Athena

Athena
Birthday Celebration



Sejak sore tadi, terlihat beberapa orang berdatangan. Orang-orang tersebut adalah team yang dibayar oleh Alda untuk merayakan ulang tahun Athena. Ini kali pertama Alda merayakan ulang tahun anaknya secara meriah, meskipun hanya keluarga dan kerabat yang ia undang. Biasanya ia hanya akan membuat cake untuk Athena, menemaninya meniup lilin bersama Renal dan Nevan. Sorenya kadang Mika, Ivana dan si kembar juga datang membawa kue, dan Athena akan kembali meniup lilin. Atau mereka hanya akan makan malam di rumah Oma setelah Athena meniup lilin.


Alda sengaja membuat perayaan tahun ini lebih meriah. Anaknya sudah sebesar itu, sudah berusia 15 tahun. Ia mengundang semua sahabat-sahabatnya juga sahabat Renal, tak lupa juga Okan dan Indi serta putranya yang baru datang sore tadi.


Athena sedang tertidur di kamarnya. Ia bahkan tidak tahu ada perayaan ulang tahun di villa. Hari sudah gelap, Alda membangunkan anaknya.


"The, bangun sayang" Alda menepuk pelan pipi anaknya. Kemudian menciumnya.


"Mommy" ucap Athena lirih.


"Ayo bangun." suruh Alda.


Athena mengucek matanya, kemudian membukanya. Ia melihat mommy nya yang duduk di pinggir kasur. Mommy nya sudah terlihat sangat cantik dengan balutan gaun yang Athena bisa tebak itu adalah gaun yang kemarin ia ambil bersama Raga di butik.


"Mommy cantik banget. Mau kemana?" tanya Athena.


"Nggak kemana-mana. Sana, mandi dulu" suruh Alda.


Athena kemudian memasuki kamar mandinya. Alda membersihkan kamar anaknya. Pelayan pribadi Athena tidak ikut, ia tinggal di kompleks Arunika. Alda lalu menyiapkan baju untuk anaknya. Sebuah gaun selutut berwarna peach yang hanya menutupi sebagian bahunya.


Alda menunggu anaknya. Setelah mandi, ia lalu membantu Athena memakai gaunnya.


"Mom, nanti Daddy ngamuk liat baju The kayak gini" khawatir Athena.


"Nggak akan untuk kali ini. Percaya sama mommy" ucap Alda yakin.


"Kalau Daddy tegur The, mommy yang tanggung jawab yah" kata Athena.


"Iyaa"


Alda lalu mengepang rambut anaknya yang panjangnya hingga tengah belakangnya. Tak lupa mengatur poni anaknya agar terlihat rapi dan cantik.


"The, pakai high heels dulu yah. Kembaran sama mommy kok" pinta Alda.


Athena mengangguk.


Setelah semuanya siap, Alda menggandeng tangan anaknya menuruni tangga. Ia lalu membawanya ke taman belakang yang sudah terlihat begitu mevvah. Tulisan besar seolah tergantung di langit 'Athena's Birthday' .


Athena menutup mulutnya, ia merasa terharu atas kejutan ini. Ia merasa tidak percaya ada perayaan macam ini di depannya.


HAPPY BIRTHDAY TO YOU


HAPPY BIRTHDAY TO YOU


HAPPY BIRTHDAY ATHENA


HAPPY BIRTHDAY ATHENA


Semua orang bertepuk tangan sambil bernyanyi dengan formasi U. Ada sebuah meja bundar di tengahnya yang di atasnya ada kue tart bertingkat dua, juga lilin dengan angka 15.


Alda menggandeng tangan anaknya menuju depan meja. Renal menyalakan lilinnya.


"Ayo sayang, tiup lilinnya dulu" kata Alda.


"Atau ada yang mau diucapin dulu?" tanya Renal.


Athena menggeleng. Ia lalu meniup lilinnya.


Suara tepuk tangan menggema.


"SELAMAT ULANG TAHUN AKAK THE" teriak tiga bocah itu. Mereka memberikan Athena sekuntum mawar hitam yang terlihat sangat indah.


Athena mengelus kepala Apollo, Revan dan Azka.


"Terima kasih yah" ucap Athena.


Ketiganya mengangguk.


"Kuenya nggak dipotong?" tanya Angga.


Athena terkekeh mendengar pertanyaan Angga. Ia lalu memotong kuenya, kemudian menyuapi Alda dan Renal.


"Nevan juga mau" kata Nevan.


Athena lalu menyuapi adiknya.


Nevan memeluk tubuh kakaknya.


"Happy birthday to the one and only sister" ucapnya lalu mencium pipi kakaknya.


"Thank you, ma little brother" kata Athena.


Athena mendapat ucapan juga doa dari orang-orang tersayangnya. Ia masih tidak menyangka akan perayaan ini.


Baru sore tadi ia tertidur setelah menyambut kedatangan Okan, Indi dan Alan. Bangun-bangun ia malah mendapat kejutan sebesar ini.


"Senang?" tanya Alan.


"Of course. Lebih ke terkejut sih, bisa-bisanya mereka menyiapkan semuanya dalam waktu sesingkat itu" jawab Athena.


Alan terkekeh mendengar jawaban takjub Athena.


"Yang penting ada duitnya aja The." kata Alan.


"Nahh, itu tahu"


"Alan sampai kapan di kota ini?" tanya Athena.


"Tiga hari lagi balik" jawab Alan.


"Buru-buru amat?"


"Papi ada kerjaan. Mami juga gak mau ninggalin klinik lama-lama"


"Tante Indi kerja lagi?"


"Yah kerja. Tapi kliniknya pas Deket rumah. Papi gak izinin mami kerja jauh. Itu pun klinik sekalian bakti sosial sih. Pasien mami hanya orang-orang yang benar-benar tidak mampu" jelas Alan.


"Wahh, Tante Indi hebat banget"


Athena dan Alan sedang duduk di taman yang langsung memperlihatkan pemandangan kota. Lampu-lampu berpijar menerangi gelapnya malam.


"Kata Nevan Lo pernah tinggal di desa selama 3 bulan."


"Iya. Kemarin habis praktek lapangan. Kebetulan dapat lokasi di desa." kata Athena.


"Seru pasti."


"Seru banget, Lan. Banyak banget kenangannya"


Malam semakin larut. Athena sudah bergabung dengan para ibu-ibu.


"The, minta kado apa nih?" tanya Inayah.


Athena meringis lucu mendengar pertanyaan Inayah.


"Gak minta apa-apa, Tante" jawabnya.


"Yang penting sehat aja yah sayang" kata Alda.


Athena mengangguk.


"Minta kado yang mahal The sama Oma" suruh Angel.


Dina menarik kuping Angel yang kebetulan duduk di sampingnya.


"Udah bisa yah ngajarin ponakannya yang tidak-tidak"


"Sakit, mama" Angel mengusap telinganya.


Yang lain terkekeh melihat interaksi antara Angel dan Dina.


"Minta kebun anggur The" suruh Alda.


Alda terkekeh melihat Dina yang mengusap dadanya, seolah berkata sabar.


"Nggak, aku bercanda mama" kata Alda lalu memeluk mertuanya dari belakang.


"Kamu kasih apa Na ke cucu kita?" tanya Dina pada Aina.


"Kasih mie goreng porsi jumbo" jawab Aina.


"Yang bener?" tanya Dina.


Aina menggeleng.


"Aku masakin, terus panggil crush nya datang ke rumah makan siang"


"Oma, Raga bukan crush aku yah" kata Athena cepat.


"Wahh jahat nih, ngundang Raga pas mommy lagi nggak ada" kata Alda.


"Raga itu siapa sih Al?" tanya Inayah.


"Raga itu temannya The yah, bukan crush nya The" jawab Athena cepat.


"Iya iya, Oma hanya bercanda." kata Aina.


"Tapi Raga nya tampan The. Rugi kalau disia-siakan" Ivana ikut mengompori.


"Mama" Athena memberenggut kesal.


"Ada fotonya nggak Na?" tanya Dina penasaran.


Aina mengotak atik ponselnya. Memperlihatkan foto Raga yang tentu saja di ambil secara diam-diam.


Inayah dan Dewi pun ikut penasaran, ia juga ingin melihat wajah Raga.


"Tampan dan tinggi, idaman semua wanita" komentar Dewi.


"Tapi The gak demen. Padahal udah pernah serumah selama tiga bulan" ucap Ivana lirih.


"Anak aku ini. Gak cepet demen sama orang, sekalinya demen yah sayang banget yah The" Alda mengelus rambut anaknya.


The hanya mengangguk mengiyakan ucapan Alda.