Athena

Athena
Presentasi



Setelah kejadian Raga mengantar Athena pulang, mereka bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Besok udah giliran kita" beritahu Eros.


"Siapa yang bakal ngirim materinya di situs sekolah?" tanya Wildan.


"Lo aja, Wil" kata Kevin.


"Ogah" tolak Wildan.


"Gue aja." kata Raga.


"Jangan terlalu cepat ngirimnya, Ga" kata Darren.


"Kenapa?"


"Biar mereka gak banyak waktu buat cari kesalahan kita" jawab Darren.


"Yeuhh" Wildan menoyor kepala Darren.


"Okelah, 1 jam sebelum presentasi gue baru kirim materinya" kata Raga.


"Mau latihan dulu nggak?" tanya Eros.


"Lo gak yakin?" tanya Kevin.


"Bukan gak yakin. Satu sekolah bakal lihat kita presentasi, dewan guru juga" Eros memperjelas maksudnya.


"Santailah" kata Wildan menenangkan.


"Lo udah ada moderator?" tanya Raga.


"Gue udah minta Fany" jawab Eros.


Raga mengangguk. Fany cukup bisa diandalkan untuk menjadi moderator.


"Yaudah, kita bubar sekarang. Jangan lupa latihan di rumah, siapkan mental juga untuk besok dan jangan lupa sarapan" petuah Eros.


"Baik, bapak Eros" seru Wildan dan Darren.


Athena seperti biasa pergi-pulang bersama Min.


✨✨✨


"Besok katanya presentasi yah?" tanya Renal.


"Iya, dad." jawab Athena.


"Nggak belajar?" tanya Alda.


Athena menggeleng.


"Udah." jawabnya.


"Kapan belajarnya? Daddy gak pernah lihat"


"The udah pelajarin materinya sejak 5 bulan lalu, dari mulai bibit kentangnya ditanam hingga diolah jadi kentang rebus. Sekarang waktunya nenangin diri, biar besok gak grogi" jawab Athena panjang lebar.


Alda tersenyum mendengar jawaban anaknya.


"Luar biasa anak mommy" ucap Alda sambil mengelus rambut putrinya.


Athena memeluk Alda.


"Doain yah mom"


Alda mengangguk.


"Tentu saja, sayang."


"Dad, udah nyetujuin kelas aksel Nevan?" tanya Nevan.


Renal menggeleng.


"Umur Nevan sekarang baru 11 tahun, beberapa lagi 12 tahun. Dan Nevan sudah duduk di bangku kelas 2 SMP. Itu sudah sangat membanggakan bagi daddy dan mommy. Nevan tetap di SMP selama 3 tahun penuh seperti yang lainnya"


"Nevan kan pengen satu sekolahan bareng akak The" kata Nevan.


"Nevan, dengerin Daddy. Nevan harus nikmatin masa SMP Nevan. Lagian di sekolah sudah ada si kembar yang menjaga kakak"


"Jangan sedih yah anak, Daddy?" Renal mengelus rambut Nevan.


"Tidak sedih, Daddy" jawab Nevan.


"Kripiknya enak kak" kata Nevan lagi.


"Emang enak" respon Athena yang juga sedang memeluk setoples kripik singkong.


"The lihat nggak mamanya Raga bikin kripik?" tanya Alda.


"Nggak, mom. Waktu The ke rumahnya Raga, papanya Raga sedang sakit" jawab Athena.


"Sakit apa, kak?" tanya Renal.


"Demam gitu, dad" jawab Athena.


Renal mengangguk.


✨✨✨


Jam 8 pagi, kelompok yang diketuai oleh Eros sudah berada di aula sekolah untuk bersiap-siap. Presentasi akan dilakukan jam 9. Raga baru saja mengklik enter pada tombol laptopnya.


Materi yang akan mereka bawakan sudah masuk ke situs Maheswari. Semua warga Maheswari bisa mengaksesnya dari mana saja.


Jam 9 kurang 15 menit keadaan aula sekolah sudah sangat ramai. Seluruh kelas 11 berada dalam aula, sementara kelas 10 dan 12 melihatnya lewat link yang sudah dicantumkan di akhir materi.


Kepala sekolah, dewan guru juga para komite duduk di barisan sofa yang sengaja diatur bagian depan.


"Selamat pagi menjelang siang semuanya. Saya Fany Febiola selaku moderator yang dipercaya oleh kelompok "Desa Kenangan" akan membuka acara presentasi hari ini. Ini adalah presentasi terkahir dalam ajaran tahun ini."


Waktu yang diberikan 1 jam. Masing-masing memaparkan materinya dalam kurun waktu 10 menit.


Setelah memaparkan materinya, mereka kembali duduk di kursi yang telah disediakan. Mereka harus mempunyai mental yang kuat untuk menanggapi atau menjawab pertanyaan kritis dari dewan guru juga teman-temannya.


Karena sudah ditekankan lebih awal agar menguasai materi masing-masing, sesi tanya jawab berlangsung tenang.


Tepuk tangan menggema di aula setelah Athena menjawab pertanyaan terakhir.


"Mari kita sama-sama melihat hasil dokumentasi yang telah berhasil mereka abadikan"


Sebuah video berputar. Menampilkan wajah mereka saat dalam pesawat kelas ekonomi, wajah kelelahan Wildan dan Darren, Eros yang selalu menyemangati teman-temannya, juga Athena yang terlihat lucu dengan sepatu boots nya. Video terus berputar, menampilkan kegiatan mereka di sore hari yakni bimbel bersama anak desa, pergi pulang dari kebun, juga saat mereka melakukan baksos dadakan. Terlihat anak-anak sedang mengusap air matanya, mencoba tersenyum bahagia sambil melambaikan tangan dengan masing-masing paper bag di tangan lainnya. Video terakhir saat mereka sudah berada di bandara kota A sebelum mereka berpisah.


"Jadi kalian sambil jadi guru bimbel?" tanya kepala sekolah saat melihat video singkat tadi.


"Benar, pak. Tapi itu tidak menyulitkan kami, karena kami di lapangan hanya sampai pukul 11 siang. Kami mengajar di sore hari setelah beristirahat, itupun hanya dua kali seminggu" jawab Kevin.


Tepuk tangan kembali terdengar.


"Sekali berlayar dua tiga pulau terlampaui" ucap kepala sekolah.


"Terima kasih, pak" ucap semuanya sopan.


Presentasi berjalan lancar, sesuai ekspektasi.


"Ini diluar dugaan gue. Terima kasih banget untuk kerja sama juga kerja keras kalian" kata Eros.


"Kita semua yang harusnya bilang makasih ke Lo. Makasih udah sabar banget, udah bijak banget selama 6 bulan kurang ini." kata Wildan.


"Liburan bentar lagi, asyik. Habis itu jadi anak kelas 3" kata Darren senang.


"Ingat turnamen Lo" kata Raga.


"Pake diingetin segala" cibir Darren.


"Turnamen apa?" tanya Athena yang sejak tadi hanya mendengar dan makan.


"Turnamen basket. Lo mesti nonton The. Gak mau tahu gue" paksa Kevin.


"Kapan?" tanya Athena.


"Dua pekan lagi" jawab Raga.


Athena mengangguk.


"Berarti sebelum libur dong?"


"Iya"