
Member Desa Kenangan kembali mengadakan pertemuan saat libur kuliah. Kevin ternyata memilih untuk kuliah di negara G. Sedangkan sisanya berada di universitas yang sama. Meskipun begitu, mereka jarang bertemu. Kecuali Athena dan Raga, juga Raga bersama yang lain selain Kevin, karena mereka berada di kompleks yang sama.
"Kuliah cukup mengerikan ternyata" kata Wildan.
"Telat dikit, alpa coy" kata Darren.
"Nikmatin aja" kata Eros lempeng.
Athena membuka tasnya, memberikan undangan kepada teman-temannya. Athena's Sweet seventeen. Undangannya didesain oleh Arion.
"Lo baru mau 17 tahun The?" tanya Kevin heboh.
"Mulutnya astagaa" ucap Athena.
"teman kita, primadona kampus ternyata masih bocah" kata Darren.
"Kumpul di pelabuhan, jamnya ada diundangan" jelas Athena.
"Bawa kado nggak nih?" tanya Eros.
Athena menggeleng.
"Nggak usah. Kalian datang aja aku senang" jawab Athena.
"Lo undang siapa aja The?" tanya Wildan.
"Undang teman kelas aku waktu SMA."
"Gak undang teman kuliah Lo?"
"Nggak, pada resek sih mereka." Athena sampai bergidik ngeri saat menjawab pertanyaan Wildan.
✨✨✨
Athena terlihat cantik dengan gaun motif bunga-bunganya. Ia sudah berdiri di kabin kapal, sebuah meja bundar ada di depannya yang terdapat sebuah kue tart di atasnya. Tidak banyak orang di sini, hanya member Desa Kenangan, Irvandi, Bastian, Dwi, Arsya, Naufal, Audy dan Wulan. Fany sedang sibuk, biasalah anak FK.
Athena meniup lilinnya, dengan iringan piano yang dimainkan oleh pianis terbaik di RelFath.
"Yeaaaaay" teriak yang lain.
Mereka tak lupa untuk berfoto sebelum memakan hidangan yang tersedia.
"Kapal ini akan berlayar berapa lama The?" tanya Naufal.
"48 jam." jawab Athena.
"Wah, keren. Itu berarti kita bisa main jetski besok" Bastian begitu excited mendengar jawaban Athena.
"Thanks yah udah pada luangin waktunya buat datang" ucap Athena.
"Seharusnya kita yang bilang makasih The, udah difasilitasi seperti ini" kata Kevin.
"Wish nya apa The diumur yang sekarang?" tanya Dwi.
"Gak banyak. Minta kebahagiaan keluarga, berkah setiap perjalanan juga selalu dipertemukan dengan orang-orang baik" jawab Athena.
"Nggak minta dijauhin dari manusia bernama Aldo?" tanya Darren.
"Nggak. Dia pasti bakal menjauh sendiri kok nanti" jawab Athena.
Malam kian larut, Athena memasuki kamarnya setelah memastikan semua temannya beristirahat. Athena hendak menutup pintu kamar, tapi Raga menahan daun pintu itu.
"Happy birthday" ucap Raga.
"Thanks, Ga"
"Mau kado apa?"
Athena menggeleng.
"Cukup berada di samping aku aja, menemani setiap proses yang ada dalam hidupku, menjadi pendengar yang baik" jawab Athena.
"Sayangnya Ragaaa" Raga membawa Athena masuk ke dalam pelukannya.
"Kamu masih ada magnet yang diberi sir Anwar?" tanya Raga.
Athena mengangguk. Ia mengambilnya di dalam dompetnya. Raga mengambil magnet itu, menjadikannya bandul di gelang yang ia beli untuk Athena.
"Aku juga pake, ini" Raga memperlihatkannya. Ia menjadikan magnet nya sebagai bandul kalung.
Raga lalu memaikan gelang nya di lengan Athena.
"Harganya gak seberapa The, lebih mahal jam Daddy kamu kasih."
"Ga, jangan ngomong gitu deh. Ini juga udah istimewa buat aku." kata Athena.
Raga mengelus rambut Athena.
"Iya, nggak lagi" kata Raga.
Setelah deep talk dengan Athena, Raga pamit untuk istirahat.
Pagi sekali teman-temannya sudah berjemur di deck kapal. Para kaum pria memamerkan otot mereka.
Sedangkan Athena hanya menggunakan celana longgar panjang juga kaos longgar. Ia tidak terbiasa menggunakan pakaian terbuka.
"Habis berapa The sewa beginian?" Dwi. Mereka berkumpul membentuk tim perempuan.
"Gak tahu. Opa yang fasilitasi." jawab Athena.
"Keren banget opa Lo. Gaul gitu, pake sewa yacht segala buat ulang tahun cucunya" kata Wulan takjub.
"Iya, opa keren banget" Athena mengiyakan.
Lathief tidak pernah main-main untuk kebahagiaan anggota keluarganya. Meskipun Athena tidak meminta hal ini dan itu, ia memberikannya tanpa bertanya terlebih dahulu. Tidak peduli seberapa besar uang yang harus keluar.
"Sayang banget Fany gak ikut" kata Dwi.
"Fany berusaha keras buat masuk FK, aku rasa ia memang perlu mempertahankan niatnya agar tetap di FK, meskipun dengan cara gak ikut ngumpul seperti ini." Athena memberikan pendapat dari sudut pandangnya.
Lumba-lumba yang melompat ke permukaan menjadi pemandangan yang menarik pagi ini.
Sementara di sisi lain kapal, Raga mendapat serangan dari para teman-temannya.
"Lo gak mau bilang siapa Athena?" tanya Eros.
"Athena itu teman kita" jawab Raga.
"Ga, bukan hal mudah buat sewa yacht semegah ini." kata Kevin.
"Vin, seharusnya Lo nggak kaget dengan hal ini. Ayolah, kita semua berasal dari kelas menengah ke atas, sewa yacht tentu bukan hal yang menakjubkan bagi kita semua, ini semua hal yang biasa. Kalian jangan berpikir yang aneh-aneh deh" Baruu kali ini Raga bicara sepanjang itu.
"Lo pernah ke rumah Athena?" tanya Irvandi.
"Pernah" jawab Raga.
"Luas nggak?"
"Lebih luas rumah Arsya"
"Itu berarti The sama seperti kita" kata Bastian.
"Lo semua aja yang pada pikir kejauhan" Raga mendengus.
"Tapi soal jam Lo, semua orang berpikir buat ngasih jam semahal itu Ga" Wildan masih bertanya-tanya.
"Wil, seandainya mau, Lo bahkan bisa beliin jam yang sama buat gue. Lo bahkan lebih dari mampu buat beli itu"
"Kok pada ribut?" tanya Athena.
"Nggak kok, The" kata Naufal sambil cengengesan.
"Ayo, sarapan dulu" ajak Athena.
Para kaum lelaki mengikuti langkah Athena menuju ruang makan yang ada di dalam kapal.
"Ada beberapa jenis makanan yang tersedia. Ada bubur ayam juga lapisan roti dengan berbagai jenis isi. Ada yang dioles selai, juga ada yang dilapisi daging bakar juga saos.
"Lo suka bubur The?" tanya Darren saat melihat Athena sarapan dengan sangat lahap.
"Suka banget, malah" jawab Athena.
"Bubur ayam atau Coto?"
"Dua-duanya. Pagi makan bubur, malam makan Coto. Nikmat sekali" jawab Athena. Ia tidak bisa memilih salah satu diantara dua makanan tadi.
Darren yang sudah melahap roti yang di lapisi daging pun, ikut mengambil seporsi bubur ayam yang ada di depannya.
"Kalau buburnya enak gini, gue juga pasti suka" kata Darren.
Mendengar perkataan Darren, yang lain ikut mengambil bubur dan memakannya.
"Iya, enak" kata Dwi.
"Pantes The suka gini" kata Bastian.
"Nikmat euyy" ucap Audy dramatis.
"Makanan sebanyak ini buat apa The? Orang cuman kita-kita aja kok disini" Tanya Kevin.
"Ada crew juga kalau kamu lupa" jawab Athena.
"Iya yah" Kevin menepuk pelan dahinya.
"Kalau mau bawa ke kamar boleh kok" kata Athena.
"Nah, itu tadi maksud gue" ucap Kevin tidak tahu malu"
"Huuuu" teriak semuanya kecuali Athena.