Athena

Athena
Kunjungan



Raga menggendong Anne di dadanya menggunakan bantuan gendongan, sambil mendorong troli belanja. Sementara Athena bertugas mengambil bahan-bahan yang akan mereka beli.


Mereka kini sedang berada di lorong untuk perlengkapan bayi, mata Athena berbinar melihat berbagai macam benda di depannya.


"Susu buat Anne, jangan lupa" kata Raga.


Athena mengangguk. Ia mengambil 6 kaleng susu formula buat anaknya.


"Buburnya juga The" Raga kembali mengingatkan.


Athena lalu mengambil beberapa kotak bubur instan yang aman untuk bayi, dengan beraneka ragam rasa.


Anne yang berada di dalam gendongan papanya pun merasa senang dan bertepuk tangan, sambil tertawa tanpa suara. Ia mengoceh.


"Anaknya senang tuh" ucap Athena.


"Anak papa senang yah" Raga menemani Anne bercerita yang dibalas dengan ocehan anak kecil itu.


"Ga, keranjangnya udah hampir penuh" beritahu Athena.


"Ya nggak apa-apa. Kan kita udah bertiga sekarang" kata Raga.


"Aseeek nih papa muda" goda Athena.


Raga terkekeh pelan mendengar godaan istrinya.


Setelah semua list belanjanya terceklis, Raga memberikan Anne pada Athena.


"Kamu tunggu di luar yah bareng Anne, aku aja yang antri"


Athena mengangguk. Ia menggendong anaknya tanpa menggunakan gendongan bayi, jadilah gendongan bayinya masih menempel di tubuh Raga.


Butuh waktu sekitar 15 menit untuk Raga menyelesaikan proses pembayaran nya, ditangannya terdapat 2 kantong, sedangkan sisanya berada di atas troli belanja yang didorong oleh pegawai supermarket.


"Terima kasih, mas" ucap Raga.


"Sama-sama, pak" ucap pemuda tersebut.


Raga duduk di kursi kemudi.


"Aku lama banget yah. Anne sampai rewel begitu"


"Wajar sih kalau lama gitu, soalnya belanjaannya juga numpuk gitu." kata Athena.


"Langsung pulang aja?" tanya Raga.


"Iya, Ga. Ini udah siang lho, aku belum masak" jawab Athena.


"Gak mau makan diluar aja?"


"Di tunda dulu boleh nggak? Adik-adik lagi pengen ke rumah buat ketemu ponakannya "


"Nevan pulang?"


Athena mengangguk.


"Nevan, Arvin dan Arion pulang." jawab Athena.


"Bisa-bisanya pulang"


"Kan weekend, Ga. Paling lusa udah pergi lagi" ucap Athena.


Raga mengangkat semua belanjaan nya hingga di dapur, kemudian ia mencuci tangannya.


"Aku seduh dulu bubur buat Anne. Tolong bantu suapin yah?"


"Siap, mama" ucap Raga. Ia kini sedang menggendong Anne.


Setelah buburnya siap, ia mendudukkan Anne di kursi bayi yang ikut berjejer mengelilingi meja makan. Sementara Athena sibuk menata belanjaannya dan memasak. Seperti biasa ia akan masak sup kentang kesukaan Raga, ayam goreng, tahu dan juga tempe goreng, tak lupa mengulek sambel.


"Ehh, matanya udah berat banget kayaknya " ucap Athena saat melihat mata Anne yang hendak tertutup padahal masih ada bubur di mulutnya.


"Lucu yah The" Raga malah terkekeh.


"Di kasih minum dulu, Ga. Habis itu gendong sebentar, udah ngantuk banget itu"


Raga melaksanakan instruksi dari istrinya. Dan benar saja, kurang dari 5 menit ia mengayunkan Anne dalam dekapannya, anak bayi itu sudah tertidur pulas. Raga menidurkannya di kamar utama yang ada di dekat tangga, agar ia tidak perlu repot naik turun. Ia kemudian ke ruang keluarga dan menyalakan Tv.


Tidak lama kemudian adik-adik Athena datang, bersamaan dengan usainya kegiatan masak-masak Athena.


"Wehh, bapak baru nih" Arion berhi-5 dengan Raga, diikuti oleh Arvin dan Nevan. Sementara Ayra mencium punggung tangan Raga.


"Kakak dimana?" tanya Ayra.


"Di dapur. Masuk aja" jawab Raga.


Ayra lalu ke dapur, meninggalkan 4 kakak laki-lakinya di ruang keluarga.


"Kakaaaaak" seru Ayra senang. Ia memeluk perut kakaknya.


Athena mengelus lembut rambut adiknya. Adiknya sekarang sudah lebih tinggi.


"Sayangnya kakak The" ucap Athena.


"Lagi tidur dedek nya. Mau main yah?"


Ayra mengangguk cepat.


"Tunggu bentar yah, dedeknya tidur pulas" kata Athena. Ia berjalan ke ruang keluarga bersama dengan Ayra yang masih memeluk perutnya.


Nevan yang melihat keberadaan kakaknya pun langsung berdiri dan memeluk sang kakak, tak lupa mengecup kening kakaknya.


"I miss you so much old sister " ucapnya tanpa malu.


Athena terkekeh, ia lalu mencium kedua pipi adiknya.


"Kakak juga rindu Nevan" katanya.


Arvin dan Arion melakukan hal yang sama.


"Bapak dokter dan bapak pengusaha sibuk banget, sampai-sampai gak ngunjungin kakaknya "


"Maaf, kak" ucap ketiganya.


Athena dan Raga terkekeh.


"Ayo makan siang dulu, kakak baru habis memasak" ajak Athena.


"Pengen liat baby A dulu, kak" kata Arion.


"Baby A sedang tidur, dek" beritahu Athena.


Arion dengan pasrah berjalan ke dapur mengikuti yang lain.


"As always, selalu nikmat" ucap Nevan.


"Kayak masakan mommy yah Van?" Tanya Arvin.


"Iya, bang" jawab Nevan.


"Kakak kan anaknya mommy, like mother like daughter" Arion menimpali.


"Ayra udah bisa masak belum?" tanya Raga.


"Belum, kak. Daddy gak izinin masuk dapur sendiri. Kata daddy tunggu nanti kalau udah SMP" jawab Ayra.


"Daddy mah posesif. Lihat anaknya kegores aja pengen ngamuk" kata Nevan.


"Tidak untuk ditiru yah Van?" tanya Arion.


"Untuk ditiru lah. Like father like son" kini Athena yang menjawab.


Nevan terkekeh mendengar jawaban kakaknya.


"Jangan-jangan bang Raga nanti sama posesif nya, apalagi anaknya perempuan"


"Anak perempuan dan cantik, fix bapaknya galak" Arion menambahkan.


"Mesti di jagalah. Kayak kalian yang jaga Athena, mommy, mama, Ayra, abang juga pasti melakukan hal yang sama" kata Raga bijak.


"Kak, makanan Ayra udah habis. Boleh bobo sama dedek?" tanya Ayra penuh harap.


Athena tersenyum.


"Boleh, dek. Dedek nya jangan diganggu yah. Ayra tidur di sebelah dedek pelan-pelan" jawab Athen.


"Terima kasih, kak" ucapnya. Ia dengan cepat meninggalkan kursinya.


"Kakak curang nih, masa Ayra aja yang dibolehin" Arion merenggut.


"Kalian tunggu di ruang tamu aja. Kalian ribut soalnya, nanti baby A bangun, terus rewel" ucap Athena.


"Kak, minta puding boleh?" tanya Arvin sopan.


"Boleh, dek. Kamu tunggu di depan yah, nanti kakak bawain. Nevan,Arion mau apa? Ga, aku buatin jus jeruk mau?"


Raga mengangguk.


"Samain Arvin aja kak" jawab Arion mewakili Nevan.


Untung Athena cekatan memasak sambil membuat puding, jadilah ia tidak perlu keteteran di siang begini. Ia senang melihat keberadaan adik-adiknya di rumah ini. Apalagi ketiga adiknya sudah begitu sibuk dengan dunianya masing-masing. Di pundak mereka ada tanggung jawab sebagai seorang lelaki dan juga sebagai keturunan Arunika, tentu saja tidak semudah yang orang lain kira.


Di ruang keluarga, masing-masing sudah mengambil posisi. Raga dan Arion bermain PlayStation, sementara Nevan dan Arvin sedang melihat grafik di tablet milik Raga.


"Kakak tinggal yah. Kalau butuh apapun, cari sendiri" ucap Athena.


"Iya, kak. Terima kasih" ucap Arvin, Arion dan Nevan bersamaan.


"Kompak banget" Raga tentu saja yang berbicara.


"Kayak baru kenal mereka aja" kata Athena sebelum memasuki kamar utama yang terdapat Ayra dan Anne di dalamnya.


Tangan kecil Ayra memeluk tubuh kecil Anne yang dibatasi guling. Athena tersenyum melihatnya. Ia ikut membaringkan tubuhnya di samping Anne.