Athena

Athena
Back



"Mau langsung ke rumah atau kemana dulu?" tanya Raga.


Mereka sedang dalam perjalanan kembali ke kota A.


"Ke rumah mama dulu " jawab Athena. Ia harus menjelaskan tentang kepergiannya agar mertuanya tidak salah paham.


"Kok?" heran Raga.


"Aku perlu untuk minta maaf sama mama dan papa, Ga."


"Minta maaf untuk apa?"


"Minta maaf udah ninggalin anaknya sendiri" jawab Athena.


"Kan aku yang salah, kok kamu yang minta maaf" Raga mengelus rambut istrinya.


Entah apa yang akan Athena lakukan nanti, ia begitu merasa malu untuk kembali berhadapan dengan orang tua dan mertuanya. Ia tentu tidak membenarkan kepergian nya tanpa izin dari suaminya. Daddy dan mommy nya pasti kecewa.


Anne berada dalam gendongan bayi yang menempel di dada bidang Raga. Sebelah tangan Raga merangkul pinggang istrinya. Mereka tentu menjadi bahan perhatian orang-orang, apalagi jika bukan ketampanan Raga, kecantikan Athena dan keberadaan Anne digendongan Raga. Bayi itu cukup menarik perhatian, apalagi dengan pipinya yang sangat bulat, nyaris tumpah.


Vania yang sudah mengetahui jika menantunya akan kembali, ia menunggu nya di teras rumahnya bersama suaminya, Baskara.


"Seneng banget" ucap Baskara. Ia tentu merasa bahagia saat melihat ekspresi istrinya yang terlihat begitu senang, seolah semangat nya bangkit kembali setelah kemarin hidupnya terasa hampa.


Vania terkekeh.


"Anak kita mau pulang, pa. Cucu kita juga" katanya senang.


Baskara tersenyum.


Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Baskara, dengan langkah cepat Vania mendatangi mobil tersebut. Ia begitu tidak sabar melihat wajah menantunya


"Sayaaaang" seru Vania saat Athena sudah turun dari mobil.


Athena memeluk mertuanya. Dengan gemas Vania mencium kedua pipi menantunya.


"Mama rindu sekali sama anak mama ini. Kok pergi nggak ngajak mama sih" Vania mengelus pipi halus Athena.


Athena mengambil tangan Vania yang ada di pipinya, ia lalu menciumi tangan mertuanya.


"Maafin The, ma. Maaf udah pergi" ucapnya.


"Nggak apa-apa,sayang. Kalau mama jadi kamu, pasti juga akan melakukan hal yang sama" Vania menggandeng lengan Athena memasuki rumah.


Ternyata di ruang keluarga Anne sudah terbangun dan duduk di sofa bersama Baskara.


"Papa" Athena mencium punggung tangan Baskara.


"Anak papa baik aja, kan?"


Athena tersenyum.


"The baik-baik saja, papa. Papa gimana?"


"Papa jauh lebih baik saat melihat kalian berada di sini" jawabnya.


"Cucu mama makin gembul nih" Vania menekan-nekan pipi Anne.


"Ya ya ya ya yaaaaa" oceh Anne. Bibirnya terbuka, seolah tertawa.


Vania tanpa sadar mencium pipi cucunya,dan menggigitnya sedikit.


"Ma, nanti cucunya kesakitan itu lho" tegur Baskara saat melihat pipi cucunya sudah berwarna merah.


"Gemes, pa" Vania tak mau kalah.


"The, kamu istirahat gih. Biar papa dan mama yang jagain Anne" kata Baskara.


Athena mengangguk mengerti.


"Baik, pa. Mama, The ke atas dulu."


"Iya sayang." Vania tersenyum. Lalu kembali menguyel uyel pipi cucunya.


"Papa senang lihat mama tersenyum lagi. Anak-anak juga kembali, cucu papa juga berada di sini" Baskara mengelus kepala Anne.


"Mama sama senangnya, pa." ucap Vania. Ia menatap cucunya yang begitu anteng dengan mainan tangannya.


✨✨✨


"Kamu mandi dulu, habis itu istirahat" ucap Raga saat melihat istrinya sedang duduk di sofa.


Athena mengangguk. Ia lalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya, mengganti bajunya kemudian beristirahat sejenak sebelum membantu Vania memasak makan malam untuk mereka. Ia tidak perlu khawatir akan Anne, sebab mertuanya lebih berpengalaman dari pada dirinya dalam hal membesarkan anak.


"Anne lagi sama papa dan mama" beritahu Athena.


"Iya, Anne biar sama kakek dan neneknya. Kamu istirahat dulu aja"


"Kamu?"


"Aku ke ruang kerja dulu, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan" jawab Raga.


Athena mengerti. Ia melihat suaminya keluar dari kamar. Barulah setelahnya ia membaringkan dirinya di tempat tidur.