Athena

Athena
SP 1



Liburan dalam rangka menghibur Ayra telah usai beberapa hari yang lalu. Kini Athena, Ayra,Raga dan para pengawalnya sedang berada dalam pesawat menuju kota C. Ayra harus segera masuk sekolah dan Athena juga harus masuk kerja.


"Tidur aja. Ayra juga nyenyak banget tidurnya." ucap Raga sambil mengelus rambut Athena.


Athena menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Raga sambil menutup matanya. Pesawat baru saja take off, masih ada waktu untuk tidur.


Saat Athena tertidur, Raga kembali melanjutkan pekerjaannya.


✨✨✨


Athena sedang mengikat rambut Ayra, aktivitas itu selalu menjadi hal yang ia tunggu saat pagi hari. Ada kebahagiaan sendiri yang ia rasakan saat mengikat rambut Ayra.


"Udah, sana cermin dulu. Habis itu kita sarapan" Athena mencium pipi adiknya sebelum melangkah ke meja makan.


"Thank you" ucap Ayra sebelum berdiri di depan cermin untuk melihat hasil karya kakaknya yang selalu membuatnya kagum.


"As always" kata Ayra. Ia kemudian duduk di kursi dan memakan bubur ayamnya.


Setelah sarapan, mereka masing-masing mengambil tasnya di kamarnya.


"Min, hati-hati nyetirnya" kata Athena.


Min bertugas mengantar Ayra ke sekolah.


"Baik, nona." ucap Min.


Ayra mencium punggung tangan kakaknya.


"Ayra sekolah dulu yah kakak. See you later"


Athena mengusap kepala adiknya.


"Hati-hati sayang" ucapnya lembut.


Setelah mobil yang membawa adiknya tidak terlihat lagi, barulah Athena menaiki mobilnya sendiri dan mengendarai nya menuju kantor. Ia sudah meninggalkan kantor selama 15 hari kerja. Entah apa kata orang-orang nanti.


Ia memasuki kantor dengan tas yang menggantung dibahu kirinya, sementara tangan kanannya membawa totte bag yang berisi kripik singkong oleh-oleh dari mana Raga.


"Ehh, tuan putrinya sudah masuk" kata Hana.


Athena hanya nyengir.


"Siapin mental dah sebelum kena nyinyiran" kata Yudha.


"Ehh, siapa yang nyinyir?" tanya Athena.


"Bapak boss" jawab Hana.


Athena mengangguk mengerti. Ia tentu tahu jelas kesalahannya. Ia kemudian mengeluarkan dua toples kripik singkong untuk Yudha dan Hana.


"Asiiik. Thank you, The" ucap Yudha. Tanpa menunggu lama, ia membuka penutup toplesnya dan segera mengambil kepingan kripik.


"Selalu mantap" kata Hana. Ia juga sudah mengunyah kripik yang Athena bawa.


"Kantor aman kan yah selama aku gak masuk?" tanya Athena.


"Aman, lancar jaya" jawab Hana.


"Sudahi makanmu bestie, ini sudah hampir jam 9. Mari bekerja" kata Yudha . Ia segera menutup toplesnya dan mencuci tangannya.


Hana juga melakukan hal yang sama.


Athena sudah begitu sibuk mengerjakan pekerjaannya yang tertinggal. Sudah hampir akhir bulan, ia harus segera menyelesaikan nya sebelum ditagih laporan akhir bulan.


Pintu ruang kerja terbuka, nampak Andika memasuki ruangan.


"Sudah masuk kantor, The?" tanya Andika.


Athena segera berdiri dari duduknya.


"Iya, pak. Saya sudah masuk" jawabnya.


"Enak banget yah gak masuk kerja selama 3 pekan berturut-turut. Dari mana saja?"


"Maaf, pak. Keluarga berduka, saya tidak sempat mengajukan cuti tambahan" jawab Athena.


"Urusan keluarga jangan di bawa ke kantor. Kamu melamar pekerjaan di kantor ini, berarti kamu sudah siap dengan segala resikonya, termasuk jauh dari keluarga yang tinggal di luar kota. Bagaimana jika karyawan lain mengikutinya? Kamu tahukan ini bukan hal yang baik?"


"Iya, pak. Saya salah"


"Silahkan temui HRD" kata Andika sebelum meninggalkan ruangan kerja bawahannya.


Melihat pak Andika sudah jauh, Hana segera mendekati Athena.


"Minum dulu deh" katanya.


Athena terkekeh.


"Aku yang kena marah kok kamu yang panik sih?"


Hana mendengus.


"Lo dipanggil HRD Lo The" katanya.


"Yah nggak apa-apa. Ini salahku." ucap Athena tenang.


"Aku ke atas dulu yah" pamit Athena.


"Gimana The?" tanya Yudha.


Athena memperlihatkan surat yang ada ditangannya.


"SP 1, Yud" jawabnya.


Hana yang sedang minum jadi tersedak.


"Serius?" tanya nya.


"Iya, hehe"


"Peraturan perusahaan memang cukup ketat The, tapi benefitnya juga lebih dari yang lain. Awal gue interview dulu, gue langsung kena mental sih. Kita benar-benar dituntut buat disiplin" kata Yudha.


"Iya, Yud. I know. Lagian ini juga salah aku. Aku gak ngontak siapapun, termasuk kalian. Pihak HRD juga menyampaikan turut berdukacita nya tadi. Mereka mengerti, tapi peraturan tetap peraturan" ucap Athena.


"Yok lah ambil makanan" ajak Hana.


Athena mengikuti kemana langkah Hana. Yudha yang bertugas menjaga meja. Mereka berdua tentu hapal betul makanan kesukaan Yudha, jadi Yudha tidak perlu khawatir akan makanannya.


"Thank you" ucap Yudha saat semangkuk soto terhidang di depannya.


"Yoilah" kata Hana.


"As always, Athena dengan cotonya" kata Yudha.


"Heheh" Athena hanya nyengir.


Sore hari, Athena sudah berada di rumah. Ia sedang membuat cake bersama Ayra. Mereka sama-sama mengenakan celemek yang menggantung dileher mereka.


"Udah dek?" tanya Athena


Ayra bertugas untuk menimbang bahan-bahan kuenya.


"Udah, kak" jawab Ayra sambil memberikan semua bahan yang sudah ia takar.


Athena kemudian mencampur semua bahan-bahan tersebut.


"Kak, aku mau loyang yang bentuknya Mickey mouse" pinta Ayra.


"Cari coba di kitchen set nya"


Ayra membuka satu persatu pintu kitchen set, hingga ia menemukan beberapa loyang dengan berbagai bentuk.


"Kakak mau bentuk apa?" tanya Ayra.


"Yang biasa aja, dek. Kakak kan udah besar" jawab Athena.


"Baiklah, kak" ucap Ayra menurut.


Sambil menunggu cake nya matang, Athena membuat jus alpukat untuk dirinya dan juga susu coklat untuk Ayra. Anak kecil itu sudah duduk manis di karpet depan televisi sambil nonton kartun.


"Ehh, kerja tugas sekolah juga?" tanya Athena saat melihat Ayra juga sibuk dengan buku dan penanya.


"Iya, kak. Takut gak keburu kalau kerjanya malam." jawab Ayra.


"Kak, kalau Ayra libur, sudah nggak ada ayah yang bakal datang jemput Ayra" ucap anak kecil itu tiba-tiba.


"Biasanya ayah bawa Ayra kemana?" tanya Athena.


"Ke rumah uncle Brian, main sama Tristan dan Regan. Atau ayah akan mengajari Ayra bela diri di ruang olahraga milik uncle Brian" jawab Ayra.


Athena mengelus rambut Ayra.


"Ayra harus senang terus yah, biar ayah juga senang lihat anaknya selalu ceria"


"Iya, kakak." ucap anak kecil itu.


"Lanjutin lagi belajarnya, kakak ke belakang dulu lihat kuenya, terus ambil minum buat Ayra" kata Athena sebelum meninggalkan ruang keluarga.


Suara langkah kaki mendekat dari arah depan. Ayra mendongak agar bisa melihat siapa gerangan yang datang.


"Kak Bagaaas" Ayra berdiri dan memeluk Bagas.


"Long no see adik kecil" Bagas mengecup pipi Ayra.


"Kak Bagas sibuk sih" ucap anak kecil itu merujuk.


"Maafkan kak Bagas yah" Bagas kembali mengecup pipi Ayra sekali.


"Udah pulang yah si bapak Bagas" Kata Athena yang baru datang dengan nampan di tangannya.


"Iya, dong" ucap Bagas sambil menyugar rambutnya.


"Aku dapat SP 1" cerita Athena.


"Lha, kok bisa?" tanya Bagas.


"Aku gak masuk kerja 15 hari" jawab Athena enteng.


"Pantes" Bagas mengacak pelan rambut kakaknya.


"Aku juga mau jus jeruk kak, tolong yah dibuatin. Bagas mandi dulu" ucapnya sebelum berlalu memasuki kamarnya.