
Sudah dua pekan sejak kejadian mood swing Athena. Dan Raga sama sekali belum ada menghubungi gadis itu. Sekarang hari Sabtu, sekolah sedang libur. Athena mencoba peruntungannya untuk mendapatkan maaf dari Raga hari ini. Bagaimana pun ini adalah salahnya.
^^^Athena MA^^^
^^^Jemput aku jam 9^^^
Itu adalah isi pesan yang Athena kirim kepada Raga. Ia sedang menyiapkan bubur ayam untuk dibawa pergi entah kemana, juga beberapa cup puding.
"Mau liburan yah?" tanya Alda.
Alda baru kembali beberapa hari yang lalu.
"Iya, mom. Sebelum memasuki hari yang sibuk" jawab Athena.
"Jangan dipaksa yah belajarnya." Pesan Alda sambil mengelus rambut anaknya.
Athena mengangguk. Ia lalu pamit untuk mandi dan bersiap-siap.
Raga datang jam 9 kurang 5 menit. Ia menemui Alda lebih dulu sambil menunggu Athena yang masih berada di kamarnya.
"Mau liburan kemana?" tanya Alda.
"Kemana maunya Athena aja, Tante" jawab Raga sopan.
Alda terkekeh mendengar jawaban pasrah lelaki di hadapannya.
Tak lama kemudian, Athena turun dari tangga. Ia berjalan ke dapur untuk mengambil paper bag nya.
"Mom, The pamit dulu" Athena mencium pipi mommy nya.
Raga juga tak lupa mencium punggung tangan Alda.
"Hati-hati yah" pesan Athena.
"Baik, Tante" ucap Raga.
Raga menginjak pedal gasnya. Mengendarai mobilnya entah kemana.
"Kamu marah?" tanya Athena.
"Mau kemana?" tanya Raga dingin.
"Ke apartemen kamu" jawab Athena. Raga mengalihkan pembicaraan lewat pertanyaan.
Raga mengehentikan mobilnya di parkiran basement apartemen. Ia lalu mengambil paper bag yang Athena bawa lalu membuka pintu mobilnya. Mereka berjalan ke lift, Raga sama sekali tidak menyentuh tangan Athena.
Raga menekan sandi apartemen nya, lalu membawa paper bag nya ke meja bar dapur lalu ke balkon. Athena menghela napasnya, tidak tahu harus bagaimana untuk meredakan kemarahan Raga.
Ia mengikuti Raga ke balkon, duduk di samping Raga.
"I'm so sorry" ucapnya.
Raga hanya mengangguk. Di tangannya ada sebatang rokok.
"Kamu ngerokok?"
Raga mengangguk.
Athena segera merebut rokok yang ada ditangan Raga. Menghancurkan rokok itu di tangannya, lalu membuangnya ke sembarang arah.
Raga hanya diam melihat reaksi spontan Athena. Athena segera kembali masuk untuk mencuci tangannya. Gadis itu tidak kembali ke balkon, melainkan ke kamar Raga.
Raga mencari keberadaan Athena, dan mendapati gadis itu sedang berbaring sambil menonton lewat ponselnya. Raga mengambil ponsel Athena dan segera menindih gadis itu. Ia mengubur wajahnya di leher Athena, menghirup aroma gadis itu.
Athena mengelus rambut Raga yang berada di atas dadanya.
"Masih marah?" tanya Athena.
Raga menggeleng. Ia menikmati elusan Athena di rambutnya.
"Aku minta maaf yah" ucap Athena.
Raga hanya mengangguk.
"Kamu geser dikit deh" kata Athena.
Raga menggeser sebagian badannya agar tidak terlalu menindih Athena. Bagian badan kirinya masih berada diatas badan bagian kanan Athena yang menyamping.
Wajah Raga masih berada di ceruk leher Athena, mencium bagian bawah dagu gadis itu. Satu tangan Athena menjadi bantal untuk Raga, satu tangannya lagi mengelus rambut laki-laki itu.
Raga hanya diam, mencari posisi yang nyaman. Sudah dua pekan ia menahan dirinya untuk tidak menghubungi juga menemui gadis baik hati ini.
Raga mengecup dagu Athena berkali-kali.
Athena juga mencium dahi Raga, menempatkan bibirnya di dahi lelaki itu. Mencium aroma mint rambut Raga.
"Aku keterlaluan yah?" tanya Raga.
Athena menggeleng.
Setelah puas menghirup bau Athena, Raga menjauhkan sedikit badannya. Lelaki itu lalu mengambil tangan kiri Athena yang di pakai untuk meremas rokok tadi. Tangan Athena merah, ada luka bakar kecil di telapak tangannya. Raga lalu mencium luka itu.
"Jangan lakuin hal kayak tadi lagi The" kata Raga.
Athena mengangguk.
"Asal kamu gak merokok lagi" ucap Athena.
"Aku lapar" kata Raga lirih.
Athena terkekeh mendengar lirihan Raga. Ia lalu bangun dan berdiri.
"Ayo makan, aku ada bawa bubur ayam" ajak Athena.
Raga lalu mengikuti langkah Athena menuju dapur. Athena memindahkan bubur yang dibawanya ke dalam mangkuk. Satu untuk Raga dan satu untuknya. Tak lupa taburan ayam suwir, bawang goreng dan daun seledri. Sambel tentu menjadi hal yah wajib ada.
"Aku bawain kamu kecap, supaya buburnya gak terasa aneh" kata Athena.
"Aku minta maaf" ucap Raga. Ia kembali mengingat alasan gadis disampingnya mood swing beberapa pekan lalu.
Athena tersenyum.
Mereka makan dengan diam, menikmati semangkuk bubur ayam buatan mbak Ani.
Setelah makan, Raga dan Athena memilih untuk bermain game online. Athena bahkan tertidur saat permainan itu sedang seru-serunya.
Melihat tidak ada pergerakan dari gadis di sampingnya, Raga menghentikan permainan onlinenya. Ia merapikan bantal, dan memperbaiki posisi tidur Athena. Raga lalu mencium kening Athena sebelum meninggalkan gadis itu di kamarnya.
Raga memilih untuk tidur di sofa.
Sore hari Athena terbangun, ia melihat sekitarnya, rupanya di kamar apartemen Raga. Ia lalu bangkit dan meninggalkan kamar Raga. Di ruang tv, nampak Raga sedang tertidur di atas sofa. Athena berlalu ke dapur, melihat isi kulkas Raga. Ternyata hanya ada puding yang tadi ia bawa.
"Ga" Athena membangunkan Raga. Ia menepuk pelan bahu lelaki itu.
Perlahan mata Raga terbuka, ia melihat Athena di depannya.
"Kenapa?" tanyanya.
"Ayo siap-siap. Kan mau ketemu anak-anak di taman ria" jawab Athena.
"Ini masih sore The" ucap Raga.
"Kan biar nggak kemalaman"
Raga mengangguk. Ia mengelus kepala Athena sejenak sebelum memasuki kamarnya untuk bersiap-siap. Athena membersihkan dapur Raga, tadi ia belum sempat mencuci piring bekas makan mereka, ia tak lupa juga untuk membersihkan meja bar.
"Pudingnya kamu tinggal?" tanya Athena.
"Bentar lagi pelayan datang buat bersih-bersih, pudingnya biar dia yang bawa ke rumah. Aku udah bilang sama mama" jawab Raga.
Athena mengangguk. Ia lalu mengambil tas mininya dan menyampirkan nya di bahunya.
"Ga, jangan marah lagi. Jangan merokok lagi. Aku takut lihat kamu kayak tadi" ucap Athena saat mereka di jalan.
Raga menepuk pelan kepala Athena, seolah menenangkan gadis itu.
"Maafin aku yah udah buat kamu takut" katanya.
Athena mengangguk.
"Papi meninggal karena kanker paru-paru. Setelah opa dan Oma meninggal, papi suka benget merokok dan minum minuman keras." cerita Athena.
"Iya, aku nggak bakal ulangin The" janji Raga.
Senyum Athena terbit mendengar janji Raga. Meskipun lelaki di sampingnya ini cukup mengerikan, tapi Athena tetap suka. Ada sisi lain Raga yang dia perlihatkan jika hanya berdua dengannya. Contohnya seperti tadi, ia tidak menyangka Raga akan semanja itu kepadanya. Athena kira hanya dirinya yang suka nemplok pada sang Daddy, ternyata Raga juga suka nemplok padanya.