Lathief.
"Daddy, papa, terima kasih untuk segala usaha dan tetes keringat dalam membesarkan dan menjaga Athena. Seperti daddy dan papa berat untuk melepaskan Athena, Athena juga sama beratnya untuk tidak lagi bergantung pada daddy dan papa. Daddy, papa,jangan khawatir, The akan selalu menjadi putri kecil kalian, dan kalian akan selalu menjadi raja untuk Athena. Selama hidup Athena, Athena menjadi seorang putri, karena daddy dan papa Athena adalah seorang raja. The sangat sayang pada daddy dan papa" ucapnya. Ia lekas menahan air matanya menggunakan tissue.
"Anak mommy" Alda mencium kening anaknya sangat lama.
Athena memegang kedua tangan Alda, menempatkan nya pada dadanya, berharap ia bisa mendapatkan ketenangan.
"Dari atas sana, papi pasti sangat senang melihat mommy, daddy dan papa sudah berhasil menjalankan tugas yang papi berikan. Entah kebaikan apa yang pernah The lakukan di kehidupan sebelumnya hingga Tuhan menghadirkan tiga sosok malaikat nyata buat Athena. Putri kecil kalian telah menemukan pangerannya, tapi kalian akan tetap menjadi raja dan ratu untuk putri kecil ini" ucapnya.
"Udah, jangan nangis lagi. Ini buat The" sebuah map berada dalam pangkuan Athena.
"Terima kasih, papa" ucap Athena.
Mika sekali lagi mencium kening anaknya.
Alda memasangkan gelang di pergelangan tangan anaknya.
"Mommy memesannya jauh sebelum Athena lahir. Pengrajin nya pun sudah meninggal. Gelang ini tidak seberapa, tapi semoga The suka dan selalu ingat mommy saat melihat gelangnya"
Renal menepuk pundak istrinya.
"Terima kasih, mommy" ucap Athena yang dibalas dengan kecupan di pipinya. Tentu Alda dan Renal yang menjadi pelakunya.
Kini giliran Nevan dan Ayra.
"Akak The cantik" ucap Ayra.
"Ya pasti lah, kakaknya kita dong" kata Nevan.
Athena mengelus rambut kedua adiknya.
"Terima kasih yah" ucapnya.
Bagas, Tristan, Arvin dan Arion juga melakukan hal yang sama. Para penghuni kompleks Arunika juga.