Athena

Athena
Dibesuk Calon Mertua



Si kembar datang ke rumah sakit, bersama kedua orangtuanya juga opa dan Oma.


Arvin membawa kue tart yang diatasnya tertulis namanya dan sang adik, Arion.


"Maaf yah, karena kakak kalian harus rayainnya di rumah sakit" ucap Athena tak enak.


Yah, si kembar berulang tahun hari ini.


"Nggak apa-apa, kak. Kalau kakak udah sehat, kita rayain di tempat lain dengan meriah" ucap Arion.


"Arion masa mau ngundang artis kesukaannya" cerita Ivana yang membuat orang-orang tertawa.


"Kakak udah baikan?" tanya Arvin.


Athena tersenyum.


"Agak mendingan" jawabnya.


"The, makan yuk. Opa suapin deh" tawar Lathief.


"Biarin sikembar potong kuenya dulu opa" kata Nevan.


"Opa nih, suka lupa" celetuk Arion.


Lathief nyengir mendengar celetukan cucunya.


Arvin dan Arion lalu memotong kue. Kue pertama tentu saja diberikan kepada mamanya, kemudian papanya. Lalu membagikan sisanya kepada orang-orang yang ada dalam ruangan.


"Foto dong" seru Alda heboh. Ia memanggil Min yang berjaga di depan pintu untuk memotret mereka, mengabadikan ulang tahun anti-mainstream si kembar.


"Berempat dong" kata Nevan.


Nevan duduk di atas bed perawatan kakaknya, sedangkan si kembar berdiri di masing-masing sisi Athena. Arvin merangkul bahu kakaknya. Athena terlihat memamerkan sepotong kue yang diberikan adik-adiknya, dengan tangan yang masih terpasangi infus.


Arion lalu menjadikannya insta story dengan menulis keterangan "Lekas sehat Role mode ku" . Ia tidak lupa menandai ke tiga saudaranya.


"Oma paling senang lihat kalian ngumpul gini." ucap Aina.


"Apalagi kalau lihat cucu-cucu pada akur gini" lanjutnya.


"Mama pernah lihat mereka bertengkar?" tanya Mika.


Aina menggeleng.


"Nah makanya mama gak perlu khawatir" kata Alda.


"Nanti kita tengkarnya pas lagi bagi warisan yah Van" Arion menggoda omanya.


"Bang Arion aja yang tengkar sama bang Arvin" tolak Nevan.


Semua terkekeh mendengar penolakan Nevan.


"Bang Raga replay story aku" kata Arion heboh melihat ponselnya.


Argantara Perdanakusuma


Dirawat di mana? Nomor kamarnya.


Arion membaca keras pesan Raga.


"Kakak gak kontak sama bang Raga?" tanya Arvin.


Athena menggeleng.


"Aku kemarin gak sempat buka hp. Mommy juga kayaknya gak bawa hp aku" jawab Athena.


"Bales bang" suruh Nevan.


^^^Arion AA^^^


^^^RS ********* , presiden suite room A^^^


"Done" ucap Arion.


"Kakak ngambek yah?" tuduh Nevan.


"Nggak, Nevan" jawab Athena cepat.


"Kalau bertengkar jangan lama-lama. Nanti Raga diambil cwek lain" goda Mika.


"Papa apa-apaan sihh" Ucap Athena. Ia menutup wajahnya.


✨✨✨


Jam masih menunjukkan angka 9 dan Raga sudah berada di ruangan Athena. Athena saja bahkan masih tertidur. Tadi Alda dan Renal pamit untuk pulang, dan mempercayakan Raga untuk menjaga Athena.


Alda tahu anaknya dan Raga sedang tidak baik-baik saja.


"Ga, Tante sama om pamit yah" ucap Athena.


"Iya, om, Tante" katanya.


Raga menunggu Athena bangun sambil memainkan ponselnya. Ia membalas pesan mamanya yang menanyakan keberadaannya.


Athena membuka matanya perlahan, ia cukup kaget saat melihat keberadaan Raga yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Athena mencoba untuk duduk, menekan sendiri tombol bednya.


"Udah bangun?" tanya Raga. Lelaki itu memberikan air mineral pada gadis di depannya. Karena tidak ada respon dari Athena, Raga membantunya untuk minum.


"Kapan datang?" tanya Athena.


"Se jam yang lalu" jawab Raga.


Athena mengangguk. Ia bingung hendak berbicara apa.


"Novia Foss, anak teman lamanya papa. Papa meminta aku mengantarnya ke puncak kemarin, makanya aku panggil yang lain untuk ikut." Raga menjelaskan sendiri situasinya yang kemarin.


"Sekarang dia dimana?" tanya Athena.


"Sudah di jalan pulang" jawab Raga.


"Kamu dekat sama dia?"


"Nggak, The. Kemarin aja baru pertama kali bertemu."


"Apaan nih bilang kayak tadi?" Raga mencubit pelan pipi Athena


"Aku tuh sukanya sama Athena aja, gak ada yang lain" kata Raga.


"kamu sarapan dulu deh. Aku suapin" Raga mengambil bubur ayam di atas nakas.


"Jangan aduk, Ga" kata Athena cepat sebelum Raga mengaduk buburnya.


Raga mengangguk mengerti. The bukan tim aduk bubur ternyata. Ia lalu menyuapi Athena.


Belum sampai suapan ke sepuluh, Athena menahan lengan Raga yang akan menyuapinya lagi.


"Minum, Ga." katanya cepat.


Raga lalu membantu Athena untuk minum. Gelas yang Raga pegang belum kembali ke nakas, Athena sudah mual.


"Mau ke wastafel?" tanya Raga.


Athena mengangguk.


Raga lalu membantu Athena untuk berjalan ke wastafel. Raga memapah Athena sambil mendorong tiang infus.


Athena hanya mual, ia tidak muntah.


"Pusing?" tanya Raga.


"Sedikit" jawabnya pelan.


Raga mengatur tinggi kursinya agar bisa memijat kepala Athena.


"Kamu udah makan?" tanya Athena.


"Nanti aja"


"Kamu makan dulu gih" suruh Athena. Ia memegang tangan Raga yang masih berada di kepalanya, agar menghentikan tangan Raga memijat kepalanya.


"Aku makan bubur kamu yah"


"Ehh, jangan. Itu mommy udah siapin makan" larang Athena.


"Boleh yah. Bubur kamu enak kyaknya" pinta Raga.


"Nggak apa-apa emang?"


Raga mengangguk cepat. Ia lalu memakan bubur sisa Athena.


"Daddy juga makan sisa aku kemarin" cerita Athena.


"Iya?" tanya Raga.


"Iya, padahal udah aku larang" jawabnya.


"Buburnya enak sih" kata Raga.


Pintu ruang perawatan Athena terbuka. Nampak Vania dan Baskara memasuki ruangan.


"Ehh" kaget Athena saat melihat keduanya.


"Mama ganggu yah?" tanya Vania dengan nada menggoda.


"Nggak Tante. Silahkan duduk om" Athena mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa yang terletak tak jauh dari bed nya.


"Sakit apa sayang?" tanya Vania. Ia duduk dipinggir kasur bed Athena.


"Gejala demam berdarah, Tante." jawab Athena.


"Maaf udah bikin Tante dan om repot" lanjut Athena tak enak.


"Tidak repot, nak" kata Baskara. Ia masih berdiri disamping anaknya.


Raga menyudahi makannya.


"Duduk sini, pa"


Baskara duduk di kursi yang Raga baru tinggalkan. Ia memeriksa kening gadis di depannya, masih panas.


"Kalau kepalanya berat, The tidur aja" katanya.


"Tidak terlalu berat, om" kata Athena.


Pintu kembali terbuka dari luar. Alda dan Renal memasuki ruang perawatan anaknya.


"Ada tamu rupanya" kata Alda ramah.


"Lho?" kaget Vania. Ia melihat ke arah suaminya. Baskara sama kagetnya.


"Selamat siang, pak. Kami orang tuanya Raga" Baskara lebih cepat menguasai dirinya.


"Selamat siang, pak. Wah, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membesuk anak kami" kata Renal ramah.


"Wah, mamanya Raga rupanya. Maaf yah udah bikin repot sampai jengukin The" ucap Alda ramah.


"Nggak repot, kok." jawab Vania.


"Duduk dulu jeng, pak" ajak Alda pada tamunya. Ia menggiring tamunya agar duduk di sofa. Disofa sudah ada berbagai macam minuman juga kue.


"Athena anaknya pak Renal?" tanya Baskara.


"Iya, pak. Athena anak saya" jawab Renal bangga.


"Raga nggak ada bilang kalau The anaknya Mr. dan Mrs. Maheswari" kata Baskara.


"Iya pak, katanya biar jadi rahasia. Ehh, malah ketahuan sekarang" Renal akhirnya membongkar rahasia Raga pada kedua orangtuanya.


"Rahasia biar kenapa, Ga?" tanya Vania.


Athena sudah gugup duluan.


Raga mengusap bagian belakang kepalanya.


"Biar mama dan papa kaget, hehe" jawabnya.